Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyusunan PTK dan Jurnal Nasional Bagi Guru–Guru SMA 1 Jumapolo Karangannyar Sebagai Penunjang Pak Angka Kredit Untuk Guru Sawitri Sawitri; Pujiyana Pujiyana; Yuliani S.W; Nurpeni Priyatiningsih
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.1841

Abstract

Jabatan fungsional sebuah penilaian kinerja bagi para guru dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi dan dipersiapkan, tidak hanya satu dua syarat melainkan banyak dari pembelajaran, Pendidikan, pengajaran, dan pengembangan diri sebagai guru. Salah satu yang sangat dirasa memberatkan bagi guru adalah menulis dengan penyusunan PTK. Hal ini dialami juga bagi guru di SMA Negeri Jumapolo. Sudah banyak kum yang dikumpulkan dan disimpan bahkan sudah lebih dari cukup tetapi kum yang terkait dengan mengikuti seminar, workshop, penelitian PTK, bahkan jurnal yang belum ada. Penulisan yang dianggab sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Pengabdi yang berlatar belakang pendidikan sudah cukup memberikan pelatihan dan pengabdian untuk membantu para guru untuk dapat mengajukan jabatan fungsional guru dan terpenuhinya syarat dalam ajuan. Bahwa SMA Negeri Jumapolo sudah banyak guru yang waktunya untuk mengurus jabatan fungsional. Peserta pengabdian pelatihan penyusunan PTK ada 47 peserta dan yang sudah waktunya naik pangkat sekitar 30 guru. Pengabdian dengan tehnik pre test dan post test awal tes untuk mengetahui kemampuan awal dan setelah dilakukan pengabdian atau workdshop sehingga dapat diketahui dengan post test dan ternyata hamper 90 % dapat paham dan mampu membuat penyusunan penelitian PTK dan jurnal nasional. Guru yang belum mampu hanya 5 – 7 % dan dibutuhkan pendampingan lebih lanjut, yang lain dapat melanjutkan untuk publis jurnal dan digunakan untuk naik jabatan fungsional guru.
Penerapan Ajaran Tri Dharma Dari Raden Mas Sahid Relevansinya Di Masa Sekarang Fajar Tegar Ardiansyah; Nurpeni Priyatiningsih; Sawitri, Sawitri
Indonesian Journal of Social Science Vol. 2 No. 2 (2024): JULY- IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v2i2.74

Abstract

Penelitian ini memiliki harapan dapat memberikan pengetahuan bagi para pembaca mengenai sejarah perjuangan dari Raden Mas Sahid melawan penjajahan Belanda sampai tercetuslah sebuah ajaran yang diberi nama Ajaran Tri Dharma yang sampai saat ini masih relevan diterapkan dimasa sekarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan mengenai sejarah perjuangan dari Raden Mas Sahid ketika melawan penjajahan Belanda dan selama melakukan perlawanan dengan penjajah, lalu tercetuslah Ajaran Tri Dharma yang pada awalnya digunakan oleh Raden Mas Sahid sebagai sebuah pedoman atau motivasi kepada para pengikutnya agar selalu semangat dan jangan pantang menyerah. Ajaran yang baik untuk dapat menjadi contoh dalam kehidupan di ajaran Raden Mas Sahid itu tiji tibeh mati siji mati kabeh. Pada tulisan jurnal yang berjudul penerapan pada ajaran Tri Dharma Raden Mas Sahid mewariskan ajaran ini untuk generasi selanjutnya dan dari isi Ajaran Tri Dharma tersebut dapat diterapkan dimasa sekarang sebagai warisan dari Raden Mas Sahid yang masih relevan sesuai dengan perkembangan jaman. Perilaku yang baik dapat diterapkan dan diteruskan untuk kegiatan di sekolah, Masyarakat, kehidupan sehari-hari dan sangat relevan. Menumbuhkan jiwa nasionalisme bagi Masyarakat dan khususnya generasi muda.
Di Balik Makna Busana Adat Lombok Mengandung Falsafah Kehidupan Bagi Masyarakat Nusantara Sawitri Sawitri; Pujiyana Pujiyana; Yuliani Sri Widaningsih; Nurpeni Priyatiningsih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i7.1852

Abstract

Budaya akan memberikan ciri bagi pengguna dan juga bagi para pencipta budaya. Budaya dapat berwujud tari, wayang kulit, wayang orang, kethoprak, gamelan Jawa, sastra, senjata , bahkan hasil budaya yang berwujud candi, bangunan budaya selain itu ternyata pakaian adat termasuk hasil budaya. Pakaian adat yang ada di suku lombok yang dari bahan songket, benang emas dan juga ada yang mengkolaburasikan dengan kain hitam mengarah pada budaya yang mengkolaburasikan dengan budaya nusantara. Menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk data dengan observasi lapangan, cari data yang mendalam, wawancara dan juga dengan buku referensi, dokumen foto, youtube dll. Validitas data sesuai yang dilapangan dan data dikelompokkan dengan data primer, sekunder .Data yang diperoleh dapat di dengan trianggulasi data untuk mendapatkan data yang maksimal. Hasil pakaian adat suku lombok mensimbolkan keagungan, kesopanan, etika, perilaku dan mengedepankan adab. Falsafah kehidupan masyarakat nusantara untuk dapat diadopsi dalam kehidupan sehari – hari.
Penyusunan PTK dan Jurnal Nasional Bagi Guru–Guru SMA 1 Jumapolo Karangannyar Sebagai Penunjang Pak Angka Kredit Untuk Guru Sawitri Sawitri; Pujiyana Pujiyana; Yuliani S.W; Nurpeni Priyatiningsih
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.1841

Abstract

Jabatan fungsional sebuah penilaian kinerja bagi para guru dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi dan dipersiapkan, tidak hanya satu dua syarat melainkan banyak dari pembelajaran, Pendidikan, pengajaran, dan pengembangan diri sebagai guru. Salah satu yang sangat dirasa memberatkan bagi guru adalah menulis dengan penyusunan PTK. Hal ini dialami juga bagi guru di SMA Negeri Jumapolo. Sudah banyak kum yang dikumpulkan dan disimpan bahkan sudah lebih dari cukup tetapi kum yang terkait dengan mengikuti seminar, workshop, penelitian PTK, bahkan jurnal yang belum ada. Penulisan yang dianggab sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Pengabdi yang berlatar belakang pendidikan sudah cukup memberikan pelatihan dan pengabdian untuk membantu para guru untuk dapat mengajukan jabatan fungsional guru dan terpenuhinya syarat dalam ajuan. Bahwa SMA Negeri Jumapolo sudah banyak guru yang waktunya untuk mengurus jabatan fungsional. Peserta pengabdian pelatihan penyusunan PTK ada 47 peserta dan yang sudah waktunya naik pangkat sekitar 30 guru. Pengabdian dengan tehnik pre test dan post test awal tes untuk mengetahui kemampuan awal dan setelah dilakukan pengabdian atau workdshop sehingga dapat diketahui dengan post test dan ternyata hamper 90 % dapat paham dan mampu membuat penyusunan penelitian PTK dan jurnal nasional. Guru yang belum mampu hanya 5 – 7 % dan dibutuhkan pendampingan lebih lanjut, yang lain dapat melanjutkan untuk publis jurnal dan digunakan untuk naik jabatan fungsional guru.
PENGABDIAN MASYARAKAT PEMBELAJARAN BUDAYA DI SMA KARANGPANDAN, KARANGANYAR PADA ERA DIGITAL Sawitri, Sawitri; Nurpeni Priyatiningsih; Harsono, Harsono; Bambang Ikwanto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service in the form of cultural learning using digital technology represents a significant innovation in education, especially in the modern era where teaching methods must adapt to technological advancements. This program was implemented at SMA Karangpandan, Karanganyar, to address the issue of student disengagement and boredom with traditional, monotonous learning methods. The community service team, consisting of lecturers from various academic backgrounds such as culture, language, elementary education, and health, provided training and guidance to teachers to enhance their digital teaching skills. The program introduced various digital learning methods, including podcasts, online community-based learning, adaptive learning, e-learning platforms, webinars, augmented reality (AR), virtual reality (VR), and digital resources such as e-books. The results showed a significant improvement: prior to the program, only 20% of teachers utilized digital methods, but this increased to 75% after the intervention. The pre-test and post-test results demonstrated a marked increase in teachers’ abilities to integrate digital technology into their teaching. This community service initiative successfully contributed to the advancement of digital-based learning, making the educational process more engaging and relevant to the needs of today’s students.
Pendidikan Karakter Melalui Tradisi Sungkeman Adat Jawa Nurpeni Priyatiningsih
Sustainable Vol. 5 No. 2 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i2.3228

Abstract

Pendidikan merupakan perilaku yang baik dan berkarakter untuk diterapkan dalam sebuah Budaya Jawa. Tradisi adat sungkeman pada masyarakat Jawa. Penelitian yang berupa artikel menggunakan metode deskriptif kualitataif. Data yang dida[at didapat dari observasi awal atau objek, buku referensi, majalah, dokumen foton, junal , wawancara yang mendalam sesuai latar belakang kepakaran.Perolehan data diverifikasi dan dikelompokkan sehingga validitas data dapat dipertanggung jawabkan. Hasil dari data penelitian bahwa pendidikan karakter pada upacara adat tradisi pernikahan mengajarkan ketaatan anak ke kedua orang tua, mertua, bahkan pada eyang, mengajarkan etika Jawa menghormati yang lebih tua, karakter Budaya sikap santun ke orang tua. Mengajarkan pribadi yang baik minta doa restu untuk kehidupan pernikahan bahagia, langgeng. Pada sungkeman memberikan pendidikan juga bahwa segala sesuatu harus minta ijin atau restu. Doa orang tua akan memberikan keberkahan. Telapak kaki ibu itu surge. Memberikan ajaran taat pada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini yang diajarkan dari nilai pendidikan karakter pada tradisi sungkeman.Simpulan dari pendidikan karakter bahwa masyarakat Jawa tetap menjunjung tradisi dan etika Jawa untuk setiap kehidupannya. Ketaatan, patuh pada orang tua, saudara , sesepuh ini yang harus terus dilestarikan pada masyarakat Jawa. Pendidikan karakter pada tradisi Jawa di sungkeman selayaknya menjadi suri tauladan bahwa kehidupan yang baik sesuai dengan ajaran Budaya Jawa untuk tujuan kebaikan dan berkah dalam kehidupan. Menghormati orang tua, saudara sesepuh wujud penghormatan dan sikap memiliki aklak yang baik.