Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Self Assesment System Pada Wajib Pajak Restoran oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Silitonga, Junita; Nasution, Mimin Sundari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25091

Abstract

Self assessment system merupakan sistem pembayaran pajak yang dimana setiap wajib pajaknya dipercayakan untuk menghitung dan melaporkan wajib pajaknya sendiri. Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) sebagai tempat memberikan layanan kepada setiap wajib pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas dari self assessment system dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan sistem ini. Teori Delone And Mclean (dalam andiekaputra, 2022) digunakan dalam penelitian ini, dan ada enam aspek pengukuran efektivitas, antara lain: system quality indikator pengukurannya adaptability, ease of use, timeless, dan security. Information quality indikator pengukurannya completeness, understandability, dan relevance. Service quality indikator pengukurannya assurance, empathy, dan responsiveness. Use. User satisfaction indikator pengukurannya effeciency, effectiveness, dan repeat satisfaction. Net benefits indikator pengukurannya ease of job, speed of accomplishing task job, dan time savings. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self assessment system merupakan sistem yang sudah cukup baik untuk diterapkan dalam pemungutan pajak. Perlunya sosialisasi mendalam, pemantauan dan pengawasan yang optimal oleh BAPENDA terhadap wajib pajak.
Penyuluhan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Terapi Bermain Pada Anak Usia Sekolah di SDN Rawabunga 11, Jakarta Timur Anugrahwati, Ria; Gunawan, Edi; Silitonga, Junita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19857

Abstract

ABSTRAK Anak pada usia sekolah, rentan terkena penyakit gigi dan mulut karena secara umum belum memiliki kebiasaan yang mendukung  untuk gigi dan mulut yang sehat. Penyuluhan tentang Kesehatan gigi dan mulut serta terapi bermain adalah bagian dari Kesehatan yang baik karena dapat mempengaruhi Kesehatan seluruh tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat agar dapat meningkatkan Kesehatan gigi dan mulut serta terapi bermain pada anak. Metode pelaksanaan kegaiatan ini dimulai dari pemberian materi Kesehatan gigi dan mulut, kemudian dilanjutkan dengan praktik menggosok gigi disertai dengan terapi bermain. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Desember 2024 di SDN Rawabunga 11 Jakarta Timur. Peserta yang terlibat sebanyak 60 anak usia sekolah. Setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut, kemudian dilanjutkan dengan praktik menggosok gigi disertai dengan terapi bermain, terlihat anak usia sekolah mampu memahami cara menjaga agar gigi dan mulut selalu sehat diiringi dengan kemampuan psikomotor. Penyuluhan kesehatan ini diharapkan anak usia sekolah dapat mempraktekkan hidup sehat bagi dirinya sendiri. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah,  Kesehatan Gigi Dan Mulut, Praktik Gosok Gigi, Terapi Bermain  ABSTRACT School age children are vulnerable to dental and oral diseases because they generally do not have habits that support healthy teeth and mouths. Education about dental and oral health and play therapy are part of good health because they can affect the health of the whole body. The aim of community service activities is to improve dental and oral health and play therapy in children. The method of implementing this activity starts with providing dental and oral health material, then continues with the practice of brushing teeth accompanied by play therapy. The activity was held on Tuesday, December 10 2024 at SDN Rawabunga 11, East Jakarta. The participants involved were 60 school age children. After providing dental and oral health education, followed by the practice of brushing teeth accompanied by play therapy, it was seen that school-age children were able to understand how to keep their teeth and mouth healthy along with psychomotor skills. It is hoped that this health education will enable school-age children to practice healthy living for themselves. Keywords: School Age Children, Dental Health And Oral Health, Tooth Brushing Practice, Play Therapy
Cognitive Therapy and Supportive Therapy Can Reduce Anxiety in Female Adolescents who are Victims of Bullying Laela, Sri; Silitonga, Junita; Anugrahwati, Ria; Hartati, Suryani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2706

Abstract

Bullying among female adolescents is a significant psychosocial issue that can lead to increased levels of anxiety, impaired self-esteem, and long-term emotional consequences. This study aimed to evaluate the effectiveness of cognitive therapy combined with supportive therapy in reducing anxiety among female adolescents who have experienced bullying. Cognitive therapy focuses on restructuring maladaptive thought patterns, while supportive therapy emphasizes empathy, encouragement, and strengthening of coping skills. The research design used true experimental pre- post test with control group with a sample of 60 respondents and using random sampling techniques. The questionnaires used in this study were the Olweus Bully/Victims Questionnaire to determine adolescents who are victims of bullying and HARS (Hamilton anxiety raising scale) to determine the level of anxiety. The findings suggest that the integration of cognitive and supportive therapy offers a synergistic approach to addressing psychological distress caused by bullying, (pv = 0.048). A combination of cognitive therapy and supportive therapy is recommended to overcome mental health problems in adolescent victims of bullying.
The relationship between financial compensation and nurse performance in the emergency room of Hermina Jatinegara Hospital Anugrahwati, Ria; Laela, Sri; Silitonga, Junita
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2631

Abstract

Background: Financial compensation is a significant factor influencing nurse motivation and performance, particularly in the Emergency Department (ED), which has a high workload. Adequate compensation is expected to improve the quality of care and nurse job satisfaction.Objective: To examine the relationship between financial compensation and nurse performance in the Emergency Department of Hermina Jatinegara Hospital.Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all emergency room nurses at Hermina Jatinegara Hospital (n = 28), using a total sampling technique. Data were collected using financial compensation (10 items) and nurse performance (12 items) questionnaires, both of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-square test (? = 0.05).Results: Most respondents were middle-aged (46.4%), female (78.6%), held either a Diploma III (D3) or Bachelor’s (S1) degree in Nursing (50.0% each), and had worked for more than six years (50.0%). The majority of nurses received moderate compensation (53.6%) and demonstrated good performance (53.6%). The Chi-square test results showed a significant relationship between financial compensation and nurse performance (p = 0.000).Conclusion: There is a significant association between financial compensation and nurse performance in the Emergency Department of Hermina Jatinegara Hospital. Implementing fair and proportional compensation policies has the potential to motivate nurses to maintain and enhance their performance quality.
Optimalisasi Pencegahan Penyakit Degeneratif: Diabetes Melitus Di Wilayah Semper, Jakarta Utara Silitonga, Junita; Laela, Sri; Anugrahwati, Ria; Gunawan, Edi; Putri, Nadia Oktiffany
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.14420

Abstract

ABSTRAK Diabetes merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup, sehingga pengelolaan penyakit ini menjadi begitu penting dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi bahkan kematian pada penderita Diabetes mellitus. Diperlukan dukungan untuk membantu klien mencegah diabetes melitus melalui pendekatan keperawatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit degeneratif: DM. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan melakukan screening gula darah, kemudian dilanjutkan pre – posttest dengan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 15 pertanyaan pilihan ganda. Klien diberikan penyuluhan mengenai optimalisasi pencegahan penyakit degeneratif: DM (terapi non farmakologis, perawatan kaki dan rileksasi otot progresif). Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Desember 2023 di Wilayah Semper, Jakarta Utara. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 10 klien yang beresiko DM. Tingkat pengetahuan klien meningkat sebanyak 22,5% setelah diberikan penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan Kesehatan meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor klien dalam mencegah penyakit degeneratif: Diabetes Melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Rileksasi Otot Progressive, Terapi Non Farmakologi                                                       ABSTRACT Diabetes is a chronic disease that will last a lifetime, so managing this disease is very important to improve the quality of life and prevent complications and even death in diabetes mellitus sufferers. Support is needed to help clients prevent diabetes mellitus through a nursing approach. The aim of this community service activity is to increase knowledge about preventing degenerative diseases: DM. The method of implementing the activity begins with a blood sugar screening, then continues with a pre - post-test using a questionnaire consisting of 15 multiple choice questions. Clients are given counseling regarding optimizing the prevention of degenerative diseases: DM (non-pharmacological therapy, foot care and progressive muscle relaxation). The activity was held on Thursday, December 14th 2023 in the Semper area, North Jakarta. Participants in this activity were 10 clients who were at risk of DM. The client's knowledge level increased by 22.5% after being given counseling. This shows that health education activities improve clients' cognitive and psychomotor abilities in preventing degenerative diseases: Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Progressive Muscle Relaxation, Non-Pharmacological Therapy
PENINGKATAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF MELALUI BOOKLET BREASTFEEDING SELF -EFFICACY hartati, suryani; Silitonga, Junita
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 10 No 2 (2023): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v10i2.469

Abstract

Exclusive breastfeeding can be given successfully if the mother has self-confidence or Breastfeeding self-efficacy (BSE) and increase if the mother is given health education using media in the form of booklets. The aim of the study was to determine whether there was an increase in exclusive breastfeeding through a breastfeeding self-efficacy booklet given from prenatal to postnatal. The method used is quantitative with a quasi-experimental design. This design uses the instrument Breastfeeding self-efficacy scale short form (BSES-SF ) pre and post test in the sample group, as a measure of mothers' beliefs in BSES-SF consisting of 14 statement points which are responded to with a Likert scale ranging from 1 to 5 Breastfeeding Self- Efficacy Scale (BSES) developed by Dennis & Faux (1996). The time of the study started in October 2021 and was repeated in January 2022. The results of this study found that there was a significant increase in knowledge about exclusive breastfeeding, an average of 60.97. Result pvalue: 0.000 (pvalue <0.05). Suggestions for nurses can convince mothers to be able to provide exclusive breastfeeding through health education the use media booklet Brestfeeding self-efficacy (BSE). Keyword : Brestfeeding self-efficacy (BSE), ASI eksklusif, Booklet ABSTRAK Pemberian ASI Eksklusif dapat berhasil diberikan jika ibu memiliki keyakinan diri / Brestfeeding self-efficacy (BSE) dan meningkat bila ibu diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media berupa booklet. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya peningkatan pemberian ASI eksklusif melalui booklet breasfeeding self-efficacy yang diberikan sejak prenatal sampai dengan post natal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Desain ini menggunakan instrumen Breastfeeding self- efficacy scale short form (BSES-SF )pre dan post test pada kelompok sampel, sebagai alat ukur keyakinan ibu dalam BSES-SF terdiri dari 14 poin pernyataan yang direspon dengan skala likert rentang 1 sampai 5 Breastfeeding Self- Efficacy Scale (BSES) yang dikembangkan oleh Dennis & Faux (1996). Waktu penelitian dimulai dari bulan Oktober 2021 dan diulang pada Januari 2022. Hasil penelitian ini ditemukan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang pemberian ASI eksklusif rerata sebesar 60,97. Hasil pvalue : 0,000 (pvalue<0,05).Kesimpulan perawat dapat menyakini ibu untuk dapat memberikan ASI eksklusif melalui pendidikan kesehatan dengan menggunakan media booklet Brestfeeding self-efficacy (BSE). Kata kunci : Brestfeeding self-efficacy (BSE), ASI eksklusif, Booklet
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Cyberbullying di Sekolah Anugrahwati, Ria; Silitonga, Junita
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.331

Abstract

Latar Belakang: Fenomena cyberbullying dan hubungannya dengan penggunaan media sosial pada anak usia sekolah merupakan topik yang semakin relevan dalam era digital saat ini dan di luar negeri banyak dijumpai kasus-kasus cyberbullying yang membawa dampak sangat serius bagi korbannya seperti bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku cyberbullying di sekolah Metode: Jenis penelitian ini adalah survey cross sectional. Populasi adalah murid sekolah dasar yang berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling yang dianalisa menggunakan uji chi square. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dari penelitian sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 100 responden sebagian besar (55%) berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar (33%) kelas 5, sebagian besar penggunaan media sosial (61%) secara positif. Dan Sebagian besar tidak berperilaku cyberbullying (62%). Kesimpulan: Hasil uji chi-square didapatkan p value = 0,016 yang artinya ada hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku cyberbullying dengan kata lain ada pengaruh dampak negatif terhadap penggunaan teknologi informasi dalam bentuk cyberbullying di lingkungan. Rekomendasi untuk mengurangi perilaku cyberbullying yaitu anak usia sekolah perlu dibatasi penggunaan media sosial, termasuk diperlukan pengawasan oleh orangtua dan guru terhadap penggunaan media sosial di sekolah ataupun di rumah.
Pemberdayaan Ibu Alam Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga di Wilayah Puskesmas Kelurahan Rawa Bunga Jakarta Timur Anugrahwati, Ria; Silitonga, Junita; Laela, Sri; Musripah, Musripah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23412

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan ibu merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, karena ibu memiliki peran sentral dalam aspek pengasuhan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial-ekonomi rumah tangga. Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini supaya ibu memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari pre test, pemberian materi tentang gaya hidup sehat, deteksi dini kanker serviks, melatih pengecekan gula darah sewaktu dan terapi suportif guna meningkatkan kesehatan mental ibu, serta post test. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025 di Puskesmas Kelurahan Rawa Bunga, Jakarta Timur. Peserta yang terlibat sebanyak 30 ibu usia subur dan 3 Kader Kesehatan. Hasil menunjukkan setelah di lakukan edukasi Kesehatan pada ibu, terlihat peningkatan yang signifikan pada aspek kognitif dan psikomotor ibu. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa peningkatan kapasitas ibu melalui edukasi kesehatan, pelatihan keterampilan pemeriksaan mandiri, dan penguatan dukungan psikologis dapat menjadi strategi efektif dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Program pemberdayaan berbasis keluarga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh lembaga kesehatan dan pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kata Kunci: Pemberdayaan Ibu, Gaya Hidup Sehat, Kualitas Hidup Keluarga, Kesehatan Reproduksi, Terapi Suportif.  ABSTRACT Maternal empowerment is an important strategy in improving the quality of family life, because mothers have a central role in the aspects of caregiving, health, and socio-economic welfare of the household. The purpose of this community service activity is so that mothers have the ability to improve the quality of family life. The method of implementation of this activity starts with a pre-test, providing material on a healthy lifestyle, early detection of cervical cancer, training in checking random blood sugar and supportive therapy to improve maternal mental health, and a post-test. The activity was held on Wednesday, November 5, 2025 at the Rawa Bunga Village Health Center, East Jakarta. Participants involved were 30 women of childbearing age and 3 Health Cadres. The results showed that after the health education for mothers, there was a significant increase in cognitive and psychomotor skills in mothers. The conclusion of this activity is that increasing maternal capacity through health education, self-examination skills training, and strengthening psychological support can be an effective strategy in building healthy, independent, and quality families. Family-based empowerment programs are expected to be implemented sustainably by health institutions and local governments to create a prosperous society. Keywords: Maternal Empowerment, Healthy Lifestyle, Family Quality Of Life, Reproductive Health, Supportive Therapy.