Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Occupational stress and burnout among midwives: Challenges and consequences for maternal and child health care in Makassar Indonesia Taureng, Hasnah; Azmi , Intan Suhana Munira Mat; Oo, San San; Aung, Myat Moe Thwe
Science Midwifery Vol 12 No 5 (2024): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i5.1774

Abstract

Introduction: Stress and burnout are by far more sensitive among the midwifery and nursing professions. Stress can reduce the quality of care and treatment and even pose a risk to countless lives in public center. In addition to causing discomfort that causes problems such as a decrease in talent, if work stress continues. Methodology: A cross-sectional study of 217 midwives, using the Copenhagen Burnout Inventory (CBI) is a comprehensive tool that measures burnout. This study highlights the important role of midwives in improving maternal and child health and the detrimental impact of stress and burnout on healthcare worker. Through the analysis of demographic data and health service statistics, underscore the urgent need for strategic interventions to address health worker burnout and improve the quality and accessibility of health services in Makassar. Conclusion: Implementing effective stress management interventions, healthcare systems can improve job satisfaction, reduce burnout.
Literatur Riview : Tantangan Kebijakan dalam Layanan Kesehatan Taureng, Hasnah
Public Health and Medicine Journal Vol 1 No 3 (2023): PAMA Edisi Oktober
Publisher : Institute Laboratory of Research and Statistics Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dari efektivitas sistem kesehatan suatu negara. Di Indonesia, sistem kesehatan menghadapi tantangan yang kompleks seperti kekurangan sumber daya manusia, fasilitas kesehatan yang tidak memadai, distribusi yang tidak memadai, dan manajemen yang tidak efisien. Organisasi kesehatan membutuhkan staf yang berkualitas dan kompeten untuk memberikan layanan yang efektif dan efisien. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, analisis layanan kesehatan yang komprehensif sangat penting bagi penyedia layanan kesehatan. Layanan kesehatan yang baik dapat meningkatkan kualitas masyarakat, meningkatkan akses, dan mendorong partisipasi aktif dalam layanan kesehatan. Jaminan kesehatan sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan.
Literatur Riview : DAMPAK DAN EVALUASI PESERTA ASURANSI KESEHATAN Literature Review: Impact and Evaluation of Health Insurance Participants Taureng, Hasnah
Public Health and Medicine Journal Vol 2 No 1 (2024): PAMA Edisi Februari
Publisher : Institute Laboratory of Research and Statistics Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan manusia selalu dihadapkan pada ketidakpastian yang dapat menyebabkan kerugian finansial di masa depan, yang sering disebut sebagai risiko. Asuransi merupakan metode untuk mengelola risiko tersebut. Artikel ini membahas pentingnya asuransi, khususnya BPJS Kesehatan di Indonesia, dalam membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan. Penelitian ini juga mengeksplorasi proses pendaftaran dan penggunaan asuransi kesehatan serta dampaknya terhadap beban biaya kesehatan masyarakat
Efektivitas Edukasi Berbasis Media Digital terhadap Kemampuan Self-Care Pasien Hipertensi di Kabupaten Bireuen Ridha, Muttaqin Al; Musdarianto, Musdarianto; Fitria, Nanda; Taureng, Hasnah; Husna, Al
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5123

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas serta membutuhkan pengelolaan jangka panjang melalui kemampuan perawatan diri. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas edukasi berbasis media digital berupa video terhadap kemampuan self-care penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Gandapura, Kabupaten Bireuen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sebanyak 174 responden dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kemampuan self-care diukur menggunakan Hypertension Self-Care Profile. Intervensi berupa video edukasi berdurasi empat menit disampaikan melalui WhatsApp selama periode observasi delapan minggu. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor self-care dari 2,32 pada pretest menjadi 3,29 pada posttest. Uji statistik menghasilkan nilai Z sebesar −11,428 dengan p-value 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, video edukasi melalui media digital efektif meningkatkan kemampuan self-care penderita hipertensi. Pemanfaatan media digital dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang inovatif, mudah diakses, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian pasien serta mencegah komplikasi hipertensi. Strategi ini dapat melengkapi konseling langsung dan mendukung pelayanan hipertensi yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasien di tingkat primer. Effectiveness of Digital Media-Based Education in Improving Self-Care Abilities among Patients with Hypertension in Bireuen Regency Abstract Hypertension is a major global health problem that contributes to high morbidity and mortality and requires long-term management through effective self-care. Limited public knowledge and awareness are among the main causes of suboptimal hypertension control. This study aimed to evaluate the effectiveness of digital media-based education using an educational video in improving self-care among patients with hypertension at Gandapura Public Health Center, Bireuen Regency. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed. A total of 174 respondents were selected through purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Self-care ability was measured using the Hypertension Self-Care Profile. The intervention consisted of a four-minute educational video delivered via WhatsApp during an eight-week observation period. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. Because the data were not normally distributed, the Wilcoxon Signed-Rank Test was applied. The results showed an increase in the mean self-care score from 2.32 at pretest to 3.29 at posttest. Statistical analysis yielded a Z-value of −11.428 and a p-value of 0.000, indicating a significant difference before and after the intervention. Therefore, educational videos delivered through digital media were effective in improving self-care among patients with hypertension and may support sustainable hypertension management overall.