Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik Kota Pontianak Pada Tahun 2021-2025 Dengan Metode Gabungan Ulwan, Nasih; Hiendro, Ayong; Rajagukguk, Managam
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan pokok yang mendasar saat ini. Seiring dengan perkembangan perekonomian dan pertumbuhan penduduk maka kebutuhan listrik terus mengalami peningkatan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengantisipasi dengan melakukan prakiraan kebutuhan energi listrik dimasa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak untuk memprakirakan kebutuhan energi listrik pada tahun 2021-2025 menggunakan metode gabungan dengan model perhitungan DKL 3.2. Data yang digunakan adalah data historis dari tahun 2015-2019 berupa data jumlah pelanggan, konsumsi energi listrik, daya tersambung, dan data PDRB. Data tersebut didapatkan dari PT. PLN (UP3) Kota Pontianak dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak. Prakiraan dilakukan terhadap 4 sektor, yaitu sektor rumah tangga, sektor komersial/bisnis, sektor industri, dan sektor umum/publik. Untuk hasil keseluruhan di Kota Pontianak, jumlah pelanggan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 8,57% per tahun dari tahun 2021-2025. Lalu untuk konsumsi energi listrik meningkat dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 9,63% per tahun dari tahun 2021-2025. Untuk daya tersambung meningkat dengan rata-rata pertumbuhan daya tersambung sebesar 8,84% per tahun dari tahun 2021-2025. Pertumbuhan konsumsi energi listrik tertinggi terjadi pada sektor industri dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 21,51% per tahun dari tahun 2021-2025, sedangkan pertumbuhan konsumsi energi listrik terendah terjadi pada sektor umum/publik dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 1,67% per tahun dari tahun 2021-2025. Total kapasitas daya yang harus disiapkan PT. PLN (Persero) Kota Pontianak pada tahun 2025 yaitu sebesar 600.547,82 kVA. Sampai tahun 2019, daya tersambung yaitu sekitar 361.982,35 kVA, sehingga PT. PLN (Persero) Kota Pontianak masih harus mempersiapkan penambahan daya sebesar 238.565,47 kVA.
Fondasi Etika Marketing : Analisis Tafsir Tematik dan Istinbath Hukum Surat Ali Imran Ayat 133, 134 dan 159 Ulwan, Nasih; Bisri, Hasan; Athoillah, Muhamad
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1533

Abstract

The concept of marketing in the Islamic perspective is not always aimed solely at achieving profit, but also takes into account ethical values, spirituality, and social responsibility. This article aims to analyze the concept of Islamic marketing based on Surah Ali Imran verses 133, 134, and 159, with an emphasis on business ethics, leadership, and social interaction. This study uses a qualitative method with a library research approach, through thematic interpretation analysis (tafsir maudhu‘i) and istinbāṭ al-ḥukm with the ushul fiqh framework. The primary data sources are the Qur'an and classical and contemporary tafsir books, while the secondary data includes literature on Islamic economics and Islamic marketing. The results show that QS. Ali Imran verse 133 emphasizes the principles of healthy competition and speed in doing good as the basic ethos of Islamic marketing, verse 134 contains the values of generosity, emotional control, and forgiveness as the foundation of social business ethics, while verse 159 emphasizes gentle leadership, deliberation, and tawakkal as principles of Islamic marketing management and communication. The results of the study show that QS. Ali Imran verse 133 emphasizes the principles of healthy competition and speed in doing good as the basic ethos of Islamic marketing, verse 134 contains the values of generosity, emotional control, and forgiveness as the foundation of social business ethics, while verse 159 emphasizes gentle leadership, deliberation, and tawakkal as principles of Islamic managerial and marketing communication. This discussion confirms that these three verses form a normative framework for sharia marketing that integrates spiritual, moral, and professional dimensions. Thus, Islamic marketing in the perspective of the Qur'an is not merely a marketing strategy, but a practice of muamalah oriented towards benefit, justice, and blessing.