Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN GUMOH( REGURGITASI) PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH TAHUN 2022 Nurul Husna; Risa Desika; Afriana Afriana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 4 (2022): EDISI SPESIAL
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i4.1177

Abstract

Teknik menyusui yang salah bayi dengan posisi terlentang saat disusui akan mengakibatkan ASI yang diminum dapat keluar lagi karena otot sfingter esofagus pada bayi masih lemah sehingga tidak dapat menutup dengan sempurna. Cakupan kejadian regurgitasi pada bayi sekitar 25% mengalami regurgitasi >4 kali pada awal kelahiran dan 50% bayi mengalami regurgitasi 1-4 kali setiap hari hingga berumur 90 hari.Untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan kejadian gumoh (regurgitasi) pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh Tahun 2022.Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh 178 bayi berusia 0-6 bulan dengan jumlah sampel 35 responden yang diambil secara accidental sampling Analisa data menggunakan uji Chi-Square Test dengan batas kemaknaan 95% (ρ<0,05).Menunjukkan bahwa sebanyak 3 dari 14 responden menyusui bayinya dengan tepat dan mengalami kejadian regurgitasi (21,4%), sedangkan 17 dari 21 responden kurang tepat dalam teknik menyusui bayinya dan mengalami kejadian regurgitasi (81,0%). Sebanyak 11 dari 14 responden menyusui bayinya dengan tepat dan tidak mengalami kejadian regurgitasi (78,6%), sedangkan 4 dari 21 responden kurang tepat dalam teknik menyusui bayinya dan tidak mengalami kejadian regurgitasi (19,0%). Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ-value=0,002.Ada hubungan teknik menyusui dengan kejadian gumoh (regurgitasi) pada bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh Tahun 2022. Bayi yang mengalami regurgitasi disebabkan oleh teknik menyusui yang tidak sempurna.
PEMBERDAYAAN KADER ‘AISYIYAH DALAM TANGGAP BENCANA SEBAGAI UPAYA MENGURANGI DAMPAK BENCANA Roza Aryani; Afriana Afriana; Evi Kurniawati
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.585

Abstract

This relates to the geographical location of Indonesia which is located between the two major oceans and is located in the area of ​​tectonic plates. Indonesia's location is located on a tectonic plate or is also included in the ring of fire, which means that Indonesia is prone to earthquakes and can cause tsunamis. Health services during a disaster are one of the most important factors to prevent death, disability, and illness. There are three topics in this disaster training, namely, first, pregnant women with hypertension who were brought to the health service post but could not be handled at the post, and then referred, second, accident patients with head injuries and died on the spot, and third, accident patients with broken legs and taken to the post. health services. This training is carried out by counseling and simulation methods directly to cadres. In this activity the participants played an active role, this was aimed at increasing the knowledge and skills of the 'Aisyiyah cadres in disaster response after the evaluation was completed. The result of this activity is that Aisyiyah cadres understand how to deal with patients who urgently need help and work together with health workers
Hubungan Pemberian Asi Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Aryani, Roza; Afriana, Afriana; Azizah, Cut
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1942

Abstract

Stunting suatu gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak diawal kehidupannya, gangguan ini menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen. Dampak yang diakibatkan dari stunting tidak hanya gangguan fisik, tetapi juga mempengaruhi pola pertumbuhan pada otak. Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2021. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas kejadian stunting pada balita 1-5 tahun yaitu balita memiliki tinggi badan normal sebanyak 74.0% responden dan mayoritas responden memberikan ASI eksklusif sebanyak 71.9% responden. Hasil uji chi square didapatkan bahwa ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2021 (ρ-value 0.000 < α = 0.05). Terdapat hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2021. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Stunting, BalitaStunting is a growth disorder that occurs in children early in life, this disorder causes permanent damage. The impact caused by stunting is not only physical disturbance, but also affects growth patterns in the brain. To find out the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers 1-5 years in the Ulee Kareng Health Center UPTD Work Area, Ulee Kareng District, Banda Aceh City in 2021. This type of research uses an Analytical Survey research type with a Cross Sectional approach. The population in this study were all mothers who had toddlers 1-5 years in the UPTD Work Area of the Ulee Kareng Health Center, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. Based on the results of the study, it was found that the majority of stunting events in toddlers 1-5 years old were toddlers who had normal height as many as 74.0% of respondents and the majority of respondents gave exclusive breastfeeding as many as 71.9% of respondents. The results of the chi square test showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers 1-5 years in the UPTD Working Area of Ulee Kareng Health Center, Ulee Kareng District, Banda Aceh City in 2021 (ρ-value 0.000 < = 0.05). There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers 1-5 years in the Ulee Kareng Health Center UPTD Work Area, Ulee Kareng District, Banda Aceh City in 2021.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Stunting, Toddlers
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI IBU TERHADAP PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU DI DESA LAMBITRA KABUPATEN ACEH BESAR Husna, Nurul; Zulisa, Eva; Handiana, Cut Mainy; Afriana, Afriana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i2.1515

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh posyandu yang bertujuan untuk memantau tumbuh kembang anak adalah kegiatan penimbangan. Ditinjau dari aspek kualitas, masih ditemukan persentase pemanfaatan pelayanan posyandu oleh masyarakat masih belum berjalan secara optimal sehingga kasus malnutrisi sulit dideteksi. Hal tersebut dapat dilihat dari partisipasi orang tua khususnya ibu untuk membawa anaknya ke posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi ibu terhadap penimbangan balita ke posyandu di Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional study. Populasi adalah seluruh ibu yang datang melakukan kunjungan posyandu untuk penimbangan balita di Posyandu Mekar Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar berjumlah 98 orang dan dilakukan teknik pengambilan sampel secara Simple random sampling diperoleh responden sejumlah 80 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Ada hubungan antara faktor pekerjaan, pengetahuan, sikap, jarak posyandu dan dukungan keluarga terhadap partisipasi ibu dalam penimbangan balita ke posyandu di Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar, dengan nilai p-value < 0,05. Tidak ada hubungan antara faktor umur dan tingkat pendidikan ibu terhadap partisipasi ibu dalam penimbangan balita ke posyandu di Desa Lambitra Kabupaten Aceh Besar, dengan nilai p-value ≥ 0,05. Diharapkan bidan dapat melakukan pendekatan secara komprehensif dalam meningkatkan kunjungan ibu balita untuk datang ke posyandu dan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan informasi bagi Puskesmas Darussalam dalam menyusun strategi promosi kesehatan terutama yang berhubungan dengan peningkatan cakupan partisipasi kunjungan posyandu.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP BENDUNGAN ASI PADA IBU MENYUSUI DIWILAYAH PUSKESMAS LHOKNGA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR Husna, Nurul; Afriana, Afriana; Maulindawati, Maulindawati
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.2257

Abstract

Bendungan ASI terjadi karena beberapa faktor diantaranya yaitu perawatan payudara, teknik yang salah dalam menyusui, frekuensi menyusui, puting susu terbenam, bayi tidak dapat menghisap puting dan aerola, ibu yang tidak menyusukan bayinya sesering mungkin atau bayi yang tidak aktif menghisap. Pelekatan yang benar merupakan salah satu kunci keberhasilan bayi menyusu pada payudara ibu. Bila payudara lecet, bisa jadi pertanda pelekatan bayi saat menyusu tidak baik. Umumnya, ibu akan memperbaiki posisi pelekatan dengan melepaskan mulut bayi saat menyusu dan menempelkannya kembali. Mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan ibu terhadap bendungan ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.Metode analitik dengan pendekatan cross sectional yang tujuannya untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu terhadap bendungan ASI pada ibu menyusui.Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang ada di wilayah puskesmas Lhoknga tahun 2023 sebanyak 53 orang. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dari 53 responden bendungan ASI terjadi pada 22 responden (41,5%) dengan pengetahuan cukup, untuk responden dengan posisi menyusui yang salah terdapat 29 responden (54,7%) yang mengalami bendungan ASI, sementara untuk inisiasi menyusui dini yang mengalami bendungan ASI terdapat 32 responden (56,5%) mengalami bendungan ASI, sedangkan untuk frekuensi menyusui sebesar 16 responden (30,1%) yang mengalami bendungan ASI.Terdapat bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, Inisiasi menyusui dini (IMD), posisi menyusui, frekuensi menyusui dan keadaan putting dengan bendungan ASI.Diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi kepada ibu dan keluarga mengenai bendungan ASI.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH Afriana, Afriana; Kurniawati, Evi; Safni, Nurlianti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sementara ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe ≥ 90 butir selama kehamilan hanya sebesar 38,1%, dampak yang terjadi akibat anemia pada kehamilan antara lain abortus, persalinan prematur, perdarahan antepartum, perdarahan post partum, BBLR dan bahkan kematian janin.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh tahun 2024. Jenis Penelitian Ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel secara Accidental Sampling.Populasi sebanyak 297 orang ibu hamil trimester III dan jumlah sampel 30 orang ibu hamil di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Hasil penelitian univariat dan bivariat dengan uji Chi square menggunakan program SPSS.Menunjukan bahwa dari 30 responden ibu hamil mayoritas mengalami anemia sebanyak 18 responden (52%), berpengetahuan kurang tentang anemia sebanyak 16 responden (53,3%), pendapatan di bawah UMP sebanyak 15 responden (50%), ibu hamil yang tidak mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 21 responden (70%), hasil statistik menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ value 0,004), pendapatan (ρ value 0,009), konsumsi tablet Fe (ρ value 0,0130 dengan anemia pada ibu hamil.Ada hubungan pengetahuan, pendapatan dan konsumsi tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan informasi kepada masyarakat khususnya ibu hamil tentang anemia dengan memberikan penyuluhan kesehatan terhadap ibu hamil.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI MAN 2 BANDA ACEH Kurniawati, Evi; Afriana, Afriana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4465

Abstract

Perilaku personal hygiene yang kurang dapat menyebabkan penyakit keputihan. Dampak keputihan jika tidak ditangani dapat menyebabkan infeksi dan perdangan pada organ reproduksi dan juga mengalami gangguan kenyamanan pada remaja putri. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan keputihan pada remaja putri kelas X di MAN 2 Banda Aceh Tahun 2024. Metode penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 57 orang. Data diolah menggunakan uji Chi square.Hasil penelitian ada hubungan personal hygiene dengan keputihan pada remaja putri dengan ρ value = 0,003. Diharapkan bagi tempat penelitian melakukan kebijakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bendungan Asi Pada Ibu Menyusui di Desa Bineh Blang Kabupaten Aceh Besar Afriana, Afriana; Widiawati, Widiawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4064

Abstract

Menyusui merupakan suatu cara yang tidak ada duanya dalam memberikan makanan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Selain itu, menyusui mempunyai pengaruh biologis serta kejiwaan yang unik terhadap kesehatan ibu dan bayi. Zat-zat anti infeksi yang terkandung dalam ASI membantu melindungi bayi terhadap penyakit. Akan tetapi, menyusui tidak selamanya dapat berjalan dengan normal, tidak sedikit ibu-ibu mengeluh seperti adanya pembengkakan payudara akibat penumpukan ASI, karena pengeluaran ASI tidak lancar atau pengisapan oleh bayi. Pembengkakan ini akan mengakibatkan rasa nyeri pada ibu bahkan tidak jarang ibu merasa demam, oleh karena itu para ibu  dianjurkan untuk melakukan perawatan payudara agar tidak terjadi komplikasi seperti bendungan ASI.Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bendungan ASI pada ibu menyusui di desa  Bineh Blang Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian ini bersifat analitik, dengan pendekatan crossectional dimana penelitan ini dilakukan sesaat atau satu waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang ada di desa Bineh Blang Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, sedangkan sampel diperoleh secara Accidetal sampling sebanyak 32 orang. Mayoritas ibu menyusui di desa Bineh Blang yang mengalami bendungan ASI  dimana tidak ada bendungan ASI yang memiliki pengetahuan cukup, yaitu sebanyak 14 responden (87,5%). Hasil uji statistik diperoleh nilai    maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan bendungan ASI. ada bendungan ASI memiliki tingkat pendidikan dasar, yaitu sebanyak 1 responden (100%). Hasil uji statistik diperoleh nilai    maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan bendungan ASI. ada bendungan ASI memiliki sikap negatif sebanyak 4 responden (33,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai    maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara sikap dengan bendungan ASI.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui  masih rendah, oleh karena itu disarankan  kepada responden untuk lebih aktif mencari informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan tehnik menyusui  yang benar untuk mencegah bendungan ASI. Hal ini dapat diperoleh dengan mengunjungi tempat kesehatan.Kata Kunci : Ibu Post Partum, Kecemasan, Pengeluaran ASIBreastfeeding is an unbeatable way of providing ideal food for the healthy growth and development of babies. In addition, breastfeeding has unique biological and psychological influences on the health of mothers and babies. Anti-infective substances contained in breast milk help protect babies against disease. However, breastfeeding cannot always proceed normally, not a few mothers complain that there is swelling of the breasts due to accumulation of milk, because milk production is not smooth or sucking by the baby. This swelling will cause pain in the mother and it is not uncommon for mothers to feel feverish, therefore mothers are advised to take care of their breasts so that complications such as breast milk engorgement do not occur.The study was conducted to determine the factors that affect breastfeeding mothers in the village of Bineh Blang, Want Jaya District, Aceh Besar District.The design of this research is analytic, with a cross-sectional approach where this research is carried out momentarily or one time. The population in this study were all breastfeeding mothers in the village of Bineh Blang, Want Jaya District, Aceh Besar District, while the sample was obtained by accidental sampling of 32 people. The majority of breastfeeding mothers in Bineh Blang village who experienced ASI dams where there were no ASI dams had sufficient knowledge, namely 14 respondents (87.5%). The statistical test results obtained a value, so it can be concluded that there is no relationship between knowledge and ASI dams. there is an ASI dam has a basic education level, namely as many as 1 respondent (100%). The statistical test results obtained a value, so it can be concluded that there is no relationship between education and ASI dams. there is an ASI dam has a negative attitude as much as 4 respondents (33.3%). The results of statistical tests obtained values, it can be concluded that there is no relationship between attitudes and ASI dams.From the results of the study it can be concluded that the knowledge of breastfeeding mothers is still low, therefore it is suggested to respondents to be more active in seeking information about everything related to correct breastfeeding technique toKeywords: Maternal postpartum, breastfeeding ation.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Virus Covid-19 Pada Ibu Hamil di Wilayah Puskemas Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar Afriana, Afriana; Aryani, Roza; Husna, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2472

Abstract

Corona virus Disease (Covid-19) merupakan penyakit yang pertama kali dilaporkan menjangkit penduduk Wuhan Tiongkok dan menyebar luas di seluruh belahan dunia. Di Indonesia per tanggal 1 Juli 2021 kasus yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 2.178.272 jiwa dengan total kematian 58.491 jiwa. Ibu yang sedang hamil beberapa menjadi cemas untuk memeriksakan dirinya ke fasilitas pelayanan kesehatan karena takut tertular penyakit. Dengan demikian kunjungan ibu hamil di beberapa tempat pelayanan kesehatan menjadi menurun. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Covid-19 akan berpengaruh terhadap sikap dan keputusan dalam memeriksakan kehamilannya di fasilitas pelayanan kesehatan.Metode penelitian ini analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Cross sectional yang berjumlah 41 orang.Hasil penelitian menunjukkan dari 41 responden yang berpengetahuan baik dalam pencengahan Infeksi Covid-19  berpengetahuan baik, terdapat 20 responden (83,3%) yang  tidak melakukan pencegahan Infeksi, sedangkan dari  responden yang berpengetahuan kurang, terdapat 5 responden (29,4%) yang  tidak melakukan pencegahan covid-19 Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan Chi-Square maka diketahui P value = 0,001 maka ada hubungan antara prilaku pencegahan infeksi Covid-19 dengan pengetahuan ibu hamil. bahwa dari 27 responden yang bersikap negatif, terdapat  terdapat 21 responden (77,8%) yang tidad melakukan pencegahan infeksi covid-19. Sedangkan dari 14 responden yang bersikap positif terdapat 10 responden (71,4%) yang melakukan pencegahan infeksi covid-19. Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan Chi-Square maka diketahui P value = 0,003, maka ada hubungan antara sikap dengan Perilaku Ibu hamil  terhadap Pencegahan Infeksi Covid-19.Kata Kunci :Pengetahuan, Sikap , perilaku Covid-19Corona virus Disease (Covid-19) is a disease that was first reported to have infected residents of Wuhan, China and spread widely throughout the world. In Indonesia as of July 1 2021 confirmed cases of Covid-19 totaled 2,178,272 people with a total death of 58,491 people. Some pregnant women become anxious to check themselves at a health service facility for fear of contracting the disease. Thus the visit of pregnant women in several health service places has decreased. The level of knowledge of pregnant women about Covid-19 will affect their attitudes and decisions in having their pregnancies checked at health care facilities. The research method is quantitative analytic with a cross-sectional research design that will be used with a total of 41 people. The results showed that 41 respondents had good knowledge. in preventing Covid-19 infection with good knowledge, there were 20 respondents (83.3%) who did not carry out infection prevention, while from respondents who had less knowledge, there were 5 respondents (29.4%) who did not carry out Covid-19 prevention. Based on the test results by using Chi-Square, it is known that P value = 0.001, so there is a relationship between the behavior of preventing Covid-19 infection and the knowledge of pregnant women. that of the 27 respondents who had a negative attitude, there were 21 respondents (77.8%) who did not prevent Covid-19 infection. Meanwhile, of the 14 respondents who had a positive attitude, there were 10 respondents (71.4%) who prevented Covid-19 infection. Based on the results of the test using Chi-Square, it is known that P value = 0.003, so there is a relationship between attitudes and behavior of pregnant women towards preventing Covid-19 infection.Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior of Covid-19
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Baby Blues Syndrome Pada Ibu Post Partum di RSUD dr. Zainoel Abidin Kota Banda Aceh Aryani, Roza; Afriana, Afriana; Faranita, Faranita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2401

Abstract

Masalah psikologi yang sering muncul pada ibu postpartum salah satunya yaitu baby blues syndrome, yaitu perasaan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan yang ditandai dengan kecemasan, serangan panik, kelelahan, perasaan menyalahkan diri dan merasa tidak mampu mengurus bayinya. Tujuan penelitian Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan baby blues syndrome pada ibu postpartum di RSUD dr. Zainoel Abidin kota Banda Aceh. Jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan metode korelatif, dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi pada bulan Januari-Juli 773 orang ibu postpartum. Jumlah populasi pada Januari–Juli 2021 berjumlah 773 orang ibu postpartum. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik sampling kuota, dengan jumlah sampel 50 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada 05-24 September 2021di Ruang Bersalin RSUD dr. Zainoel Abidin Pemerintah Aceh. Hasil analisa data bivariat menunjukkan ada hubungan usia dengan baby blues syndrome pada ibu postpartum (ρ=0,018), pendidikan (ρ=0.001), jenis persalinan (ρ=0,000), komplikasi kelahiran (ρ=0,025), serta dukungan keluarga dengan baby blues syndrome pada ibu postpartum (ρ=0,031). Ada hubungan antara, usia, pendidikan, jenis persalinan, komplikasi kelahiran serta dukungan keluarga dengan baby blues syndrome pada ibu postpartum.Kata kunci : Baby Blues Syndrome, PostpartumPsychological problems that often arise in postpartum mothers, one of which is the baby blues syndrome, which is a feeling that occurs in postpartum mothers which is characterized by anxiety, panic attacks, fatigue, feelings of self-blame and feeling unable to take care of their baby. The aim of the study was to determine the factors associated with the baby blues syndrome in postpartum mothers at dr. Zainoel Abidin, the city of Banda Aceh. This type of research is quantitative with a correlative method, with a cross sectional study approach. Total population in January-July 773 postpartum mothers. The total population in January–July 2021 was 773 postpartum mothers. The sampling technique used is the quota sampling technique, with a sample size of 50 people. The data collection tool used is a questionnaire. The time and place of the research was carried out on September 5-24, 2021 in the Maternity Room of RSUD dr. Zainoel Abidin Aceh Government. The results of bivariate data analysis showed that there was a relationship between age and baby blues syndrome in postpartum mothers (ρ=0.018), education (ρ=0.001), type of delivery (ρ=0.000), birth complications (ρ=0.025), and family support with baby blues. syndrome in postpartum mothers (ρ=0.031). There is a relationship between age, education, type of delivery, birth complications and family support with baby blues syndrome in postpartum mothers.Keywords : Baby Blues Syndrome, Postpartum