Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI MAN 2 BANDA ACEH Kurniawati, Evi; Murhadi, T.; Afriana, Afriana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v1i1.2174

Abstract

Perilaku personal hygiene yang dapat menyebabkan berbagai penyakit salah satunya adalah keputihan. Dampak keputihan jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi dan peradangan pada organ reproduksi dan juga mengalami gangguan kenyamanan pada remaja putri salah satunya adalah keputihan sebanyak 50%. Data yang diperolah dari MAN 2 Lamteumen Kota Banda Aceh Tahun 2023 jumlah siswi kelas X sebanyak 130 orang. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan keputihan pada remaja putri kelas X di MAN 2 Banda Aceh Tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan tehnik pengambilan sampel secara Stratified Random Sampling dengan jumlah populasi 130 orang remaja putri dan jumlah sampel 57 orang remaja putri. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 September 2023 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri tidak mengalami keputihan sebanyak 40 orang (70,2%), dan perilaku personal hygiene benar sebanyak 32 orang (56,1%). Kesimpulan ada hubungan personal hygiene dengan keputihan pada remaja putri dengan ρ value = 0,003. Saran bagi tempat penelitian untuk meningkatkan pengetahuan siswi dengan memperbanyak buku bacaan di perpustakaan tentang keputihan dan personal hygiene dan melakukan kebijakan untuk bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengadakan penyuluhan Kesehatan.
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI DESA LAMKRAK KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Eristono, Eristono; Murhadi, T.; Afriana, Afriana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49499

Abstract

Zaman sekarang ini, para remaja sudah banyak sekali melakukan perilaku seksual yang mengarah pada yang beresiko baik pada laki-laki mapun perempuan. Berciuman, oral sex, dan petting sudah dianggap hal yang wajar dilakukan oleh remaja pada saat berpacaran. Padahal, melalui cairan tubuh orang lain yang terinfeksi penyakit seperti air ludah dapat menularkan penyakit ke orang lain. Sexual intercouse sudah jelas sangat beresiko untuk terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit. Bahkan tindakan ini tidak aman dilakukan anak usia remaja. Perilaku seksual beresiko ini dominanya diinisiasi oleh laki-laki. Peningkatan angka perilaku seksual remaja disebabkan oleh rendahnya pengetahuan remaja tentang seks dan kesehatan reproduksi dimana pengetahuan merupakan salah satu komponen dalam pembentukan sikap seseorang. Dengan pengetahuan yang tidak memadai akan membuat remaja cenderung mengambil sikap yang salah artinya jika remaja tidak mempunyai pengetahuan yang tepat mengenai kesehatan reproduksi maka akan membuat remaja cenderung bersikap negatif tentang seksualitas kemudian mempunyai perilaku terhadap seksualitas. Meskipun faktor penyebab terbesar adalah pengetahuan terkait kesehatan reproduksi yang masih kurang pada remaja, namun pencegahan secara menyeluruh tetap diperlukan. Salah satu faktor yang dapat menjadi pencegah perilaku seksual remaja  adalah pola asuh orang tua.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari senin tanggal 07 Juli 2025. Pengabdian dilakukan dengan tujuan pentingnya pencegahan perilaku seksual beranggapan bahwa penyuluhan ini sangat penting diberikan pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga dapat mencegah diri dari tindakan seksual yang beresiko terhadap diri sendiri dan orang lain. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja di desa lamkratk sehingga dapat terhindar dari perilaku seksual yang beresiko