Sungai Kampar merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Riau yang memiliki potensi banjir tinggi akibat luasnya daerah aliran sungai serta pengaruh kondisi hidrologi dan hidrolika. Penelitian ini bertujuan menganalisis debit banjir rencana dan mensimulasikan sebaran genangan menggunakan model HEC-RAS. Analisis hidrologi dilakukan berdasarkan data hujan maksimum tahunan periode 1970–2020 dari Stasiun Pasar Kampar. Uji distribusi menunjukkan bahwa distribusi Log Normal paling sesuai. Intensitas hujan dihitung dengan metode Mononobe dan didistribusikan menggunakan Alternate Block Method (ABM) untuk durasi 6 jam. Debit banjir rencana dihitung dengan metode hidrograf satuan Nakayasu untuk kala ulang 20 tahun, menghasilkan debit puncak sebesar 2185,18 m³/s. Simulasi hidrolika dilakukan dengan dua skenario, yaitu banjir tertinggi dan banjir tahunan. Hasil menunjukkan bahwa pada banjir tertinggi terjadi luapan signifikan pada STA 300–500 dengan kedalaman genangan maksimum 1,54 m di bantaran kanan dan 0,46 m di bantaran kiri. Pada banjir tahunan, genangan relatif terbatas dan tidak meluap di beberapa penampang. Hasil ini dapat menjadi dasar perencanaan pengendalian dan mitigasi risiko banjir di wilayah Sungai Kampar. Kampar River is one of the main rivers in Riau Province with significant flood potential due to its large watershed and complex hydrological–hydraulic characteristics. This study aims to estimate the design flood discharge and simulate flood inundation using the HEC-RAS model. Hydrological analysis was conducted using annual maximum daily rainfall data from 1970–2020. Among the tested distributions, Log Normal was found to be the most suitable. Rainfall intensity was calculated using the Mononobe method and temporally distributed using the Alternate Block Method (ABM) for a 6-hour storm duration. The 20-year return period flood discharge was estimated using the Nakayasu synthetic unit hydrograph, resulting in a peak discharge of 2185.18 m³/s. Hydraulic simulations were performed under two scenarios: extreme flood and annual flood conditions. Results indicate significant overbank flooding during the extreme scenario, particularly between STA 300–500, with maximum inundation depths of 1.54 m on the right overbank and 0.46 m on the left. In contrast, annual flood conditions produce limited inundation without overtopping in several cross-sections. These findings provide a technical basis for flood control planning and risk mitigation in the Kampar River area.