Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Strategi Pembentukan Karakter Religius dan Nasionalis pada Peserta Didik Sekolah Dasar MI Islamiyah Palangka Raya Mahendra, Irvan; Sabela, Windari
Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jppp.v3i1.10352

Abstract

Pendidikan karakter religius dan nasionalis merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki jiwa patriotisme. Di era globalisasi ini, tantangan pembentukan karakter semakin kompleks, sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius dan nasionalis pada jenjang pendidikan dasar. MI Islamiyah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan kedua nilai tersebut secara seimbang kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pembentukan karakter religius dan nasionalis yang diterapkan di MI Islamiyah Palangka Raya, serta mengidentifikasi efektivitas dan dampaknya terhadap perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, wawancara terstruktur dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik, serta dokumentasi program-program pembentukan karakter yang telah dilaksanakan. Analisis data menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Islamiyah Palangka Raya menerapkan strategi terintegrasi melalui pembelajaran berbasis nilai, pembiasaan ritual keagamaan, kegiatan upacara bendera, dan program kearifan lokal. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesalehan individual dan sosial peserta didik, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air yang kuat, dibuktikan dengan peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan keagamaan dan nasional.
Karyaku Bermakna Dan Berdampak: Penilaian Portofolio Tematik Berbasis Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Siswa Sekolah Dasar Ady Ferdian Noor; Sri Endang Mugi Rahayu; Herman Herman; Irvan Mahendra; Erika Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.509

Abstract

Paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai konteks psikopedagogi/ andragogi dan sosial budaya bagi setiap warga negara. Warga negara mengimplementasikan paradigma baru sebagai perwujudan partispasi dan tanggung jawab warga negara. Asesmen portofolio sebagai salah satu bentuk asesmen berbasis kelas melalui pengumpulan bukti autentik dari peserta didik. Asesmen berfungsi dan berperan menutupi kelemahan asesmen dilakukan selama ini. Sistem asesmen yang digunakan di sekolah dasar cenderung hanya melihat hasil belajar siswa dan mengabaikan proses pembelajaran, sehingga nilai akhir yang dilaporkan kepada orang tua dan pihak terkait hanya menyangkut ranah kognitif. Sikap, minat, motivasi dan keterampilan proses lainnya hampir tidak pernah tersentuh. Tujuan penelitian yaitu untuk mengungkap asesmen portofolio tematik pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dikaitkan dengan mata pelajaran lain, kurikulum 2013, e-portofolio, guru, reorientasi paradigma Pendidikan Kewarganegaraan, dan paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan. Asesmen portofolio berbasis paradigma baru diolah melalui data penelitian yang telah dilakukan untuk menghasilkan simpulan baru. Metode meta analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah artikel terkait asesmen portofolio tematik, paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan, dan siswa sekolah dasar. Hasil penelitian yaitu asesmen portofolio tematik Pendidikan Kewarganegaraan perlu dilaksanakan dan dikembangkan sesuai dengan paradigma baru secara berkelanjutan dan sistematis di sekolah dasar. Pengembangan portofolio memerlukan sinergi antara pemerintah dan sivitas pendidikan. Pengembangan portofolio Pendidikan Kewarganegaraan juga harus mulai mengintegrasikan unsur e-portofolio sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi era industri 4.0. Kesimpulannya, siswa pada akhirnya memiliki kemampuan sesuai dengan paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu sebagai wahana pengembangan kemampuan, watak, dan karakter warga negara yang demokratis, bertanggung jawab, dan berbudi luhur/beradab.
The Role of Pancasila and Civic Education in Shaping Tolerance and Bhineka Tunggal Ika Attitudes Among Generation Z at Muhammadiyah Junior High School in Palangka Raya Mahendra, Irvan
International Journal of Universal Education Vol. 3 No. 2 (2025): International Journal of Universal Education
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ijue.v3i2.12206

Abstract

This study aims to explore the role of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) in shaping attitudes of tolerance and the values ​​of Bhineka Tunggal Ika (Unity in Diversity) in Generation Z students at Muhammadiyah Junior High School Palangka Raya. This study used a qualitative approach with a case study design involving 13 informants, consisting of 9 students (grades VII, VIII, and IX), 2 PPKn teachers, 1 school counselor, and 1 administrative staff. Data collection techniques included in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Data were analyzed using a thematic approach with the stages of transcription, coding, identification of main themes, interpretation of findings, and preparation of narrative descriptions. The results showed that PPKn learning played a significant role in internalizing Pancasila values ​​through group strategy discussions, contextual examples, and reflection activities. Students' attitudes of tolerance were formed through formal learning and social interactions in the school environment, with the level of understanding developing according to grade level. Reinforcement of the Bhineka Tunggal Ika value was strengthened through a school culture that supports diversity, flag ceremonies, national day commemorations, and collaborative projects. Exemplary teachers, supportive guidance and counseling services, and inclusive school policies create a conducive educational environment for student character development. This study confirms that PPKn serves as an important vehicle for instilling the values ​​of tolerance and Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) in Generation Z, emphasizing the need to strengthen meaningful learning supported by a consistent school culture to develop citizens capable of living harmoniously in a multicultural society and possessing a strong commitment to national unity.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT DIPLOMASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR Ni'mah, Nurun; Nimah, Nurun; Annisa, Nur; Mahendra, Irvan; Syakir, Akhmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pembelajaran multikultural guna memperkuat diplomasi pendidikan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur. Pendekatan ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan teknologi imersif (VR) dalam konteks diplomasi pendidikan internasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa yang berada dalam lingkungan internasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, pelatihan guru, implementasi pembelajaran menggunakan media digital, serta evaluasi kegiatan. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi Virtual Reality (VR), flipbook digital, dan video edukatif yang menampilkan budaya Kalimantan Tengah seperti falsafah Huma Betang, tradisi Gawi Hatantiring, dan permainan tradisional Balogo. Novelty kegiatan ini adalah integrasi sistematis nilai-nilai kearifan lokal dengan media pembelajaran digital berbasis pengalaman (immersive learning) untuk memperkuat identitas budaya siswa diaspora dalam lingkungan pendidikan multikultural internasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman budaya siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 64,2 menjadi 83,5 setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, respon positif siswa terhadap penggunaan media pembelajaran digital mencapai 78–86%. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran multikultural. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal berbasis teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya siswa sekaligus mendukung diplomasi pendidikan Indonesia di lingkungan internasional. Integration of Local Wisdom in Multicultural Learning to Strengthen Educational Diplomacy in Indonesian Schools in Kuala Lumpur Abstract This community service activity aims to integrate Central Kalimantan local wisdom into multicultural learning to strengthen educational diplomacy at the Indonesian School in Kuala Lumpur. The main problem faced by partners is the limited integration of local culture in learning and the minimal use of innovative learning media that can introduce Indonesia's cultural richness to students in an international environment. To address these problems, the community service activity was implemented through a participatory approach that included the stages of needs analysis, development of local wisdom-based learning modules, teacher training, implementation of learning using digital media, and activity evaluation. The learning media developed included Virtual Reality (VR), digital flipbooks, and educational videos that showcase Central Kalimantan culture such as the Huma Betang philosophy, the Gawi Hatantiring tradition, and the traditional Balogo game. The results of the activity showed an increase in students' cultural understanding with an average score increasing from 64.2 to 83.5 after the implementation of the learning. In addition, students' positive response to the use of digital learning media reached 78–86%. This activity also increased teachers' capacity in integrating local wisdom into multicultural learning. Thus, the integration of local wisdom based on digital technology can be an effective strategy in strengthening students' cultural identity while supporting Indonesia's educational diplomacy in the international environment.
Integrasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pembelajaran IPS Sebagai Strategi Penguatan Karakter Siswa Di Sekolah Dasar (Studi Kasus: SD Islam Terpadu (SDIT) Muhammadiyah Palangka Raya) Herman Herman; Irvan Mahendra
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2026): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v21i1.12927

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh memudarnya nilai-nilai karakter kebangsaan di kalangan siswa Sekolah Dasar yang ditandai dengan munculnya perilaku intoleransi, rendahnya rasa empati, melemahnya semangat gotong royong, serta kurangnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Studi kasus dilaksanakan di SD Islam Terpadu (SDIT) Muhammadiyah Palangka Raya sebagai sekolah berbasis Islam yang mengedepankan integrasi nilai agama dan kebangsaan dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dapat dijadikan sebagai strategi penguatan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk-bentuk integrasi nilai Pancasila dalam pembelajaran IPS serta implikasinya terhadap penguatan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study) yang didukung oleh studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di SDIT Muhammadiyah Palangka Raya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila mampu membentuk karakter siswa secara holistik melalui tiga jalur utama, yaitu: pemilihan materi yang kontekstual, penerapan metode pembelajaran berbasis proyek sosial, serta pembiasaan nilai dalam rutinitas kelas. Dengan demikian, guru IPS di SDIT Muhammadiyah Palangka Raya memegang peran sentral sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam penanaman karakter berbasis Pancasila.
Penguatan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda melalui Program Literasi Pancasila Berbasis Komunitas Herman Herman; Irvan Mahendra; M. Fatchurrahman
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v4i1.12904

Abstract

Latar Belakang: Melemahnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda di era digital dan globalisasi menjadi tantangan nyata yang memerlukan intervensi pendidikan non-formal yang kontekstual. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila, menumbuhkan semangat cinta tanah air, dan membangun kesadaran toleransi pada generasi muda Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Metode: Program dilaksanakan pada Maret–April 2025, melibatkan 45 peserta (pelajar SMA, mahasiswa, dan anggota karang taruna), menggunakan ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan literasi mandiri berbasis modul Pancasila yang dirancang secara kontekstual. Efektivitas diukur melalui pre-test dan post-test (25 butir pilihan ganda) serta angket respon peserta dengan skala Likert 1–5. Hasil: Rata-rata skor peserta meningkat dari 54,2 (pre-test) menjadi 78,6 (post-test), dengan selisih 24,4 poin (peningkatan sebesar 45% dari skor awal). Peserta berkategori "Sangat Baik" meningkat dari 6,7% menjadi 46,7%. Rata-rata skor respon peserta mencapai 4,5 dari skala 5. Kesimpulan: Program Literasi Pancasila memberikan indikasi yang kuat terhadap peningkatan pemahaman dan internalisasi nilai kebangsaan generasi muda, meskipun konfirmasi statistik melalui uji berpasangan masih perlu dilakukan untuk memperkuat klaim efektivitas.
Pelatihan Tenaga Penilai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tıpe A di Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong, Kalimantan Timur Dibyo Waskito Guntoro; Chandra Anugrah Putra; Muhammad Subandi; Abdussalam Abdussalam; Irmadatus Sholekhah; Irvan Mahendra
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v4i1.12906

Abstract

Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A menjadi instrumen strategis dalam perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran nonformal. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kompetensi dan profesionalitas tim penilai dalam melakukan asesmen portofolio calon mahasiswa. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Tim RPL, Tim Penilai, dan Tim Komite dari 6 program studi di UNIKARTA dalam menyelenggarakan asesmen RPL Tipe A yang akuntabel dan berstandar nasional. Metode: Pelatihan dilaksanakan selama dua hari (13–14 April 2026) dengan metode ceramah interaktif, diskusi kasus, dan praktik penilaian portofolio. Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan perangkat lunak jamovi (versi 2.6). Hasil: Terdapat 23 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 49,15 pada pre-test menjadi 57,86 pada post-test. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai statistik t = -2,082 dengan derajat kebebasan (df) = 22 dan nilai p = 0,050 (batas signifikansi 5%). Meskipun nilai p berada tepat pada ambang batas signifikansi, peningkatan kompetensi peserta secara deskriptif cukup bermakna. Kesimpulan: Pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman peserta tentang mekanisme asesmen RPL Tipe A, meskipun masih diperlukan penguatan lanjutan untuk mencapai hasil yang lebih optimal secara statistik.
The Role of Pancasila and Citizenship Education Teachers in Multicultural Education in Schools Irvan Mahendra
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 1 (2024): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v10i1.9004

Abstract

Background: The aim of this research was to find out and explain the role of Pancasila and citizenship education teachers in multicultural education. The method belonged to a library research approach. The data collection technique in this research was documentation, namely looking for data regarding variables in the form of books, papers, articles, journals, and so on. The data analysis technique used in this research was the descriptive method,namely research that seeks to describe and interpret what exists, opinions that are growing, ongoing processes, consequences or effects that occur or developing tendencies regarding the idea of ​​the role of Pancasila and citizenship education teachers in multicultural education in schools. The research results showed that the role of Civics teachers is very important in providing multicultural education considering that multicultural education is very important for students who live in a multicultural environment like the Indonesian nation. This helps students used a positive self-concept by providing an understanding of multicultural education, where Civics teachers must have a multicultural education perspective before they teach to students. This is a real challenge for professional Civics teachers. Teachers must be confident and ready to provide multicultural education.
Analysis of the Need for Futuristic Technological Innovation in English-Based Civics Learning in the Society 5.0 Era at MAS Darul Amin Palangka Raya Irvan Mahendra; Malik Ramadhan Nasution; Bobbitya Putra W; Putri Azzahra Cinta Wahyuni
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 1 (2025): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v11i1.11454

Abstract

Background: The Society 5.0 era demands fundamental transformation in educational paradigms through integration of cyberphysical systems, artificial intelligence, and big data analytics. Pancasila and Citizenship Education (PPKn) faces challenges in integrating national values with global citizenship demands, requiring English-based instruction and futuristic technological support. MAS Darul Amin Palangka Raya encounters strategic challenges in implementing English-based PPKn learning while harmonizing Islamic-Indonesian values with international standards. Aim: This research aims to map readiness levels and analyze factors influencing English-based PPKn learning implementation supported by futuristic technology in the Society 5.0 era at MAS Darul Amin Palangka Raya. Method: This study employed mixed-methods with sequential explanatory design. The quantitative phase utilized Technology Readiness for Futuristic Learning (TRFL) questionnaire adapted from Technology Readiness Index 2.0, involving 201 respondents through proportional stratified random sampling. The qualitative phase conducted semi-structured interviews and focus group discussions with 12 purposively selected informants. Data were analyzed using descriptive statistics, Mann-Whitney U Test, and thematic analysis following Miles, Huberman, and Saldana framework. Results and Dıscussion: Findings revealed aggregate Technology Readiness Index (TRI) score of 2.74 (moderate category), with high optimism (3.42) balanced by security concerns (3.07) and implementation discomfort (2.89). Significant disparities existed between groups, with Grade 10 students showing highest readiness (2.89) while teachers scored lowest (2.45). Qualitative exploration identified six themes: technology perceptions, infrastructure capacity, cultural resistance, learning expectations, security concerns, and implementation preferences. Integration analysis confirmed convergence on ambivalent readiness and age-related gaps, revealing divergence between theoretical optimism and practical concerns. Conclusion: MAS Darul Amin Palangka Raya demonstrates conditional readiness requiring phased implementation addressing infrastructure limitations, teacher capacity building, cultural adaptation, and equity considerations for sustainable transformation toward Society 5.0 educational paradigm. Keywords: Society 5.0, Futuristic Technology, English-Based Learning, Civics Education, Technology Readiness