Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimization of Productive Zakat Distribution through the Linggau Makmur Program in MSME Empowerment: A Case Study on BAZNAS of Lubuklinggau City M. Romi Junaidi; Muhammad Saleh; Aris Sutrisno; Peny Cahaya Azwari
International Journal of Community Engagement Payungi Vol. 5 No. 1 (2025): International Journal of Community Engagement Payungi
Publisher : Yayasan Payungi Smart Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58879/ijcep.v5i1.83

Abstract

Small and medium enterprises (SMEs) are significant drivers of economic development in Indonesia, especially in creating job opportunities and promoting growth. However, SMEs face various challenges, particularly in accessing financial resources, which can hinder their expansion. As an Islamic socio-economic instrument, Zakat has great potential to support community empowerment. When managed effectively, productive Zakat can alleviate poverty and improve welfare. This study focuses on optimizing productive zakat distribution through the Linggau Makmur program by BAZNAS Lubuklinggau City, which aims to enhance the welfare of mustahik (zakat recipients), specifically those involved in SMEs. The research uses a qualitative approach with a descriptive design, collecting data through semi-structured interviews with BAZNAS officials, mustahik, and stakeholders. The study identifies key factors influencing zakat distribution effectiveness, challenges faced, and strategies for improving the program’s impact. Findings suggest that the Linggau Makmur program has significantly empowered SMEs by providing financial assistance, training, mentoring, and continuous support. However, challenges like limited funding and low financial literacy among recipients remain. The study provides practical recommendations for optimizing zakat distribution to ensure long-term economic independence for mustahik and sustainable development.
Peran Organisasi IPNU Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Nasionalisme Dan Keislaman Di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Sayidina, Andres; Aris Sutrisno; Purna Irawan; Depi Putri; Elce Purwandari; Siti Umi Taslima
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan keislaman pada generasi muda di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas. Fenomena dekadensi moral, melemahnya rasa kebangsaan, serta tantangan globalisasi menuntut adanya organisasi kepemudaan yang mampu menjadi benteng moral sekaligus motor penggerak pendidikan karakter. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 10 informan utama, kunci, dan tambahan, terdiri dari pengurus IPNU, anggota, guru, tokoh agama, alumni, orang tua, serta masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPNU berperan signifikan dalam membangun kesadaran kebangsaan melalui kegiatan kaderisasi, peringatan hari-hari besar nasional, dan dialog kebangsaan. Pada aspek keislaman, IPNU menginternalisasikan nilai religiusitas melalui kajian kitab kuning, pelatihan baca tulis Al-Qur’an, istighosah, hingga peringatan hari besar Islam. Kendala utama berupa keterbatasan dana, partisipasi anggota, dan tantangan arus globalisasi diatasi melalui iuran anggota, kerja sama dengan lembaga lain, fleksibilitas jadwal, serta pemanfaatan media digital. Implikasi sosial dan pendidikan tampak pada meningkatnya karakter religius, kepedulian sosial, serta disiplin kader di lingkungan keluarga dan masyarakat. Keterbatasan penelitian ini adalah cakupan wilayah yang masih lokal sehingga temuan belum dapat digeneralisasi secara luas. Namun, kebaruan penelitian terletak pada pengungkapan pola integrasi nilai nasionalisme dan keislaman yang dikelola IPNU sebagai model pendidikan non-formal berbasis kaderisasi religius-kebangsaan, yang dapat direplikasi oleh organisasi kepemudaan lainnya di era globalisasi.