Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Bibliometrik tentang Peran Blockchain dalam Melacak Herbal Supplement untuk Kesehatan: A Smart Living Perspective Handayani, Indri; Febriyanto, Erick; Mildan, Abd Rachman
ICIT Journal Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/icit.v11i1.3594

Abstract

Herbal supplement telah menjadi alternatif yang populer bagi masyarakat dalam menjaga kesehatannya. Namun, kontaminasi dan pemalsuan produk herbal masih menjadi risiko yang mengancam kualitasnya. Oleh karena itu, penting untuk memastikan traceability produk herbal agar aman dan terjamin kualitasnya. Dalam hal ini, teknologi blockchain dapat menjadi solusi yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teknologi blockchain dalam traceability produk herbal di sektor kesehatan, dengan memperhatikan perspektif smart living untuk mendukung pengembangan smart city. Metode bibliometrik digunakan untuk menganalisis artikel-artikel terkait blockchain dalam traceability produk herbal di basis data Scopus. Data bibliometrik yang dianalisis mencakup jumlah artikel, pengarang, jurnal, tahun publikasi, dan kata kunci yang digunakan. Studi ini menunjukkan potensi teknologi blockchain dalam meningkatkan keamanan dan kualitas produk herbal di sektor kesehatan. Dalam perspektif smart living, traceability produk herbal yang aman dapat membantu masyarakat dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kesehatannya, serta mendukung pengembangan smart city. Oleh karena itu, penggunaan teknologi blockchain diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk herbal dan mendukung pengembangan smart city.
Implementasi Model Pembelajaran Blended Learning Pada Mata Pelajaran PAI Mildan, Abd Rachman
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.502

Abstract

Abstrak Pembelajaran Blended Learning tidak berarti menggantikan model pembelajaran tatap muka dalam kelas, melainkan memperkuat model belajar tersebut melalui pengembangan teknologi pendidikan. Merujuk pada model pembelajaran gabungan (Blended learning), dalam penelitian ini akan mengupas model pembelajaran penggabungan (Blended learning) pada mata pelajaran PAI yang mana mengkombinasikan antara pembelajaran daring (online) dengan pembelajaran luring (offline) yaitu pembelajaran tatap muka sebagai penggunaan instruksional dalam mengajar yang berguna untuk memudahkan pemahaman siswa. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses implementasi model pembelajaran blended learning pada mata pelajaran PAI serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan di lapangan (field research). Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembeljaran blended learning yakni memadukan pembelajaran daring dan luring. Pembelajaran luring melalui kegiatan belajar tatap muka dengan mematuhi protikol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan pembelajaran daring dilakukan melalui aplikasi Whatsapp, google Classroom, jetse meet dan Quizzis. Kegiatan pembelajaran daring dan luring dilaksanakan dengan komposisi 40% luring dan 60% daring. Pada mata pelajaran PAI menggunakan kurikulum yang disederhanakan sesuai edaran dari kemendikbud dan porsi jam pelajarannya dikurangi dari 40 menit menjadi 30 menit. Dalam proses pembelajaran PAI dilakukan dengan 3 tahapan yakni tahap yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Dalam pelaksanaan implementasi blended learning pada mata pelajaran PAI peneliti menemukan hambatan-hambatan. Adapun solusi yang diberikan oleh sekolah yaitu melakukan sosialisai dan pendampingan dalam implementasi blended learning tersebut. Learning Blended Learning does not mean replacing the face-to-face learning model in the classroom, but strengthening the learning model through the development of educational technology. Referring to the blended learning model, this study will explore the blended learning model in PAI subjects which combines online learning with offline learning, namely face-to-face learning as an instructional use in teaching. useful to facilitate student understanding. The purpose of this study was to find out how the process of implementing the blended learning learning model in PAI subjects and the obstacles faced in its implementation. In this study, the authors use qualitative research conducted in the field (field research). The learning process is carried out using a blended learning model that combines online and offline learning. Offline learning through face-to-face learning activities by complying with health protocols as recommended by the government and online learning through the Whatsapp application, Google Classroom, Jetse Meet and Quizzis. Online and offline learning activities are carried out with a composition of 40% offline and 60% online. The PAI subject uses a simplified curriculum according to a circular from the Ministry of Education and Culture and the portion of the lesson hours is reduced from 40 minutes to 30 minutes. The PAI learning process is carried out in 3 stages, namely the preliminary activities, core activities and closing activities. In implementing the implementation of blended learning in PAI subjects, the researchers found obstacles. The solution provided by the school is to carry out socialization and assistance in the implementation of the blended learning.
Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang (SIPERKA) Berbasis Website untuk Meningkatkan Layanan Peminjaman dan Pengelolaan Koleksi Abdurrachman, Taufan; Mildan, Abd Rachman; Nurlani, Lani; Herdawati, Herdawati; Alva, Qeyla Raiq; Ananda, Tasya Novita
INFOMATEK Vol 28 No 1 (2026): Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v28i1.38344

Abstract

Di Kabupaten Subang, pengelolaan data perpustakaan desa masih belum optimal dan cenderung terfragmentasi, sehingga belum mampu menyediakan informasi yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung pengembangan literasi masyarakat. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan dalam pemantauan dan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi perpustakaan berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan perpustakaan desa di tingkat kabupaten guna mengintegrasikan data, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta mempermudah proses monitoring literasi secara terpusat dan real time. Metode yang digunakan adalah pendekatan system design research dengan model pengembangan Waterfall yang difokuskan pada tahap analisis kebutuhan dan perancangan sistem. Hasil penelitian berupa rancangan Sistem Informasi Perpustakaan Kabupaten Subang (SIPERKA) yang mencakup fitur utama seperti pengelolaan koleksi buku, data pustakawan, pencatatan kunjungan, serta dashboard monitoring dan pemetaan lokasi perpustakaan berbasis geolokasi. Sistem yang dirancang diharapkan mampu meningkatkan kelengkapan, akurasi, dan keterpaduan data perpustakaan desa, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam penyusunan kebijakan literasi daerah. Dengan demikian, SIPERKA berpotensi menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperkuat pemantauan IPLM di Kabupaten Subang.
Reactualization of Al-Ghazali’s Ethics: Internalizing the Values of Ayyuhal Walad in the Era of Digital Disruption Among Generation Z Mildan, Abd Rachman; Azis, Abdul
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i1.350

Abstract

For Generation Z, the boundless digital space often becomes a place devoid of civility, marked by the prevalence of hate speech, a loss of respect for scholarly authority, and an instant-gratification mentality that erodes perseverance. This study aims to reinterpret Imam Al-Ghazali’s ethics as presented in the book Ayyuhal Walad as a means of strengthening the character of Generation Z in the face of the moral crisis caused by digital disruption.  This research uses a qualitative method with a library research approach. The library research used to collect data, analyze, and draw conclusions regarding the reinterpretation of the value of adab in the book Ayyuhal Walad from Imam Al-Ghazali’s, based on journals and previous studies. The research findings indicate that the internalization of values in Imam Al-Ghazali’s Ayyuhal Walad among Generation Z in the era of digital disruption encompasses five key findings: the characteristics of Generation Z in the era of digital disruption; psychosocial profiles and mental health vulnerabilities; the identification of digital pathologies; the mapping of values and resolutions; and a model of internalization mechanisms. At its culmination, the success of the reactivation of Ayyuhal Walad culminates in the restoration of the essential function of the intellect of Generation Z; freeing them from the subjugation of artificial algorithms, and guiding them back to fully submit under the completeness of Sharia and Haqiqat, so that they are ready to face the future as digital subjects with integrity, noble manners, and high spiritual awareness.