Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH STRESS KERJA, KARAKTERISTIK PEKERJAAN, KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Kristiyani, Kristiyani; Ismail, Harries Arizonia; Sukristanta, Sukristanta
BENING Vol 11, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/bening.v11i2.7064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh stress kerja, karakteristik pekerjaan, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan (Studi pada PT Apparel One Indonesia Semarang Bagian Product Development. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Apparel One Indonesia Semarang Bagian Product Development yang berjumlah 88 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 88 responden. Di dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus sampling (sampling jenuh) teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Kemudian metode pengumpulan data melalui kuosioner dan analisa data menggunakan SPSS 25 yang meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji R2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas, yaitu stress kerja, karakteristik pekerjaan, kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) secara parsial maupun stimultan (bersama-sama). Berdasarkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,737 yang artinya 73,7 persen variabel kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel stress kerja, karakteristik pekerjaan, budaya organisasi dan kepemimpinan sedangkan sisanya sebesar 26,3 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
Sosialisasi Pencegahan Stunting Berbasis Komunitas dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tamangede Kecamatan Gemuh Darajah, Nely Irnik; Amalia, Tutut Afiatul; Irawan, Moh Bayu; Maslichah, Dewi Ayu; Maghfiroh, Niswatul; Kristiyani, Kristiyani; Kharisudin, Kharisudin; Khumaidillah, Ahmad; Musthofa, Hanif; Alif, Daroja; Khusna, Sinta Maulida; Maulana, M. Nabil Hadani; Alaya, Miftahul; Amalia, Vina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v5i1.384

Abstract

Stunting is a public health problem caused by chronic malnutrition in children, which affects physical growth, cognitive development, and the quality of human resources in the future. Efforts to prevent stunting require a community-based approach that actively involves local communities. This study aims to describe the implementation of a community-based stunting prevention socialization program through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) in Tamangede Village, Gemuh District, Kendal Regency. The method used was a community service activity with an educational and participatory approach conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The activity was held on January 20, 2026, at the Tamangede Village Hall and involved 35 participants consisting of mothers with toddlers and Posyandu cadres. The socialization materials included the importance of the first 1,000 days of life (HPK), balanced nutrition, appropriate parenting practices, and a demonstration of supplementary feeding (PMT) using local food ingredients. The results showed that participants demonstrated high enthusiasm during the socialization and interactive discussion sessions. The evaluation indicated an increase in community understanding regarding the causes, impacts, and prevention strategies of stunting. Furthermore, the supplementary feeding demonstration provided practical knowledge that children’s nutritional needs can be fulfilled using easily accessible local food sources. In conclusion, community-based stunting prevention socialization through the KKN program can increase public knowledge and awareness about the importance of early stunting prevention. A participatory and contextual educational approach is proven to be effective in building collective awareness and strengthening the role of Posyandu cadres and families in sustainable stunting prevention efforts at the village level.
Gerak sehat jiwa sebagai upaya dalam peningkatan kualitas hidup lansia di Panti Tresna Werdha Tat Twam Asi Sentani Kabupaten Jayapura Gultom, Elisabeth; Apay, Frengki; Dia, Fitri; Purba, Ellen R.V.; Rahayu, Gemi; Kristiyani, Kristiyani; Mebri, Elisabet; Gentidatu, Sofietje; Manangsang, Frans; Marjuanah, Marjuanah; Rospuana, Rospuana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38939

Abstract

AbstrakPeningkatan jumlah lansia menimbulkan tantangan pada aspek kesehatan fisik dan psikososial, terutama di lingkungan panti werdha yang memiliki keterbatasan dalam pemantauan kesehatan berkala dan stimulasi aktivitas sosial. Kondisi ini juga ditemukan pada lansia di Panti Werdha Tresna “Taat Twam Asi” Sentani, dimana sebagian peserta menunjukkan masalah kesehatan fisik dan kecemasan yang memerlukan perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan psikososial lansia melalui skrining kesehatan, edukasi kesehatan, dan pendampingan psikososial. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan tanda-tanda vital, gula darah, asam urat, dan kolesterol, dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan serta evaluasi kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan melibatkan 31 orang lansia sebagai peserta. Hasil skrining menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 124 mmHg dan diastolik 76 mmHg, respirasi 19 kali/menit, nadi 81 kali/menit, dan suhu tubuh 35,9°C. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya peserta dengan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol yang berada di atas batas normal, yang mengindikasikan risiko gangguan metabolik dan penyakit degeneratif pada lansia. Dari aspek psikologis, hasil evaluasi kecemasan menunjukkan adanya perbaikan setelah intervensi, ditandai dengan meningkatnya jumlah lansia pada kategori kecemasan ringan dari 48,4% menjadi 83,9%, serta tidak ditemukannya lagi kecemasan berat pada evaluasi post-test. Selain itu, selama kegiatan peserta tampak lebih aktif, antusias, dan menunjukkan interaksi sosial yang lebih baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi skrining kesehatan, edukasi, dan pendampingan psikososial merupakan pendekatan holistik yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Diperlukan kegiatan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pengelola panti serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai. Kata kunci: kecemasan; lansia; pengabdian masyarakat; skrining kesehatan; tanda-tanda vital AbstractThe increasing number of older adults in Indonesia presents major challenges in both physical health and psychosocial well-being. This condition is also evident among elderly residents of Tresna “Taat Twam Asi” Nursing Home in Sentani, where some participants showed physical health problems and anxiety requiring attention. This community service program aimed to improve the health status and psychosocial well-being of older adults through health screening, health education, and psychosocial assistance. The intervention methods included the assessment of vital signs, blood glucose, uric acid, and cholesterol levels, followed by health education sessions and evaluation of anxiety before and after the intervention. The program involved 31 older adults as participants. The screening results showed that the mean systolic blood pressure was 124mmHg, diastolic blood pressure was 76 mmHg, respiratory rate was 19 breaths per minute, pulse rate was 81 beats per minute, and body temperature was 35,9°C. The examination also indicated that several participants had blood glucose, uric acid, and cholesterol levels above normal limits, suggesting the risk of metabolic disorders and degenerative diseases among the elderly. From the psychological aspect, the anxiety evaluation demonstrated improvement after the intervention, marked by an increase in the proportion of older adults in the mild anxiety category from 48.4% to 83.9%, and no participants remained in the severe anxiety category in the post-test evaluation. In addition, during the activity, participants appeared more active, enthusiastic, and showed better social interaction. This program demonstrates that the integration of health screening, education, and psychosocial assistance is an effective holistic approach to improving the quality of life of older adults. Continuous programs and collaboration with nursing home managers and health service facilities are needed to sustain and further improve the outcomes achieved. Keywords: elderly; health screening; vital signs; anxiety; community service.
Sosialisasi Pencegahan Stunting Berbasis Komunitas dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tamangede Kecamatan Gemuh Darajah, Nely Irnik; Amalia, Tutut Afiatul; Irawan, Moh Bayu; Maslichah, Dewi Ayu; Maghfiroh, Niswatul; Kristiyani, Kristiyani; Kharisudin, Kharisudin; Khumaidillah, Ahmad; Musthofa, Hanif; Alif, Daroja; Khusna, Sinta Maulida; Maulana, M. Nabil Hadani; Alaya, Miftahul; Amalia, Vina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v5i1.384

Abstract

Stunting is a public health problem caused by chronic malnutrition in children, which affects physical growth, cognitive development, and the quality of human resources in the future. Efforts to prevent stunting require a community-based approach that actively involves local communities. This study aims to describe the implementation of a community-based stunting prevention socialization program through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) in Tamangede Village, Gemuh District, Kendal Regency. The method used was a community service activity with an educational and participatory approach conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The activity was held on January 20, 2026, at the Tamangede Village Hall and involved 35 participants consisting of mothers with toddlers and Posyandu cadres. The socialization materials included the importance of the first 1,000 days of life (HPK), balanced nutrition, appropriate parenting practices, and a demonstration of supplementary feeding (PMT) using local food ingredients. The results showed that participants demonstrated high enthusiasm during the socialization and interactive discussion sessions. The evaluation indicated an increase in community understanding regarding the causes, impacts, and prevention strategies of stunting. Furthermore, the supplementary feeding demonstration provided practical knowledge that children’s nutritional needs can be fulfilled using easily accessible local food sources. In conclusion, community-based stunting prevention socialization through the KKN program can increase public knowledge and awareness about the importance of early stunting prevention. A participatory and contextual educational approach is proven to be effective in building collective awareness and strengthening the role of Posyandu cadres and families in sustainable stunting prevention efforts at the village level.