Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gerakan Ekofeminisme Melawan Pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap 2 Indramayu (Tinjauan Perspektif Politik Rekognisi) Cusdiawan, Cusdiawan; Abdoellah, Oekan S.; Manan, Firman
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.143-151

Abstract

Artikel ini menganalisis faktor yang menyebabkan perempuan di Desa Mekarsari melakukan gerakan sosial dari perspektif proses pembingkaian. Penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif, karena yang diteliti dalam artikel ini adalah proses interaksi ataupun pertarungan wacana yang memengaruhi kemunculan gerakan. Artikel ini berargumen bahwa ekofeminsme dalam kaitannya dengan politik rekognisi sebagai wacana penting dalam gerakan, karena dalam pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap di desa Mekarsari, bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, juga dianggap mengabaikan hak-hak para perempuan, baik dalam prosesnya maupun manfaatnya. Bagi para perempuan, memperjuangkan ruang hidup dan lingkungan, dimaknai juga sebagai perjuangan atas harga diri dan martabat. Artikel ini menemukan perbedaan makna dan kepentingan akan “pengakuan” bagi individu yang memilih terlibat di dalam gerakan dan yang menolaknya.Kata kunci: ekofeminisme, gerakan sosial, pembingkaian, pengakuan
THE STRUGGLE OF INDIGENOUS WOMEN FROM A CRITICAL FEMINIST PERSPECTIVE: A LITERATURE STUDY OF THE INDIGENOUS COMMUNITIES OF LAKE TOBA Rahmatunnisa, Mudiyati; Cusdiawan, Cusdiawan
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 11, No 2 (2026): JWP (Jurnal Wacana Politik) May
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v11i2.63606

Abstract

This article explores the struggle of indigenous women in the Lake Toba region through a critical feminist perspective. Critical feminism is employed here not only to analyze the complexity of Indigenous women’s experiences in the Lake Toba region, but also as a theoretical framework for envisioning and advancing Indigenous women’s movements. Using a literature study method, this research analyzes various academic works, reports, and secondary data related to indigenous women, capitalism, patriarchy, and corporatist development. This study argues that indigenous women experience various forms of marginalization caused by the intersection of state-supported capitalist expansion, which has led to the loss of their access to land and healthy living spaces. This capitalist expansion further deepens gender-based injustice, particularly within the context of patriarchal social constructions. The findings show that critical feminism not only provides a framework for understanding these structural inequalities, but also offers a paradigmatic foundation for building more inclusive and emancipatory social movements. Furthermore, critical feminism helps prevent the co-optation of movements by neoliberal capitalist interests and strengthens solidarity among marginalized groups in confronting alliances between corporations and the state. This study contributes to the development of critical feminist discourse in the context of Batak indigenous women and indigenous social movements in the Lake Toba region.