Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan keislaman pada generasi muda di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas. Fenomena dekadensi moral, melemahnya rasa kebangsaan, serta tantangan globalisasi menuntut adanya organisasi kepemudaan yang mampu menjadi benteng moral sekaligus motor penggerak pendidikan karakter. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 10 informan utama, kunci, dan tambahan, terdiri dari pengurus IPNU, anggota, guru, tokoh agama, alumni, orang tua, serta masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPNU berperan signifikan dalam membangun kesadaran kebangsaan melalui kegiatan kaderisasi, peringatan hari-hari besar nasional, dan dialog kebangsaan. Pada aspek keislaman, IPNU menginternalisasikan nilai religiusitas melalui kajian kitab kuning, pelatihan baca tulis Al-Qur’an, istighosah, hingga peringatan hari besar Islam. Kendala utama berupa keterbatasan dana, partisipasi anggota, dan tantangan arus globalisasi diatasi melalui iuran anggota, kerja sama dengan lembaga lain, fleksibilitas jadwal, serta pemanfaatan media digital. Implikasi sosial dan pendidikan tampak pada meningkatnya karakter religius, kepedulian sosial, serta disiplin kader di lingkungan keluarga dan masyarakat. Keterbatasan penelitian ini adalah cakupan wilayah yang masih lokal sehingga temuan belum dapat digeneralisasi secara luas. Namun, kebaruan penelitian terletak pada pengungkapan pola integrasi nilai nasionalisme dan keislaman yang dikelola IPNU sebagai model pendidikan non-formal berbasis kaderisasi religius-kebangsaan, yang dapat direplikasi oleh organisasi kepemudaan lainnya di era globalisasi.