Zaman sekarang ini, para remaja sudah banyak sekali melakukan perilaku seksual yang mengarah pada yang beresiko baik pada laki-laki mapun perempuan. Berciuman, oral sex, dan petting sudah dianggap hal yang wajar dilakukan oleh remaja pada saat berpacaran. Padahal, melalui cairan tubuh orang lain yang terinfeksi penyakit seperti air ludah dapat menularkan penyakit ke orang lain. Sexual intercouse sudah jelas sangat beresiko untuk terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit. Bahkan tindakan ini tidak aman dilakukan anak usia remaja. Perilaku seksual beresiko ini dominanya diinisiasi oleh laki-laki. Peningkatan angka perilaku seksual remaja disebabkan oleh rendahnya pengetahuan remaja tentang seks dan kesehatan reproduksi dimana pengetahuan merupakan salah satu komponen dalam pembentukan sikap seseorang. Dengan pengetahuan yang tidak memadai akan membuat remaja cenderung mengambil sikap yang salah artinya jika remaja tidak mempunyai pengetahuan yang tepat mengenai kesehatan reproduksi maka akan membuat remaja cenderung bersikap negatif tentang seksualitas kemudian mempunyai perilaku terhadap seksualitas. Meskipun faktor penyebab terbesar adalah pengetahuan terkait kesehatan reproduksi yang masih kurang pada remaja, namun pencegahan secara menyeluruh tetap diperlukan. Salah satu faktor yang dapat menjadi pencegah perilaku seksual remaja adalah pola asuh orang tua.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari senin tanggal 07 Juli 2025. Pengabdian dilakukan dengan tujuan pentingnya pencegahan perilaku seksual beranggapan bahwa penyuluhan ini sangat penting diberikan pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga dapat mencegah diri dari tindakan seksual yang beresiko terhadap diri sendiri dan orang lain. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja di desa lamkratk sehingga dapat terhindar dari perilaku seksual yang beresiko