Setiawan, Mochammad Bagus Rendy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Gen Z di Desa Poncokusumo melalui Wisata Digital: Pengembangan Papan Interpretasi dan Aplikasi Self-Guided Tour Berbasis Teknologi Safrilia, Adisti; Eka Purwanto, Rhiza; Saudah, Saudah; Setiawan, Mochammad Bagus Rendy; Renata, Onny Neila
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ebm2sb53

Abstract

Desa Poncokusumo merupakan pintu gerbang menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan memiliki potensi wisata alam, agro, dan budaya yang besar. Namun, kapasitas pengelolaan wisata dan penyediaan informasi edukatif bagi wisatawan masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pengalaman berwisata. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat pengelolaan desa wisata melalui pemberdayaan generasi muda dan pengembangan media interpretasi digital. Metode yang digunakan meliputi Participatory Rural Appraisal (PRA), survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknologi, serta penyusunan draft masterplan digital tourism. Keluaran utama kegiatan ini mencakup: (1) perumusan visi–misi bisnis plan wisata digital, (2) pemasangan papan interpretasi digital berbasis QR Code di titik strategis, (3) pengembangan aplikasi self-guided tour berisi narasi multimedia dan rute wisata mandiri, dan (4) penyusunan draft awal masterplan digital tourism yang memetakan potensi wisata, rute edukatif, dan kebutuhan fasilitas pendukung. Program ini memberikan dampak sosial dan ekonomi berupa peningkatan kolaborasi antargenerasi, penguatan literasi digital masyarakat, serta pertumbuhan pendapatan UMKM lokal. Hasil program menunjukkan bahwa penerapan smart tourism berbasis komunitas efektif dalam memperkaya pengalaman wisatawan, memperluas akses informasi, serta mendukung pengelolaan desa wisata secara mandiri dan berkelanjutan. Model ini dapat direplikasi ke desa wisata lain yang tengah bertransformasi menuju wisata digital.