Ismaya (Ismaya)
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH DOSIS SPERMA YANG DIENCERKAN DENGAN NaCl FISIOLOGIS TERHADAP FERTILITAS TELUR PADA INSEMINASI BUATAN AYAM KAMPUNG Widya Asmarawati; Kustono (Kustono); Diah Tri Widayati; Sigit Bintara; Ismaya (Ismaya)
Buletin Peternakan Vol 37, No 1 (2013): Buletin Peternakan Vol. 37 (1) Februari 2013
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v37i1.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis sperma untuk Inseminasi Buatan (IB) pada ayam kampung terhadap fertilitas telurnya. Dosis IB ini berguna untuk mengetahui perbandingan jantan dan betina yang paling efisien dalam suatu pemeliharaan. Sperma ditampung dan dicampur dari 5 ekor ayam Pelung jantan yang berumur sekitar 52 minggu. Sperma yang telah diketahui konsentrasinya kemudian dibagi menjadi 3 bagian dan masing-masing diencerkan dengan NaCl fisiologis sehingga diperoleh dosis akhir yaitu 25x106/0,1 ml (dosis 1); 75x106/0,1 ml (dosis 2); dan 150x106/0,1 ml (dosis 3). Sembilan ekor ayam kampung betina diinseminasi untuk mengetahui pengaruh dosis terhadap fertilitas telur. Ayam betina yang digunakan adalah ayam kampung yang berumur sekitar 30 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis sperma tidak berpengaruh pada fertilitas telur ayam kampung. Fertilitas telur untuk masing-masing perlakuan dosis 1, 2, dan 3 adalah 44,13±20,84; 66,67±23,57; dan 58,75±14,36%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dosis sperma tidak berpengaruh pada fertilitas telur ayam kampung.(Kata kunci: Ayam kampung, Dosis sperma, Inseminasi buatan)
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CONTROLLED INTERNAL DRUG RELEASE TERHADAP RESPON ESTRUS DAN KONSENTRASI HORMON ESTROGEN PADA KAMBING KACANG DAN KAMBING BLIGON Popalayah (Popalayah); Ismaya (Ismaya); Nono Ngadiyono
Buletin Peternakan Vol 37, No 3 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (3) OKTOBER 2013
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v37i3.3079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon estrus, awal estrus, dan lama estrus serta profil hormon estrogen pada kambing Kacang dan kambing Bligon setelah implan controlled internal drug release (CIDR) selama 13 hari. Penelitian ini menggunakan 7 ekor kambing Kacang, 7 ekor kambing Bligon, serta 1 ekor pejantan. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak empat kali yaitu sehari sebelum pemasangan CIDR (H0), sehari sebelum pelepasan CIDR (H12), saat pengamatan estrus (H17), dan satu siklus estrus (H37). Pemisahan plasma darah segera dilakukan setelah pengambilan darah lalu disimpan dalam freezer dengan suhu -20oC sampai uji hormon estrogen dilakukan. Respon estrus dianalisis dengan menggunakan Chi square, awal dan lama estrus menggunakan t-test dan untuk melihat konsentrasi hormon estrogen dengan menggunakan metode Enzyme Linked Immunosorbant Assay (ELISA). Pengamatan gejala estrus dengan melihat tanda-tanda visual yang muncul dan menggunakan pejantan sebagai pengusik. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa sinkronisasi estrus setelah implan CIDR pada kambing Kacang dan kambing Bligon menunjukkan perbedaan yang nyata (P≤0,01), persentase estrus pada kambing Kacang sebanyak 85,7% dan kambing Bligon sebanyak 71,4%. Awal munculnya estrus setelah pelepasan CIDR pada kambing Bligon 40,2±19,3 jam sedang pada kambing Kacang 52,6±18,4 jam. Lama estrus pada kelompok kambing Kacang dan Bligon masing-masing 24,0±8,6 jam dan 34,6±15,4 jam. Profil hormon pada saat estrus menunjukkan bahwa kambing Kacang memiliki konsentrasi hormon estrogen yang lebih tinggi 183,74±149,16 pg/ml, sedang pada kambing Bligon 108,129±59,02 pg/ml. Munculnya gejala estrus pada masing-masing ternak diikuti dengan tingginya konsentrasi hormon estrogen. Ternak estrus mempunyai konsentrasi hormon estrogen sekitar 94,127 pg/mL - 418,368 pg/mL, sedang pada ternak yang tidak mengalami estrus sekitar 20,17 pg/mL - 60,163 pg/mL. Disimpulkan bahwa penggunaan CIDR secara tunggal memberikan respon estrus dan konsentrasi hormon estrogen yang berbeda pada ternak perlakuan, respon estrus, dan konsentrasi hormon estrogen lebih tinggi pada kambing Kacang.(Kata kunci: Kambing Kacang, Kambing Bligon, CIDR, Estrogen)
KORELASI ANTARA HORMON TESTOSTERON, LIBIDO, DAN KUALITAS SPERMA PADA KAMBING BLIGON, KEJOBONG, DAN PERANAKAN ETAWAH Laili Rachmawati; Ismaya (Ismaya); Pudji Astuti
Buletin Peternakan Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v38i1.4598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hormon testosteron, libido, dan kualitas sperma kambing Bligon, Kejobong, dan Peranakan Etawah (PE). Sampel terdiri dari 3 ekor kambing Bligon, 3 ekor kambingKejobong, dan 3 ekor kambing PE jantan. Kadar testosteron diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Tingkat libido diketahui dengan pengamatan waktu pertama mencumbu betina, menaiki betina, sampai ejakulasi. Penampungan sperma menggunakan metode vagina buatan. Data yang diperoleh kemudian ditentukan nilai korelasi antara kadar testosteron dengan libido dan kualitas sperma. Hasil menunjukkan testosteron pagi kambing Bligon berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,79 dan Y= 20,91-6,52X), menaiki betina (R= -0,80 dan Y= 20,28-7,16X), ejakulasi (R= -0,81 dan Y= 14,03-7,56X), volume sperma (R= 0,65 dan Y= -0,78+0,03X), dan motilitas spermatozoa (R= 0,70 dan Y= -73,83+1,43X) (P<0,01). Testosteron pagi kambing Kejobong berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,75 dan Y= 14,96-0,68X), menaiki betina (R= -0,69 dan Y= 21,59-0,86X), ejakulasi (R= -0,66 dan Y= 28,51-0,83X), dan konsentrasi spermatozoa (R= 0,59 danY= 430,73+12,75X) (P<0,01), sedangkan testosteron sore berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,90 dan Y= 21,50-1,06X), menaiki betina (R= -0,90 dan Y= 24,89-1,16X), dan ejakulasi (R= -0,84 dan Y= 34,27-1,14X)(P<0,01). Testosteron sore kambing PE berkorelasi terhadap waktu mencumbu betina (R= -0,72 dan Y= 12,83-7,31X), menaiki betina (R= -0,72 dan Y= 9,11-7,67X), ejakulasi (R= -0,69 dan Y= 2,02-8,25X), viabilitas spermatozoa(R= 0,77 dan Y= -90,99+2,20X) dan konsentrasi spermatozoa (R= 0,72 dan Y= -452,10+9,56X) (P<0,01). Disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kadar hormon testosteron dengan tingkat libido dan kualitas sperma, serta terdapatvariasi korelasi diantara bangsa kambing.(Kata kunci: Korelasi, Testosteron, Libido, Kualitas sperma, Kambing)
Effects of Breed of Sire and Double Insemination on Performance of Reproduction of Local Sheep Ismaya (Ismaya); M. Soetimboel
Buletin Peternakan 1995: BULETIN PETERNAKAN SPECIAL EDITION 1995
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v0i-.5088

Abstract

Abstrak dalam bentuk hard copy
PENGARUH ARAS KUNING TELUR ITIK ALABIO (Anas platyrhynchos) DALAM PENGENCER TRIS FRUKTOSA TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, DAN ABNORMALITAS SPERMA KAMBING BLIGON SEBELUM DAN SESUDAH KRIOPRESERVASI Prajaningrum Luluk Miftahul Umami; Sigit Bintara; Ismaya (Ismaya)
Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i3.7978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aras kuning telur itik Alabio (Anas platyrhynchos) yang diencerkan dengan tris fruktosa terhadap persentase motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa kambing Bligon setelah pengenceran, ekuilibrasi, prefreezing, dan post-thawing. Kualitas sperma diamati setelah pengenceran, setelah ekuilibrasi, preefreezing, dan post-thawing. Sperma seekor kambing Bligon ditampung dengan metode vagina buatan dua kali seminggu. Sperma diencerkan dengan pengencer tris fruktosa dengan aras kuning telur itik 10%, 20%, dan 30%. Data kualitas spermasegar dianalisis dengan mean dan standar deviasi, sedangkan motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa setelah pengenceran, ekuilibrasi, prefeezing, dan post-thawing dianalisis variansi pola searah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kuning telur itik dengan aras 10% memberikanmotilitas dan viabilitas sperma setelah pengenceran, setelah ekuilibrasi, setelah prefreezing , serta setelah post-thawing yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan kuning telur itik dengan aras 20% maupun 30% (P<0,05). Selain itu, abnormalitas sperma yang mendapatkan kuning telur itik dengan aras 10% juga lebih rendah (P<0,05) jika dibandingkan dengan penggunaan aras 20% maupun 30%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kuning telur itik memberikan hasil yang terbaik terhadap kualitas spermatozoa kambing Bligon, jika dilihat dari variable: motilitas, viabilitas, abnormalitas spermatozoasetelah pengenceran (masing-masing: 74,00; 97,60 dan 0,60%), ekuilibrasi (masing-masing: 72,20; 94,00 dan 1,90%), prefreezing (masing-masing: 56,80; 77,70 dan 5,40%) dan post-thawing (masing-masing: 43,60; 62,60 dan 8,50%).(Kata kunci: Kambing Bligon, Kuning telur itik, Pengenceran, Sperma, Tris fruktosa)
PENGARUH PENGENCERAN SPERMA DENGAN AIR KELAPA DAN ARAS KUNING TELUR ITIK SERTA LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA DOMBA GARUT PADA PENYIMPANAN 5°C Novia Dimar Dwitarizki; Ismaya (Ismaya); Widya Asmarawati
Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i3.7979

Abstract

PRODUKSI DAN KOMPOSISI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Rian Rosartio; Yuni Suranindyah; Sigit Bintara; Ismaya (Ismaya)
Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v39i3.7986

Abstract