Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTEGRASI KONEKTIVITAS UNTUK ANAK AUTISTIK DENGAN KARAKTERISTIK HIPERSENSITIF DAN HIPOSENSITIF Safrilia, Adisti
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.763 KB) | DOI: 10.26905/mj.v19i2.3486

Abstract

Anak-anak autistik memiliki karakteristik khusus dalam indera penglihatan mereka yang digunakan untuk membantu mereka merespons stimulasi sensorik tertentu. Untuk membantu mereka berbaur dalam lingkungan yang sama, beberapa hal diperlukan untuk merangsang indra mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan sensorik untuk merancang pusat rehabilitasi untuk anak-anak dengan autisme. Dalam pusat rehabilitasi ini diperlukan ruang untuk mengakomodasi 2 karakter autisme: 1) hipersensitif dan hiposensitif di satu tempat, salah satunya adalah menghadirkan ruang pertemuan untuk mereka dengan menggunakan taman sensorik sebagai elemen pencahayaan alami, tempat sosial, dan sebagai lingkungan penyembuhan yang mampu menyediakan ruang untuk perbaikan anak. Karakter ini diperlukan untuk menentukan proses terapi, psikologis, dan sensorik yang akan diterima dengan baik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis sebagai pembahasan utama. Diperoleh dari yang diharapkan dapatkan deskripsi sedekat mungkin dengan pengalaman autisme individu. Desain elemen bangunan akan membahas desain sensorik dan perilaku anak autis, desain gerakan massa, bentuk, ruang, penggunaan bahan menjadi pertimbangan utama dalam percakapan. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v19i2.3486  
Penguatan Literasi Finansial Melalui Gemar Menabung Siswa Sekolah Dasar Dri Puspita, Wulan; Safrilia, Adisti; Saputri, Ananda Herta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial literacy is the ability to manage finances. The Financial Services Authority (OJK) has advocated for financial literacy programs in schools to encourage children to develop a habit of saving and create a lasting impact. Money is a tool that can be both a solution and a problem if not managed properly. Students at Duwet Elementary School are generally aware of the functions of money but struggle to grasp its true meaning. Their inability to distinguish between needs and wants leads to their pocket money being spent quickly every time it's given. This doesn't mean that spending money on treats is prohibited, but it's more appropriate to allocate funds for desires, necessities, and savings after carefully considering their usage. This knowledge is lacking among Duwet Elementary School students. The challenge of managing money becomes a reason for our outreach team to provide financial literacy training through promoting a love for saving. Early childhood is a phase when memories are easily retained. Hence, activities are conducted to foster financial literacy. The outcomes of these activities demonstrate the children's enthusiasm in participating in the program and their understanding of the purpose of saving.
Pemberdayaan Gen Z di Desa Poncokusumo melalui Wisata Digital: Pengembangan Papan Interpretasi dan Aplikasi Self-Guided Tour Berbasis Teknologi Safrilia, Adisti; Eka Purwanto, Rhiza; Saudah, Saudah; Setiawan, Mochammad Bagus Rendy; Renata, Onny Neila
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ebm2sb53

Abstract

Desa Poncokusumo merupakan pintu gerbang menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan memiliki potensi wisata alam, agro, dan budaya yang besar. Namun, kapasitas pengelolaan wisata dan penyediaan informasi edukatif bagi wisatawan masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pengalaman berwisata. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat pengelolaan desa wisata melalui pemberdayaan generasi muda dan pengembangan media interpretasi digital. Metode yang digunakan meliputi Participatory Rural Appraisal (PRA), survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknologi, serta penyusunan draft masterplan digital tourism. Keluaran utama kegiatan ini mencakup: (1) perumusan visi–misi bisnis plan wisata digital, (2) pemasangan papan interpretasi digital berbasis QR Code di titik strategis, (3) pengembangan aplikasi self-guided tour berisi narasi multimedia dan rute wisata mandiri, dan (4) penyusunan draft awal masterplan digital tourism yang memetakan potensi wisata, rute edukatif, dan kebutuhan fasilitas pendukung. Program ini memberikan dampak sosial dan ekonomi berupa peningkatan kolaborasi antargenerasi, penguatan literasi digital masyarakat, serta pertumbuhan pendapatan UMKM lokal. Hasil program menunjukkan bahwa penerapan smart tourism berbasis komunitas efektif dalam memperkaya pengalaman wisatawan, memperluas akses informasi, serta mendukung pengelolaan desa wisata secara mandiri dan berkelanjutan. Model ini dapat direplikasi ke desa wisata lain yang tengah bertransformasi menuju wisata digital.