Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Interaksi Genotip × Lingkungan Terhadap Penampilan Vegetatif dan Generatif Beberapa Calon Varietas Jagung Ketan (Zea mays L. var. ceratina Kulesh) di Jawa Timur Pratama, Putra Aji; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1563

Abstract

Jagung ketan tidak banyak ditemukan di Indonesia dikarenakan potensi hasil hanya 2ton ha-1, sehingga petani memilih membudidayakan jenis jagung lain dengan hasil yang lebih besar. Alasan pengembangan budidaya jagung ketan di Indonesia adalah kandungan amilopektin tinggi yang menyebabkan jagung tersebut memiliki tekstur pulen dan enak untuk bahan baku konsumsi. Lumajang dan Ponorogo sebagai lokasi penelitian bukan wilayah sentra, namun berpotensi untuk dilakukan pengembangan pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa dari suatu tanaman, sehingga diharapkan mendapatkan tetua yang memiliki potensi hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi genotip dan lingkungan terhadap penampilan vegetatif dan generatif jagung ketan pada dua lokasi di Jawa Timur. Serta mengetahui genotip unggul pada masing-masing lokasi di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lumajang dan Ponorogo pada bulan Januari hingga April 2020. Penelitian menggunakan tujuh genotip jagung ketan, pestisida, dan pupuk kimia. Penelitian menggunakan RAK dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan pada masing-masing lokasi. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, tinggi letak tongkol, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, panjang malai, umur silking, anthesis silking interval, dan umur panen. Analisa data yang digunakan meliputi analisis ragam dengan uji lanjut BNJ 0.05, Analisis KT galat dua lokasi, dan analisis ragam gabungan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat variabel yang memiliki interaksi antara genotip dan lingkungan diantaranya lebar daun, panjang malai, umur silking, dan umur panen, dan berdasarkan hasil uji lanjut BNJ 0.05, JPM 03 memiliki keunggulan pada mayoritas variabel sehingga berpotensi untuk dijadikan tetua.
STUDI EKSPERIMENTAL VARIASI BENTUK SUDU DAN SUDUT TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON Pratama, Putra Aji; Malyadi, Muhammad; Wicaksono, Yoga Arob
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4254

Abstract

Turbin Pelton menjadi pilihan terbaik untuk memanfaatkan sumber energi air dengan memiliki luas aliran yang sempit dan kecepatan aliran yang tinggi. Turbin air yang digunakan dengan tipe variasi Sudu Semi-Circle, Sudu Elliptic 1, Sudu Elliptic 2. Hasil pengujian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa kecepatan putaran terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 555,8 Rpm. Pada beban 600 gram diperoleh Rpm tertinggi pada jenis sudu Elliptic 1 dengan hasil 318,8 rpm. Efisiensi terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 62 %. Pada beban 600 gram diperoleh efisiensi tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 68,5 %. Torsi terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Elliptic 1 dengan hasil sebesar 1,0166 N.m. Pada beban 600 gram diperoleh torsi tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 1,4313 N.m. Daya terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 61,9 watt. Pada beban 600 gram diperoleh daya tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 68,4 watt. Hasil pengujian di atas, bentuk sudu yang terdapat pembelah tekanan airnya bekerja dengan baik, dimana bentuk tersebut terdapat di sudu Elliptic 1 yang mempunyai sudut 108° dan Elliptic 2 yang mempunyai sudut 85°. Dan bentuk sudu yang menghasilkan secara maksimal adalah bentuk sudu Elliptic 1 dengan sudut 108° dimana saat diberi beban 600 gram mampu menghasilan Rpm tertinggi sebesar 383,2 Rpm, hasil tersebut disebabkan laju aliran fluida di sudu IN 0,467 m/s dan OUT 1,203 m/s.
Interaksi Genotip × Lingkungan Terhadap Penampilan Vegetatif dan Generatif Beberapa Calon Varietas Jagung Ketan (Zea mays L. var. ceratina Kulesh) di Jawa Timur Pratama, Putra Aji; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan tidak banyak ditemukan di Indonesia dikarenakan potensi hasil hanya 2ton ha-1, sehingga petani memilih membudidayakan jenis jagung lain dengan hasil yang lebih besar. Alasan pengembangan budidaya jagung ketan di Indonesia adalah kandungan amilopektin tinggi yang menyebabkan jagung tersebut memiliki tekstur pulen dan enak untuk bahan baku konsumsi. Lumajang dan Ponorogo sebagai lokasi penelitian bukan wilayah sentra, namun berpotensi untuk dilakukan pengembangan pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa dari suatu tanaman, sehingga diharapkan mendapatkan tetua yang memiliki potensi hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi genotip dan lingkungan terhadap penampilan vegetatif dan generatif jagung ketan pada dua lokasi di Jawa Timur. Serta mengetahui genotip unggul pada masing-masing lokasi di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lumajang dan Ponorogo pada bulan Januari hingga April 2020. Penelitian menggunakan tujuh genotip jagung ketan, pestisida, dan pupuk kimia. Penelitian menggunakan RAK dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan pada masing-masing lokasi. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, tinggi letak tongkol, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, panjang malai, umur silking, anthesis silking interval, dan umur panen. Analisa data yang digunakan meliputi analisis ragam dengan uji lanjut BNJ 0.05, Analisis KT galat dua lokasi, dan analisis ragam gabungan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat variabel yang memiliki interaksi antara genotip dan lingkungan diantaranya lebar daun, panjang malai, umur silking, dan umur panen, dan berdasarkan hasil uji lanjut BNJ 0.05, JPM 03 memiliki keunggulan pada mayoritas variabel sehingga berpotensi untuk dijadikan tetua.
STUDI EKSPERIMENTAL VARIASI BENTUK SUDU DAN SUDUT TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON Pratama, Putra Aji; Malyadi, Muhammad; Wicaksono, Yoga Arob
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 1 No. 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4254

Abstract

Turbin Pelton menjadi pilihan terbaik untuk memanfaatkan sumber energi air dengan memiliki luas aliran yang sempit dan kecepatan aliran yang tinggi. Turbin air yang digunakan dengan tipe variasi Sudu Semi-Circle, Sudu Elliptic 1, Sudu Elliptic 2. Hasil pengujian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa kecepatan putaran terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 555,8 Rpm. Pada beban 600 gram diperoleh Rpm tertinggi pada jenis sudu Elliptic 1 dengan hasil 318,8 rpm. Efisiensi terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 62 %. Pada beban 600 gram diperoleh efisiensi tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 68,5 %. Torsi terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Elliptic 1 dengan hasil sebesar 1,0166 N.m. Pada beban 600 gram diperoleh torsi tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 1,4313 N.m. Daya terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 61,9 watt. Pada beban 600 gram diperoleh daya tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 68,4 watt. Hasil pengujian di atas, bentuk sudu yang terdapat pembelah tekanan airnya bekerja dengan baik, dimana bentuk tersebut terdapat di sudu Elliptic 1 yang mempunyai sudut 108° dan Elliptic 2 yang mempunyai sudut 85°. Dan bentuk sudu yang menghasilkan secara maksimal adalah bentuk sudu Elliptic 1 dengan sudut 108° dimana saat diberi beban 600 gram mampu menghasilan Rpm tertinggi sebesar 383,2 Rpm, hasil tersebut disebabkan laju aliran fluida di sudu IN 0,467 m/s dan OUT 1,203 m/s.