Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Inventarisasi Jamur Makroskopis di Cagar Alam Nusakambangan Timur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah Purwanto, Pratama Bimo; Zaman, Mokhammad Nur; Yusuf, Muhammad; Romli, Mochammad; Syafi’i, Imam; Hardhaka, Tri; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; R, Akhmad Saikhu R Saikhu; Ar Rouf, M Solakhudin; Adi, Arfiyansyah; Laily, Zainul; P, M Haris Yugo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Penelitian jamur Makrokopis di Cagar Alam Timur pulau Nusakambangan bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis jamur makroskopis. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode jelajah dengan melakukan pengamatan langsung pada area CA Timur Nusakambangan (Pesisir pantai, Hutan dan DAS) . Melihat kondisi hutan di Cagar Alam Timur Nusakambangan yang masih bagus serta pepohonan masih rapat melindungi lantai hutan dan kondisi sungai juga masih bagus dengan masih terlindungi oleh beberapa pepohonan hal ini memungkinkan banyak terdapat Jamur Makroskopis. Hasil dari penjelajahan dan pendataan didapat 17 spesies teridentifikasi Maramius androcaseus, Tremella fuciformis, Rigidoporus microsporus, Ganoderma sp, Ganoderma lucidium. Ganoderma appalantum Cookeina sulcipes, Microporus xanthopus, Lichenomphalia umbullifera, Gyromitra infula, Auricularia ploytricha, Auricularia auricula-judae, Lentinus sajor-cajor, Rigidoporus sp., Tricholoma crassum., Scleroderma sinnamariense., Leucocoprinus sp. dari 11 famili hal ini menunjukan bahwa keanekaragaman jenis jamur makroskopis di Cagar Alam Timur pulau Nusakambangan sangat beragam.
Exploring the environmental and social impacts of shrimp farming: A literature review in the Southern Coastal Region of Java Andini, Lisa; Purwanto, Pratama Bimo; Kirana, Cininta Natya; Ulfani, Alamsyah; Riandika, Citra; Puteri, Telly Indi Cahyaning
Journal of Earth Kingdom Vol. 3 No. 1: July (2025)
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jek.v3i1.2025.2283

Abstract

Background: Shrimp farming in the southern coastal areas of Java has expanded rapidly due to increasing global demand, contributing significantly to local economic growth. However, this development has generated ecological degradation and social inequality, including water pollution, mangrove loss, and uneven resource distribution. Addressing these challenges requires balancing economic benefits with environmental and social sustainability. Methods: This study employed a qualitative literature review, analyzing five scientific sources on the impacts of shrimp farming on ecotourism, water quality, mangrove ecosystems, and socioeconomic conditions in Bantul, Kulon Progo, and Kebumen Regencies. Results: The analysis reveals that while shrimp farming enhances local incomes and can support ecotourism, unmanaged practices lead to ecosystem damage, water pollution, and heightened social disparities. Integrated management combining eco-friendly technologies, mangrove rehabilitation, waste treatment, and community empowerment is essential for sustainable development. Conclusion: Sustainable shrimp farming in Java’s coastal regions requires strict zoning, continuous monitoring, and policies that integrate environmental protection with community participation. Long-term development must prioritize economic productivity without sacrificing coastal ecosystem integrity. Novelty/Originality of this article: This study uniquely combines ecological and social perspectives, highlighting shrimp farming’s dual role.
Inventarisasi Keanekaan Anggota Ordo Odonata di Cagar Alam Nusakambangan Timur dan Sekitarnya Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Zaman, Mokhamad Nur; Yusuf, Muhammad; Romli, Mochamad; Syafii, Imam; Hardhaka, Tri; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; Saikhu, Akhmad; Rouf, M. Solakhudin Ar; Adi, Arfiansyah; Laily, Zainul; Purwanto, Pratama Bimo; Yudo, M. Haris
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.249 KB)

Abstract

Capung merupakan serangga yang mempunyai nilai penting bagi lingkungan. Keberadaanya di alam menjadipenanda adanya perubahan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah merekam keberadaan keanekaanCapung, karena hingga saat ini belum ada data capung di Cagar Alam Nusakambangan Timur. Mengingatpulau Nusakambangan adalah salah satu lokasi bernilai tinggi yang merupakan daerah hutan primer di Jawayang masih tersisa. Metode yang digunakan adalah survey langsung di lapangan di beberapa wilayah yaituSungai, Hutan Primer, dan Pantai pada bulan Januari 2017. Hasilnya tercatat ada 14 spesies yang terbagidalam 2 subordo yaitu Anisoptera dan Zygoptera. Subordo Anisoptera terdiri dari 2 famili yaitu Aeshnidae (1spesies) dan Libellulidae (7spesies). Subordo Zygoptera terdiri dari 4 famili yaitu Clorochypidae (1 spesies),Protoneuridae (1 spesies), Platycnemididae (3 spesies),dan Platystictidae (1 spesies). Spesies terakhirmerupakan spesies endemik Jawa yaitu Drepanosticta sundana.
Keanekaragaman Capung (Odonata) di Pulau Nusakambangan Bagian Barat Zaman, Mokhamad Nur; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; Purwanto, Pratama Bimo; Syafii, Imam; Yusuf, Muhammad; Hidayat, Mochamad Romli; Hardhaka, Tri; Adi, Arfiansyah; Laily, Zainul; Ikram, Adryan Muhamad; Rifai, Ahmad Saikhu; Rouf, Muhamad Solakhudin Ar
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.777 KB)

Abstract

Kawasan pulau bisa saja memiliki keanekaragaman dan keunikan biodiversitas dari pulau besar di sekitarnya. Salah satunya keanekaragaman capung yang hidupnya bergantung pada perairan tawar di pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keanekaragaman jenis capung di pulau Nusakambangan bagian barat. Pengambilan data dilakukan dengan mengeksplorasi beberapa tipe habitat yaitu rawa mangrove, sawah, hutan primer, dan sungai. Setiap perjumpaan dilakukan pendataan spesies dan jumlah individu per spesies. Hasil penelitian menunjukan ada 23 spesies dari 9 famili. Jumlah individu yang terhitung adalah 229. Jumlah tertinggi dimiliki oleh Heliocypha fenestrata sebanyak 48 individu. Nilai indeks keanekaragaman capung sebesar 2,44 artinya struktur komunitas capung sangat stabil.
Analisis Kualitas Sungai Gadjahwong Menggunakan Metode Biotilik Purwanto, Pratama Bimo; Zaman, Mokhammad Nur; Syafi'ih, Imam; Hidayat, Mochamad Romli; Adi, Arfiansyah; Hardhaka, Tri; Yusuf, Muhammad; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; Rifai, Ahmad Saikhu; Rouf, M. Solakhudin Ar; Laily, Zainul; Ikram, Andryan Muhammad
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.094 KB)

Abstract

Sungai Gadjahwong merupakan salah satu sungai yang mengalir membelah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai Gadjahwong menjadi salah satu aset penting di Daerah Istimewa Yogyakarta terutama bagi masyarakat di sekitaran bantaran sungai. Seiring berjalan waktu Sungai Gadjahwong mulai tercemar, hal ini diakibatkan oleh meningkatnya beberapa aktivitas warga di sepanjang daerah aliran sungai tersebut. Pencemaran pada lingkungan sungai memberi dampak yang tidak baik bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, terlebih jika masyarakat menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam mengedukasi warga untuk mengelola sungai dengan baik agar bebas dari pencemaran maka di perlukan model penelitian tentang pemantauan kualitas air sungai yang mudah diterapkan ke masyarakat sekitar. Sehingga dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Sungai Gadjahwong dengan metode BIOTILIK untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat sekitar sungai untuk menjaganya. Penelitian ini akan menganalisis kualitas sungai dengan metode BIOTILIK, metode tersebut merupakan pemantauan lingkungan menggunakan indikator makroinvertebrata (biota air yang tidak bertulang belakang), seperti serangga air, kepiting, udang, siput, dan cacing. Metode pengambilan sample menggunakan teknik “Kicking”, penelitian dilakukan di Sungai Gadjahwong dengan 10 titik pantau. Data dari penelitian ini didapatkan 7 titik “tercemar ringan” dengan skor biotilik 2,75 hingga 3,25. Tiga titik yang “tidak tercemar” dengan skor 3,5 pada ke-3 titik tersebut. Data tersebut telah mengambarkan masih banyak titik-titik di Sungai Gadjahwong yang masih tercemar.
Inventarisasi Jamur Makroskopis di Cagar Alam Barat dan Hutan Sekitarnya Pulau Nusakambangan Purwanto, Pratama Bimo; Zaman, Mokhammad Nur; Syafi'ih, Imam; Romli, Mochammad; Adi, Arfiyansyah; Hardhaka, Tri; Yusuf, Muhammad; Fuadi, Bakhtiar Fahmi; Rifai, Akhmad Saikhu; Rouf, Muhamad Solakhudin; Laily, Zainul; Ikram, Andryan Muhammad
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.303 KB)

Abstract

Jamur merupakan salah satu kingdom tersendiri (kingdom fungi). Jamur di alam memiliki peran yang penting yaitu sebagai organisme pengurai, pendegradasi lignoselulosa. Pulau Nusakambangan merupakan pulau di setalan Jawa yang didominasi hutan primer dengan beberapa keanekaragaman hayati di dalamnya, salah satunya adalah keanekaragaman jamur makroskopis. Metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode survey (explore) langsung di lapangan, dengan menjelajah area CA Barat dan hutan sekitarnya di Pulau Nusakambangan pada bulan Maret, Mei, dan Oktober 2017 dengan menyusuri aliran sungai dan lantai hutan CA Barat Nusakambangan. Dari penjelajahan di CA Barat pulau Nusakambangan didapatkan 24 jamur makroskopis yang teridentifikasi. Dari 24 jenis tersebut 3 jenis dari divisi Ascomycota Cookeina tricholoma., Cookeina sp., dan Gyromitra infula. 21 jenis berasal dari divisi Basidiomycota Auricularia auricula-judae., Auricularia ploytricha., Ganoderma applanatum., Ganoderma boinense., Ganoderma lucidum., Ganoderma sp., Microporus xanthopus., Mycena sp., Marasmius curreyi., Rigidoporus sp., Ramariopsis crocea., Ramariopsis sp., Tricholoma sulphureum., Coprinellus sp., Russula sp., Trametes versicolor., dan Pslicoybe sp.