Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lentera Perawat

Intervensi Digital Untuk Meningkatkan Perilaku Makan Buah Dan Sayur Pada Remaja : Systematic Review Amita, Dzikra Fitria; Siti Yuyun Rahayu Fitri; Wiwi Mardiah
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.294

Abstract

Memastikan konsumsi buah dan sayuran yang memadai menjadi perhatian khusus bagi remaja yang harus sering mengelola lingkungan sosial dan hidup baru dengan struktur yang lebih sedikit dan lebih banyak pilihan tentang makanan. Mengembangkan intervensi nutrisi yang efektif untuk remaja menantang karena mereka adalah kelompok populasi yang unik dan sulit untuk terlibat. Menggunakan teknologi Internet untuk mempromosikan perubahan perilaku kesehatan memiliki beberapa keunggulan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi website (webbased) terhadap konsumsi sayur dan buah-buahan pada remaja. Metode penelitian ini adalah literature review, dimana pencarian studi dilakukan pada search engine yaitu PubMed/NCBI, Sage Journal, EBSCO menggunakan keyword adolescent, web-based, internet-based intervention, Nutrition, healthy eating, behavior, fruit and vegetables, Nutritional Status, healthy diet selama tahun 2015-2021 berdasarkan kata kunci tersebut didapatkan sebanyak 623 artikel, kemudian dilakukan seleksi menggunakan PRISMA berdasarkan kriteria dan didapatkan 11 artikel yang relevan dengan topik. Penelitian ini menyimpulkan intervensi berbasis internet yaitu berupa web-based atau website berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan konsumsi buah dan sayur pada anak remaja dan menunjukkan bahwa pentingnya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan gizi anak sekolah, membentuk sikap positif terhadap makanan dalam rangka membentuk kebiasaan makan yang baik.
Perceived susceptibility and vaccine hesitancy among mothers in completing basic immunization: A qualitative study Amita, Dzikra Fitria; Risdianti, Helza; Firstania, Aurellia; Zaharany, Tsania Ayu; Rajagukguk, Sartika; Khoirot, Risyda Ma'arifatul; Fajri, Dinda Nur; Gunawan, Annisa Pratiwi; Pitora, Tobi
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.705

Abstract

Background: Immunization is a highly effective public health intervention to reduce child morbidity and mortality. However, declining immunization coverage in several regions of Indonesia, including North Bengkulu Regency, reflects growing vaccine hesitancy. In Arga Makmur, concerns about post-immunization adverse events (KIPI) influence mothers’ decisions, indicating a shift in perceived susceptibility within the Health Belief Model. Objective: This study aimed to explore mothers’ perceived susceptibility related to childhood immunization and how these perceptions contribute to vaccine hesitancy in Arga Makmur, North Bengkulu. Methods: A descriptive qualitative study was conducted between October and November 2022 in the working area of the Argamakmur Community Health Center, North Bengkulu Regency, Indonesia. Nine mothers of children with incomplete immunization status were selected using purposive sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, audio-recorded, transcribed verbatim, and analyzed using Braun and Clarke’s six-phase thematic analysis. Results: Four major themes emerged from the analysis: (1) fear that injections could cause illness in children, (2) suspicion regarding the safety of vaccines and medications, (3) perceptions that children were physically weak or unfit to receive immunization, and (4) fatalistic beliefs reflected in surrender to divine destiny. Mothers tended to perceive the risks associated with vaccination as more immediate and threatening than the risks posed by vaccine-preventable infectious diseases. These perceptions were reinforced by misinformation, social narratives, and personal observations of post-immunization reactions. Conclusion: Vaccine hesitancy among mothers in Arga Makmur is strongly associated with a shift in perceived susceptibility—from concern about infectious diseases toward fear of vaccine-related risks. Addressing this imbalance requires effective risk communication, strengthening trust in healthcare providers, counteracting misinformation, and implementing culturally and religiously sensitive health promotion strategies to improve immunization acceptance.