Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Food Wastage, a Threat to Indonesian Tourism: Pemborosan Makanan, Ancaman bagi Pariwisata Indonesia Lemy, Diena Mutiara; Kusumo, Elang; Brian, Reagan
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 6, No 2 August (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v6i2.305

Abstract

The tourism sector have the impact to environmental as it shifts towards sustainable tourism development. Food waste is a one of environment continuing global issue possessing sustainability challenges in the tourism sector. Food waste is edible food that is discarded, negatively impacting environmental health. As per the 2020 report from the Food and Agriculture Organization (FAO), approximately one-third of all food produced for human consumption globally is wasted or discarded. Indonesia is among the leading producers of food waste in Southeast Asia. The 2021 UNEP annual report, food waste in Indonesia totals 20.93 million tons. The Tourism food and beverage sector, some of the biggest contributors to food waste, along with, is also by the behavior of people who may not be aware of the negative effects on food waste. This study using Qualitative method approach, with the data such as media journals, reports, journals articles and books, and will explore the behavior of domestic tourists towards food waste, especially in the Labuan Bajo area, which is one of the super priority tourist destinations in Indonesia. The study's findings give an overview of how people's attitudes and knowledge are influenced food wastage behavior.
Development in Setu Babakan Tourism Village As A Betawi Icon in Modern Times Prasetya Mahardika, Graha; Kusumo, Elang
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v3i1.1023

Abstract

This study aims to explore the potential possessed by Setu Babakan Tourism Village in maintaining and developing Betawi Cultural identity in the modern era. Setu Babakan Village is known as one of the leading cultural tourism destinations in Jakarta, which promotes art, music, dance, culinary, and typical Betawi traditions. In the context of globalization and technological development, this study aims to analyze how Setu Babakan Village utilizes its cultural potential to maintain its status as an icon of Betawi Culture. We discussed the efforts of local communities and government support, as well as the challenges faced in safeguarding cultural heritage and promoting it to present and future generations. This research provides insight into the importance of preserving local culture amid the ongoing flow of modernization and globalization. The foundation of this research concept uses the A5 concept (Attractions, Accessibility, Accommodation, Activities, Amenities). The method used in this study is qualitative descriptive. Techniques for determining informants use purposive techniques in data collection using interviews, observation, and documentation techniques. The results of the study show that the development of tourism in Setu Babakan Tourism Village is optimal. However, there are still things that can be improved from each of these components.
Pemberdayaan UMKM Makanan dan Minuman melalui Penguatan Kapabilitas Digital di Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang Julita, Julita; Brian, Reagan; Kusumo, Elang
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2461

Abstract

Pelaku UMKM makanan dan minuman di Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi informasi, terutama dalam pemasaran digital, penguatan identitas merek, serta pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya daya saing dan terbatasnya jangkauan pemasaran produk. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang sebagai program pemberdayaan melalui pelatihan berbasis praktik, pendekatan partisipatif, dan pendampingan teknis yang menekankan peningkatan kapabilitas digital UMKM. Program mencakup tiga topik utama, yaitu penguatan literasi teknologi, pengembangan branding dan identitas visual, serta pemahaman HKI sebagai perlindungan dan legitimasi merek. Pendekatan pelatihan dilakukan melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi terarah, dan coaching klinis yang memungkinkan peserta mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan nyata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam membuat konten digital, mengelola media sosial bisnis, serta merancang identitas visual usaha. Selain itu, pelatihan ini mendorong perubahan perilaku, antara lain meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam menggunakan platform digital dan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya perlindungan merek melalui HKI. Dampak sosial terlihat dari meningkatnya kemandirian UMKM dalam mempromosikan produk, terbentuknya jejaring kolaboratif antar pelaku usaha, serta terbukanya peluang ekonomi baru melalui pemasaran berbasis digital. Keberlanjutan program ditunjukkan oleh tingginya minat peserta untuk melanjutkan pendampingan lanjutan, terutama terkait pendaftaran HKI dan pengembangan strategi pemasaran digital yang lebih terarah.