Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kedaulatan Pangan melalui Edukasi dan Implementasi Pengendalian Hama Terpadu di Desa Sempu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur: Ceramah, Diskusi Interaktif, dan Pendampingan Digital Triwidodo, Hermanu; Sugiana, Fenny Aulia; Budiarto, Tri; Pendong, Lexi Majesty; Cintaning, Anis Bias; Monica, Eva; Rahmawati, Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2316

Abstract

Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri adalah salah satu desa yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani, membentuk sikap dan perilaku yang mendukung penerapan pengendalian hama terpadu serta memanfaatkan platform Digitani sebagai sarana informasi dan panduan teknis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab secara luring maupun daring. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 18 Juni–9 Agustus 2025 melibatkan 45 peserta yang terdiri dari masyarakat dan kelompok tani Desa Sempu. Hasil diskusi menunjukkan masalah utama yang dihadapi, yaitu serangan penyakit dan hama pada komoditas unggulan, yakni nanas, cabai, dan tomat. Selain itu, penggunaan pestisida tanpa panduan teknis, ketiadaan rotasi bahan aktif, serta ketidakakuratan identifikasi organisme pengganggu tanaman. Melalui program penyuluhan pengabdian ini, petani memperoleh pengetahuan tentang identifikasi hama dan penyakit, penggunaan pestisida yang tepat, pemanfaatan agens hayati, dan teknologi digital untuk konsultasi pertanian. Output yang diperoleh, yaitu adanya peningkatan minimal 50% pengetahuan, kemandirian petani, dan produktivitas pertanian masyarakat di Desa Sempu yang mendukung ketahanan pangan lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari terbentuknya kebiasaan baru untuk rotasi bahan aktif, melakukan konsultasi berbasis Digitani, dan berkurangnya aplikasi pestisida kombinasi yang berisiko.