Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ADDIN

DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL DI KAMPUNG PECINAN ARGOPURO KUDUS *, Mubasyaroh
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam sebagai salah satu agama dakwah di dalamnya terdapat upaya oleh umatnya untuk menyebarluaskan isi kebenaran ajaran agamanya. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh da’i dalam aktifitas dakwahnya, seperti ceramah, nasehat, diskusi, bimbingan dan penyuluhan serta metode yang lain. Dalam hal ini Quraish Shihab mengingatkan bahwa metode apapun yang baik tidak menjamin keberhasilan suatu dakwah secara otomatis. Akan tetapi keberhasilan dakwah ditunjang oleh faktor-faktor yang lain diantaranya kepribadian da’i dan ketepatan pemilihan materi. 1 Demikian pula kegagalan da’i disebabkan karena ketidaktepatan pemilihan materi atau pemilihan metode yang kurang tepat dan keterbatasan da’i dalam pemilihan metode. Disamping itu kegagalan dakwah juga bisa disebabkan karena materi dakwah tidak sesuai dengan konteks (situasi dan kondisi) Islam merupakan agama yang universal, egaliter dan inklusif. Tiga konsep mendasar itulah yang memberikan nuansa lebih dibanding berbagai tradisi agama yang lain. Dari prinsip-prinsip fundamental itu, kemudian melahirkan nilai-nilai dogmatis yang bisa diejawantahkan dalam tradisi- tradisi demokratis, kosmopolit. dan pluralis: suatu ciri dari pola peradaban modern yang bervisi futuristik. Dakwah Islam dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 1Quraish Shihab, Membumikan al-Quran dan Peranan Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Mizan, Bandung, 1995, hlm.94 mad’u (sasaran dakwah) pada berbagai lapisan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah pada masyarakat marginal yaitu suatu masyarakat dengan ciri-ciri diantaranya adalah hidup dalam garis kemiskinan, pekerjaan yang tidak menentu dan terisolasi atau hidup terpisah dari masyarakat luas. Kata Kunci: Dakwah Islam, Marginal, Metode Dakwah,Mauidhah Hasanah
Model Penafsiran Hasan Hanafi *, Mubasyaroh
ADDIN Vol 2, No 2 (2010): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al Quran berbicara dengan bahasa dunia supaya dapat difahami oleh semua orang dan tidak ada jalan bagi mereka untuk beralasan bahwa bahasa Al Quran ialah tidak benar dan literaturnya asing bagi manusia. Guna memahami isi dan kandungan al-Qur’an dibutuhkan ilmu tafsir. Studi tentang metodologi tafsir masih terbilang baru dalam khazanah intelektual umat Islam. Ia baru dijadikan sebagai obyek kajian tersendiri jauh setelah tafsir berkembang pesat. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika metodologi tafsir tertinggal jauh dari kajian tafsir itu sendiri. Metodologi tafsir dapat diartikan sebagai pengetahuan mengenai cara yang ditempuh dalam mengkaji dan menelaah al-Qur’an. Secara historis setiap penafsiran telah menggunakan satu atau lebih metode penefsiran al-Qur’an. Diantara penafsir tersebut adalah Hasan Hanafi dengan menampilkan coraknya yang jelas. Kata Kunci: Penafsiran tematik, Hasan Hanafi, al-Qur’an