Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Weduar Kecamatan Kei Besar Selatan Djurumana, Yohana; Tomasoa, Valensya Yeslin; Kainama, Mersy Delty; Leunupun, Trixie; Pelatta , Chendy Sofianty
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 2: APRIL 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i2.172

Abstract

One of the factors that causes stunting is the history of breastfeeding. Breast milk is the only ideal food that is the best and most perfect for babies to meet the physical and psychological needs of babies who are growing and developing. Exclusive breastfeeding is the provision of pure breast milk without any additional ingredients from the age of 0-6 months. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting at the Weduar Health Center, South Kei Besar District. The research method used was quantitative using a cross-sectional study approach. The sample in this study was 30 toddlers using a total sample. The instruments used were questionnaires for breastfeeding and observation sheets for the nutritional status of toddlers. Bivariate analysis used the chi square test. The results showed that out of 30 toddlers who were not given exclusive breastfeeding, 11 toddlers were given exclusive breastfeeding and 19 toddlers were given exclusive breastfeeding. Bivariate analysis showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p value 0.0002). The conclusion of this study is that there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers at the Weduar Health Center, South Kei Besar District.
Premarital Sex Education Untuk Remaja di Jemaat GPM Waiheru Mamuly, Wilma F; Kainama, Mersy Delty; Janwarin, Lea Mediatrix Y
Karya Kesehatan Siwalima Vol 2, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i2.1053

Abstract

Perilaku seks pranikah merupakan fenomena gunung es yang belum mendapat perhatian serius, sehingga perlu melakukan intervensi secara berkesinambungan dari berbagai stakeholder. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi secara dini kepada remaja dan pemuda khususnya di Desa Waiheru agar pengetahuannya meningkat. Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan masih rendah 85,7%, namun setelah dilakukan sosialisasi terjadi peningkatan pada post-test 100%. Kegiatan PKM ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan penting sebagai langkah proteksi bagi generasi emas gereja supaya tidak terjerumus dalam seks pranikah. 
Karakteristik Pasien Malaria di Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2022-2024 Kainama, Mersy Delty
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 7, No 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i3.1507

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Pasien malaria memiliki gejala seperti demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala dan mual. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi kasus malaria, salah satunya adalah upaya eliminasi malaria tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Tujauan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kuantitatif kasus malaria di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2022-2024. Metode penelitian digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari SISMAL Dinas Kesehatan Provinsi Maluku tahun 2022-2024. Hasil penelitian menunjukan  tren kasus malaria mengalami peningkatan dengan jumlah kasus terbanyak tahun 2024 yaitu 310 kasus. Proporsi kasus berdasarkan jenis kelamin paling banyak laki-laki sebesar 63,5%, berdasarkan jenis pemeriksaan yaitu RDT sebesar 81%, berdasarkan jenis pekerjaan yaitu tidak bekerja sebesar 29,4% dan berdasarkan jenis parasite yaitu plasmodium vivax sebesar 71,9%.