Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi pencegahan dan penanganan stunting di warga gereja masehi hari advent jemaat Kolayinuk Koya Koso Papua Kristina, Yunita; Suweni, Korinus; Purba, Ellen R.V.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27371

Abstract

AbstrakWilayah Gereja Masehi Hari Advent (GMAHK) Jemaat Kolayinuk Koya Koso berada di kawasan yang rawan malaria akibat tingginya kepadatan nyamuk, dengan mayoritas warga jemaat bekerja sebagai petani dan memiliki tingkat pendidikan rendah. Malaria yang berulang sering dialami oleh orang dewasa, ibu hamil, anak-anak, dan balita, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting di wilayah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan penanganan stunting bagi warga jemaat dan sekitar wilayah GMAHK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi partisipatif. Metode yang digunakan berupa workshop offline dengan melibatkan 100 peserta, termasuk remaja, ibu hamil, dan tokoh agama. Kegiatan berdurasi 120 menit ini mencakup edukasi mengenali, mencegah, dan mengatasi stunting dengan media seperti video, leaflet, dan presentasi. Selain itu, dilakukan pengukuran status gizi bayi dan anak-anak melalui penimbangan berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA), serta pelatihan penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) terbaru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 72,9% responden memiliki pengetahuan kurang, dan 27,1% memiliki pengetahuan baik. Setelah edukasi, seluruh responden (100%) mencapai kategori pengetahuan baik, dengan peningkatan signifikan. Uji statistik menggunakan SPSS menunjukkan pengaruh signifikan antara pre-test dan post-test (p-value 0,000), yang membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Edukasi Masyarakat Dalam Upaya Bersama Kenali, Cegah Dan Atasi Stunting Di Warga Binaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Koso sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat mengenali, mencegah Dan mengatasi Stunting. Kata kunci: pengetahuan; pendidikan kesehatan; stunting; Koya Kosso AbstractThe region of the Seventh-day Adventist Church (GMAHK) Jemaat Kolayinuk Koya Koso is a malaria-prone area due to the high density of mosquitoes, with the majority of congregation members working as farmers and having low levels of education. Recurrent malaria frequently affects adults, pregnant women, children, and infants, increasing the risk of stunting in this area. Therefore, community education is necessary to enhance understanding of stunting prevention and management among the congregation and the surrounding community of GMAHK. This community service activity aimed to improve residents' understanding of stunting prevention and management through participatory education. The method involved an offline workshop with 100 participants, including teenagers, pregnant women, and religious leaders. The 120-minute workshop covered education on identifying, preventing, and managing stunting using media such as videos, leaflets, and presentations. Additionally, nutritional status measurements of infants and children were conducted, including weight measurements, head circumference, upper arm circumference (LILA), and training on using the latest version of the Kartu Menuju Sehat (KMS). The results showed that 72.9% of respondents had poor knowledge before education, and only 27.1% had good knowledge. After the educational intervention, all respondents (100%) achieved good knowledge, indicating a significant improvement. Statistical analysis using SPSS revealed a significant influence between the pre-test and post-test (p-value 0.000), proving that health education effectively improved community knowledge about stunting. Community education initiatives to jointly recognize, prevent, and address stunting among the Seventh-day Adventist Church Kolayinuk Koya Koso congregation are essential to help them independently identify, prevent, and manage stunting. Keywords: knowledge; health education; stunting; Koya Kosso
Gerak sehat jiwa sebagai upaya dalam peningkatan kualitas hidup lansia di Panti Tresna Werdha Tat Twam Asi Sentani Kabupaten Jayapura Gultom, Elisabeth; Apay, Frengki; Dia, Fitri; Purba, Ellen R.V.; Rahayu, Gemi; Kristiyani, Kristiyani; Mebri, Elisabet; Gentidatu, Sofietje; Manangsang, Frans; Marjuanah, Marjuanah; Rospuana, Rospuana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38939

Abstract

AbstrakPeningkatan jumlah lansia menimbulkan tantangan pada aspek kesehatan fisik dan psikososial, terutama di lingkungan panti werdha yang memiliki keterbatasan dalam pemantauan kesehatan berkala dan stimulasi aktivitas sosial. Kondisi ini juga ditemukan pada lansia di Panti Werdha Tresna “Taat Twam Asi” Sentani, dimana sebagian peserta menunjukkan masalah kesehatan fisik dan kecemasan yang memerlukan perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan psikososial lansia melalui skrining kesehatan, edukasi kesehatan, dan pendampingan psikososial. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan tanda-tanda vital, gula darah, asam urat, dan kolesterol, dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan serta evaluasi kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan melibatkan 31 orang lansia sebagai peserta. Hasil skrining menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 124 mmHg dan diastolik 76 mmHg, respirasi 19 kali/menit, nadi 81 kali/menit, dan suhu tubuh 35,9°C. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya peserta dengan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol yang berada di atas batas normal, yang mengindikasikan risiko gangguan metabolik dan penyakit degeneratif pada lansia. Dari aspek psikologis, hasil evaluasi kecemasan menunjukkan adanya perbaikan setelah intervensi, ditandai dengan meningkatnya jumlah lansia pada kategori kecemasan ringan dari 48,4% menjadi 83,9%, serta tidak ditemukannya lagi kecemasan berat pada evaluasi post-test. Selain itu, selama kegiatan peserta tampak lebih aktif, antusias, dan menunjukkan interaksi sosial yang lebih baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi skrining kesehatan, edukasi, dan pendampingan psikososial merupakan pendekatan holistik yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Diperlukan kegiatan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pengelola panti serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai. Kata kunci: kecemasan; lansia; pengabdian masyarakat; skrining kesehatan; tanda-tanda vital AbstractThe increasing number of older adults in Indonesia presents major challenges in both physical health and psychosocial well-being. This condition is also evident among elderly residents of Tresna “Taat Twam Asi” Nursing Home in Sentani, where some participants showed physical health problems and anxiety requiring attention. This community service program aimed to improve the health status and psychosocial well-being of older adults through health screening, health education, and psychosocial assistance. The intervention methods included the assessment of vital signs, blood glucose, uric acid, and cholesterol levels, followed by health education sessions and evaluation of anxiety before and after the intervention. The program involved 31 older adults as participants. The screening results showed that the mean systolic blood pressure was 124mmHg, diastolic blood pressure was 76 mmHg, respiratory rate was 19 breaths per minute, pulse rate was 81 beats per minute, and body temperature was 35,9°C. The examination also indicated that several participants had blood glucose, uric acid, and cholesterol levels above normal limits, suggesting the risk of metabolic disorders and degenerative diseases among the elderly. From the psychological aspect, the anxiety evaluation demonstrated improvement after the intervention, marked by an increase in the proportion of older adults in the mild anxiety category from 48.4% to 83.9%, and no participants remained in the severe anxiety category in the post-test evaluation. In addition, during the activity, participants appeared more active, enthusiastic, and showed better social interaction. This program demonstrates that the integration of health screening, education, and psychosocial assistance is an effective holistic approach to improving the quality of life of older adults. Continuous programs and collaboration with nursing home managers and health service facilities are needed to sustain and further improve the outcomes achieved. Keywords: elderly; health screening; vital signs; anxiety; community service.