Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KOMPARATIF PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium Cepa L. Aggregatum) BERDASARKAN UKURAN BAHAN TANAM Suhartanto, Mohamad Rahmad; Wahyuni, Ari; Cintaning, Anis Bias; Nabila, Diah Ayu; Neti, Natali; Sinaga, Tamara Rudang Astari; Wentasari, Risa; Taisa, Rianida; Karmaita, Yummama
Jurnal Agroteknologi Vol 16, No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v16i1.37633

Abstract

Shallot development faces an obstacle, specifically the availability of quality seeds. Onion propagation is usually done conventionally with vegetative propagation methods using bulbs as seeds. The aims of study were to determine the effect of the size of the shallot bulb planting material on the growth and production of shallots, to obtain the variables used in selecting the size of the shallot bulbs.The research was conducted at Leuwikopo Experimental Farm in Dramaga, Bogor from February to May 2024. The experiment was conducted by comparing two treatments and each treatment was repeated 9 times. The treatment used was bulb size, especially large and small. The data obtained were tested using the t-student test at the 5% α level, which compares the results of observations between large and small bulbs. The variable observed consisted of plant height, number of shoots, number of leaves, number of bulbs, number of multiplications, wet weight, and dry weight of bulbs. The results showed that different sizes of bulbs used as shallot plant propagation materials affect the growth and production of shallots. Shallot seeds with large bulb sizes produce better growth than small bulbs. The size of large and small bulbs produces output in the form of variable of the number of bulbs per clump, and wet and dry weights of bulbs that are not different. The variables number of leaves, number of shoots, dry bulb weight, and multiplication rate can be used as characteristics for selecting bulb size.
Penguatan Kedaulatan Pangan melalui Edukasi dan Implementasi Pengendalian Hama Terpadu di Desa Sempu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur: Ceramah, Diskusi Interaktif, dan Pendampingan Digital Triwidodo, Hermanu; Sugiana, Fenny Aulia; Budiarto, Tri; Pendong, Lexi Majesty; Cintaning, Anis Bias; Monica, Eva; Rahmawati, Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2316

Abstract

Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri adalah salah satu desa yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani, membentuk sikap dan perilaku yang mendukung penerapan pengendalian hama terpadu serta memanfaatkan platform Digitani sebagai sarana informasi dan panduan teknis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab secara luring maupun daring. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 18 Juni–9 Agustus 2025 melibatkan 45 peserta yang terdiri dari masyarakat dan kelompok tani Desa Sempu. Hasil diskusi menunjukkan masalah utama yang dihadapi, yaitu serangan penyakit dan hama pada komoditas unggulan, yakni nanas, cabai, dan tomat. Selain itu, penggunaan pestisida tanpa panduan teknis, ketiadaan rotasi bahan aktif, serta ketidakakuratan identifikasi organisme pengganggu tanaman. Melalui program penyuluhan pengabdian ini, petani memperoleh pengetahuan tentang identifikasi hama dan penyakit, penggunaan pestisida yang tepat, pemanfaatan agens hayati, dan teknologi digital untuk konsultasi pertanian. Output yang diperoleh, yaitu adanya peningkatan minimal 50% pengetahuan, kemandirian petani, dan produktivitas pertanian masyarakat di Desa Sempu yang mendukung ketahanan pangan lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari terbentuknya kebiasaan baru untuk rotasi bahan aktif, melakukan konsultasi berbasis Digitani, dan berkurangnya aplikasi pestisida kombinasi yang berisiko.