Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETAHANAN KELUARGA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG TIDAK MEMPUNYAI ANAK Siti Zulaichah; Muchamad Coirun Nizar
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.632 KB)

Abstract

Keharmonisan dan ketahanan dalam rumah tangga merupakan dambaan setiap pasangan termasuk pasangan yang belum mempunyai keturunan, beberapa pasangan yang belum memiliki keturunan mampu menjaga ketahanan keluarganya. Ketahanan keluarga sangat diperlukan oleh keluarga dalam upaya menghadapi permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat. Ketahanan keluarga merupakan merupakan gambaran kemampuan keluarga dalam memenuhi segala kebutuhan keluarga yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor dan analisis ketahanan keluarga di Kecamatan Pedurungan.Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif berupa penelitian di lapangan. Dalam pengambilan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptip dengan cara memilih hal-hal yang pokok kemudian dijelaskan melalui uraian, tabel dan penarikan kesimpulan.Dari hasil survey diketahui bahwa latar belakang ketahanan keluarga yang sudah menikah bertahun-tahun namun belum mempunyai keturunan menjadi konflik dalam pasangan. Namun pasangan ingin tetap mempertahankan keluarganya dan bersyukur atas nikmat Allah berikan. Kata Kunci: Ketahanan, suami istri, keluarga, dan keturunan.
Derden verzet as a Legal Protection Effort for Third Parties In Realising Sustainable Development Goals (SDGs) Siti Zulaichah; Yayuk Whindari; Sheila Kusuma Wardani Amnesti; Nurul Istiqomah
Jurnal Ius Constituendum Vol. 11 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Magister Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jic.v11i1.12669

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of derden verzet as a legal protection mechanism for third parties in civil execution disputes in Indonesia and to assess its relevance to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 16 on peace, justice, and strong institutions. Employing normative legal research with a case approach, this article examines Decision No. 372/Pdt/2020/PT.Bdg and relevant procedural norms under the HIR/RBg framework, supported by doctrinal and human-rights-based justice literature. The findings show that derden verzet is conceptually designed to safeguard third-party property rights affected by final court judgments; however, its implementation remains constrained by procedural formalism, a heavy burden of proof, limited public awareness, and inadequate procedural safeguards in summons and evidentiary examination. In the analyzed case, the third party’s attempt to reclaim property rights was impeded despite indications that the transfer of rights occurred in the absence of good faith, demonstrating a gap between procedural compliance and substantive justice. This condition undermines legal certainty and weakens access to justice, contradicting the institutional objectives promoted by SDG Goal 16. The novelty of this study lies in repositioning derden verzet not merely as an extraordinary procedural remedy but as a substantive rights-protection instrument within a human-rights-oriented civil justice reform agenda, while identifying key normative deficiencies such as unclear standing requirements and undefined criteria of “harmed interests.” Accordingly, the study recommends clearer judicial guidelines and standardized procedural rules to strengthen third-party standing assessment, improve structured evidentiary review, and reduce excessive formalism to ensure more effective protection and a more accountable civil justice system.