Nimah, Nurun
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
Edukasi Literasi Keuangan serta Kompetensi Digital bagi Mahasiswa dalam Mengembangkan Bisnis Inovatif di Era 5.0 Nurbudiyani, Iin; Fitriyanto, Muhammad Noor; Nimah, Nurun
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5126

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kompetensi digital mahasiswa dalam mengembangkan bisnis inovatif di era Society 5.0. Permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa wirausaha adalah masih terbatasnya kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara sistematis serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal untuk pengambilan keputusan bisnis. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dan pendampingan aplikatif yang meliputi analisis kebutuhan, pelatihan literasi keuangan, pelatihan kompetensi digital, pendampingan implementatif, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner persepsi peserta, pemetaan kategori kompetensi, dan analisis korelasi terhadap indikator pertumbuhan usaha yang dilaporkan oleh mitra. Mitra kegiatan terdiri atas 115 mahasiswa wirausaha yang telah menjalankan usaha berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar mitra berada pada kategori kompetensi digital sedang sebesar 47%, tinggi sebesar 29%, dan rendah sebesar 24%. Pada aspek literasi keuangan, 43% mitra berada pada kategori sedang, 38% tinggi, dan 19% rendah. Setelah kegiatan edukasi dan pendampingan, mitra melaporkan adanya peningkatan kinerja usaha yang ditunjukkan melalui peningkatan jangkauan pasar digital sebesar 70%, efisiensi operasional sebesar 68%, inovasi produk atau layanan sebesar 66%, peningkatan jumlah pelanggan sebesar 64%, dan peningkatan omzet sebesar 62%. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kompetensi digital dan pertumbuhan usaha, serta antara literasi keuangan dan pertumbuhan usaha. Dengan demikian, edukasi literasi keuangan dan kompetensi digital dapat menjadi strategi pendampingan yang relevan dalam memperkuat kapasitas kewirausahaan mahasiswa agar lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di era digital. Financial Literacy Education and Digital Competence for Students in Developing Innovative Businesses in the Society 5.0 Era Abstract This community service activity aims to improve students' financial literacy and digital competence in developing innovative businesses in the Society 5.0 era. The main problems faced by student entrepreneurs are their limited ability to systematically manage business finances and the suboptimal use of digital technology for business decision-making. This activity uses an educational-participatory approach and applied mentoring that includes needs analysis, financial literacy training, digital competency training, implementation mentoring, and evaluation and reflection. Evaluation is carried out through participant perception questionnaires, competency category mapping, and correlation analysis with business growth indicators reported by partners. The activity partners consist of 115 student entrepreneurs who have run digital-based businesses. The results of the activity show that the majority of partners are in the medium digital competency category (47%), high (29%), and low (24%). In terms of financial literacy, 43% of partners are in the medium category, 38% are in the high category, and 19% are in the low category. Following the educational and mentoring activities, partners reported improved business performance, demonstrated by a 70% increase in digital market reach, 68% in operational efficiency, 66% in product or service innovation, 64% in customer base, and 62% in revenue. The analysis also demonstrated a significant positive relationship between digital competency and business growth, as well as between financial literacy and business growth. Therefore, financial literacy and digital competency education can be a relevant mentoring strategy in strengthening students' entrepreneurial capacity to be more innovative, adaptive, and sustainable in the digital era.