COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 telah menjadi masalah kesehatan global sejak akhir 2019. Salah satu target utama dalam pengembangan terapi antivirus adalah enzim Main Protease (Mpro), yang berperan penting dalam replikasi dan transkripsi virus. Studi berbasis in silico telah digunakan secara luas dalam pencarian senyawa bahan alam yang berpotensi sebagai inhibitor Mpro karena pendekatan ini hemat biaya, efisien, dan dapat memprediksi afinitas senyawa terhadap target molekul secara cepat. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan potensi senyawa bahan alam dari dua studi berbeda sebagai inhibitor Mpro SARS-CoV-2 berdasarkan pendekatan molecular docking, guna mengevaluasi senyawa yang paling menjanjikan dalam pengembangan antivirus berbasis bahan alam. Tinjauan ini menganalisis dua sumber data utama. Studi pertama mengevaluasi sepuluh senyawa bahan alam, termasuk asam maslinat dan luteolin-7-galaktosida, melalui simulasi molecular docking terhadap Mpro (PDB ID: 6LU7). Studi kedua mengevaluasi 46 senyawa aktif dari tanaman Andrographis paniculata (sambiloto), termasuk andrographolide dan turunannya, menggunakan berbagai teknik komputasi seperti PASS prediction, molecular docking, dan ADMET profiling. Asam maslinat menunjukkan nilai energi bebas Gibbs sebesar -8,73 kcal/mol dan konstanta inhibisi (Ki) sebesar 0,40 µM, mengindikasikan afinitas tinggi terhadap Mpro.