Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN ALAT PENDETEKSI LUBANG DRILL STOPPER PADA PROSES MANUFACTURING PISTON DI MACHINING LINE PT CDE Subagio, Djoko; Sulaiman, Budi
Technologic Vol 3 No 2 (2012): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Departemen Quality Control di PT CDE, terdapat 74 masalah yang ditemukan pada piston tipe 3SO1 dan 5D9 selama tahun 2008. Hal ini karena lubang drill stopper tidak ada maupun lubang drill stopper terbalik. Divisi Engineering PT CDE ingin membuat suatu alat pendeteksi otomatis untuk mendeteksi ada atau tidaknya lubang drill stopper pada proses manufacturing piston. Dalam penelitian ini, dilakukan penelitian yang berkaitan dengan disain alat pendeteksi otomatis dengan menggunakan vision sensor dan digabungkan ke dalam salah satu mesin di machining line motorcycle. Telah dibuat suatu alat yang dapat mendeteksi lubang drill stopper sehingga apabila terjadi kesalahan tidak berlanjut ke proses berikutnya. Perancangan juga dengan membuat hubungan komunikasi antara alat pendeteksi dengan PLC, sehingga mengurangi keterlibatan orang untuk memeriksa ada atau tidaknya lubang drill stopper. Alat pendeteksi untuk lubang drill stopper piston ini dibuat dengan menggunakan vision sensor Omron F160-S2. Vision sensor Omron F160-S2 dapat mengambil citra pada lubang drill stopper. Citra tersebut lalu diproses dengan menggunakan Omron F160-C10E-2 vision mate controller. Hasil pemrosesannya berupa data bilangan biner yang menyatakan OK atau NG (Not Good). Alat tersebut bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan.
EVALUASI SISTEM PEMANENAN LATEKS TANAMAN KARET DI AREAL REGULER DAN BORONG: STUDI KASUS DI KEBUN-KEBUN WILAYAH JAWA BARAT Junaidi, Junaidi; Rouf, Akhmad; Putra, Riko Cahya; Nugroho, Priyo Adi; Susetyo, Imam; Nugrahani, Mudita Oktorina; Mujahidin, Jaja; Sulaiman, Budi; Nurdiyatna, Harry
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1205

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem pemanenan lateks tanaman karet di areal reguler dan borong yang dilakukan pada 12 kebun di wilayah Jawa Barat. Sistem pemanenan reguler menggunakan karyawan tetap dan karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan upah bulanan, sedangkan sistem borong menggunakan tenaga kerja karyawan lepas dengan upah rupiah per kilogram kering yang disetor. Data dikumpulkan dari statistik produksi tahun 2024 masing-masing kebun. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas tanaman per hektar pada areal reguler nyata lebih tinggi dibanding sistem borong (895,44 kg/ha/tahun berbanding 623,06 kg/ha/tahun), namun produktivitas per tanaman nyata lebih rendah (21,57 g/p/s berbanding 33,64 g/p/s). Indeks kecukupan tenaga sadap (IKT) untuk areal reguler masing-masing 0,93 pada irisan tunggal, 0,96 pada irisan ganda, dan 1,00 pada sadap bebas, sedangkan untuk areal borong, jumlah penyadap cenderung berlebih, IKT masing-masing mencapai 1,18, 1,89, dan 1,86. Pada areal reguler indeks realisasi hari kerja sadap (IRHK) berkisar antara 0,80 – 0,87, sedangkan pada areal borong menunjukkan realisasi yang lebih rendah, hanya berkisar 0,41 – 0,55. Analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter indeks capaian produksi (ICP) memiliki korelasi signifikan terhadap umur sadap (US), IRHK, produksi per pohon (g/p/s), dan produksi per hari kerja (kg/HK) pada areal reguler. Pada areal borong, ICP berkorelasi signifikan terhadap kerapatan tanaman, IRHK, IKT, g/p/s, dan kg/ HK. Capaian produksi terhadap target dapat dioptimalkan dengan meningkatkan realisasi hari kerja, produksi per pohon, dan produksi per hari kerja. Upaya optimalisasi ketiga parameter tersebut didiskusikan dalam artikel ini.