Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS REDESAIN ALAT CETAK KUE SATU DENGAN METODE ZERO ONE DAN MATRIK EVALUASI Silviana Silviana; Andy Hardianto; Dadang Hermawan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model pengambilan keputusan pemilihan alternative desain alat cetak terbaik dalam produksi kue satu. Perancangan ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas UKM kue satu di Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Kue satu ini merupakan jajanan tradisional yang merupakan bagian dari strategi pemerintah Blitar untuk memajukan kearifan lokal di daerahnya. Terlepas dari kenyataan bahwa produk ini telah menjadi hidangan lokal yang populer, jumlahnya tidak banyak di pasaran. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya dilakukan secara manual. Selain itu, karena alat tersebut adalah mesin cetak dengan pegangan manual, ketebalan dan diameternya tidak akurat. Mesin akan memakan waktu lama untuk menghasilkan output produksi. Ini juga dapat menyebabkan keterlambatan dalam memenuhi kebutuhan pasar. Oleh karena itu, peneliti merancang ulang peralatan permesinan yang digunakan dalam pencetakan kue satu Dengan Metode Zero One dan Matrik Evaluasi.
PENINGKATAN KUALITAS MOTORIK ANAK USIA DINI BERBASIS ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI POS PAUD PELANGI KELURAHAN MERGOSONO MALANG Silviana Silviana; Andy Hardianto; Dadang Hermawan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pra sekolah adalah suatu bentuk pendidikan yang ditujukan untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik (kecerdasan motorik halus dan sintetik), intelektual (kemampuan berpikir, kreativitas, kecerdasan motorik, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (emosi dan motivasi). dan agama. ) bahasa dan komunikasi yang sesuai dengan keunikan PAUD. Keberadaan stasiun PAUD di Kecamatan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang merupakan upaya dan upaya untuk memenuhi tuntutan layanan PAUD kabupaten yang berorientasi pada masyarakat, sekaligus mengetahui bagaimana memberikan dukungan dukungan resmi PAUD  yang lebih mendalam. Sasaran  kegiatan ini adalah Gardu Induk PAUD Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat di PAUD Pelangi Kecamatan Mergosono Kecamatan Kedungkandang Kota Malang sangat bermanfaat bagi mitra terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar akan lebih menarik dan anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya, sehingga juga  meningkatkan kemampuan motoriknya. Operasi telah dilakukan  untuk kepentingan bersama dengan tujuan menambah peralatan APE dan loker untuk menyimpannya. Pada saat yang sama, para manajer telah dilatih dalam manajemen dan operasi manajer PAUD. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian yang telah dilakukan, dapat diberikan rekomendasi: 1) Adanya kegiatan tindak lanjut termasuk pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan guru dalam  belajar mengajar. 2) Pembelian APE sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak.
STUDI EMPIRIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA UKM KERUPUK SINGKONG . Silviana; Andy Hardianto; Naif Fuhaid; Arie Restu Wardhani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.059 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UKM Kerupuk Singkong di Tulungagung, Indonesia. UKM ini memiliki masalah dengan berbagai intervensi dalam gerakan berulang yang dilakukan oleh kondisi kerja ergonomis yang kurang standar. Selain itu, tidak terstandarnya elemen-elemen kerja menyebabkan kelelahan berlebih, terutama pada aktivitas pencetakan Kerupuk Singkong. Hal ini disebabkan karena alat untuk mencetak masih tradisional, yaitu dengan menggunakan garpu yang menyebabkan pekerjaan menjadi tidak produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waktu standar dan output standar dengan menggunakan Stop Watch Time Study pada UKM Kerupuk Singkong di Tulungagung untuk kemudian menentukan tingkat produktivitas. Kemudian, hasil pada penelitian menunjukkan tingkat produktivitas, sebesar 12,87%. Ini berarti sistem kerja tidak produktif karena di bawah 50%. Dari hasil ini, para peneliti menyarankan untuk meningkatkan alat tradisional agar menjadi lebih otomatis. Selain itu, peneliti menyarankan untuk menganalisa produktivitas sebelum dan sesudah implementasi mesin pencetak terotomasi untuk menjadi rekomendasi penelitian selanjutnya.
PENERAPAN KONSEP CONTINUOUS IMPROVEMENT UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN ENERGI PADA MESIN PENGERING (DRYER DEVICE) DI RTC LINE PT. HM SAMPOERNA TBK Chasbul Rizqilah; Silviana Silviana; Andy Hardianto
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.003 KB)

Abstract

PT. HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia di bawah naungan Phillip Morris Indonesia (PMI). Salah satu department, yaitu Primary Processing terdapat line bernama RTC line di mana mesin Dryer Device menggunakan energi paling tinggi berdasarkan data penggunaan energi pada week 1-13 di tahun 2018. Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini, yaitu bagaimana cara mengoptimalkan serta mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan energi pada mesin Dryer Device di RTC line dengan penerapan konsep Continuous Improvement. Tujuannya adalah untuk mengetahui penggunaan energi paling efisien dan menganalisis faktor penyebab tingginya energi di mesin Dryer Device di RTC line. Penelitian ini menggunakan penerapan Kaizen dengan tahapan PDCA (Plan, Do, Check, Action). PDCA digunakan untuk menguji dan mengimplementasikan perbaikan kinerja proses produksi kedepannya agar lebih baik. Pengumpulan data yang digunakan, yaitu data konsumsi energi dari mesin Dryer Device di RTC line dan data proses produksi di RTC line. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep Continuous Improvement mampu menurunkan penggunaan energi pada mesin Dryer Device di RTC line  dapat dilihat dari tahap Check yang dilakukan, yaitu dari 3,08 GJ/Ton menjadi 1,49 GJ/Ton atau sebesar 51,62%.
ANALISA ADJECTIVE DARI REDESAIN ALAT CETAK OPAK SINGKONG KONVENSIONAL Silviana Silviana; Naif Fuhaid; Andy Hardianto
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.223 KB)

Abstract

Peningkatan teknologi pada industri camilan krupuk menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan kapasitas untuk mencapai efisiensi produksi dan jumlah output. Proses produksi opak singkong saat ini sudah menggunakan alat cetak konvensional sehingga proses produksi jauh lebih efisien secara waktu proses dan  kuantitas dalam menghasilkan output yang diharapkan. Akan tetapi ada kendala saat alat cetak tersebut dioperasionalkan, Yaitu pada saat tuas ditarik secara manual menggunakan tangan harus dengan tenaga yang sangat kuat untuk menghasilkan adonan opak singkong menjadi pipih tipis sesuai harapan. Hal ini menimbulkan kelelahan pada lengan operator saat mengoperasikan alat cetak tersebut. Berdasarkan ulasan diatas, maka perlu adanya penelitian tentang analisis redesain alat cetak opak singkong guna menganalisis dampak kelemahan alat cetak serta melakukan perbaikan. Penelitian diawali dengan penyebaran kuesioner yang bertujuan menentukan atribut-atribut yang dibutuhkan dalam perancangan ulang alat cetak opak singkong yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya. Dari hasil pengolahan data dengan metode analisis Adjective, didapatkan hasil terdapat 7 tujuh attribute yang dievaluasi dan terdapat 2 dua attribute memiliki nilai rendah atau negatif (-). Yaitu atribut Operasional Alat (-12.23) dan attribut Ukuran Hasil (-11.06). Hal ini menunjukkan bahwa atribut-atribut tersebut perlu ditingkatkan performansinya untuk mendapatkan produk seperti yang dibutuhkan dan dikehendaki oleh pengguna alat cetak opak singkong.
PELATIHAN KEMASAN DAN PELABELAN PADA UKM KRIPIK PISANG DI DUSUN PECUK TULUNGAGUNG Arie Restu Wardhani; Purbo Suwandono; Silviana Silviana; Arief Rizki fadhillah
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.559 KB)

Abstract

Transfer teknologi dan pengetahuan sangat dibutuhkan untuk masyarakat, terutama masyarakat pelaku usaha kripik di Dusun Pecuk, Desa Pakel, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung - Provinsi Jawa Timur. Pada UKM kripik pisang Ramesta, kendala utama di bidang manajemen adalah strategi pemasaran khususnya pada manajemen kemasan dan pelabelan. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pemahaman pelaku usaha beserta karyawan-karyawannya mengenai manajemen kemasan dan pelabelan yang baik. Salah satunya adalah kegiatan pelatihan pelabelan dan kemasan yang dilakukan di Dusun Pecuk pada tanggal 10 Agustus 2017 dengan melibatkan 7 orang partisipan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah dan tutorial yang diakhiri dengan diskusi. Kegiatan pelatihan ini dapat sesuai dengan target yang diharapkan, yaitu meningkatnya pengetahuan partisipan sebanyak 64,29 %. Seluruh peserta antusias dengan diskusi ditunjukkan dengan beberapa pertayaan dan pendapat yang muncul, serta partisipan terus mengikuti kegiatan sampai selesai tanpa meninggakan ruangan. memiliki motivasi dan semangat yang tinggi untuk mengikuti kegiatan pelatihan yang ditunjukkan oleh tidak adanya peserta yang meninggalkan kegiatan hingga kegiatan berakhir.