Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Sedimentary Process of Sand Deposits in Bogowonto River, Purworejo, Central Java, and Progo River, Kulonprogo, Yogyakarta Using Granulometric Analysis Nugroho, Muchamad Ocky Bayu; Rizkianto, Yody; Yuditama, Riyan Ranggas; Ryan, Akbar; Maulana, Agam
EKSPLORIUM Vol. 42 No. 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2021.42.2.6436

Abstract

Sedimentation is the most traditional separation technique and it is relying on efficient coagulation and flocculation to produce flocs with good settling properties. Bogowonto River and Progo River belong to South Serayu Area. There are similar geological processes that affected the river forming process i.e., erosional process, provenance, and fault systems. The sand sedimentation process for each river could be different due to geometry and river morphology. This research aims to reveal the possible parameters that affected the sedimentary process and sediment material along the stream river. Granulometric analysis was done in this research. Samples were taken from 3 points (upstream, middle, and downstream) of Bogowonto river and Progo river. Statistically, the upstream and middle stream of Bogowonto River shows more dunes and beach environment characters than Progo River. It could be interpreted if Bogowonto has more deposit plain like point bar than Progo River. The downstream area has been interpreted as the upper part of estuarine due to river and beach environment. The volcanic arc (Tertiary & Quarternary) is the main sediment source for these rivers. The sediment supply of the Progo River is strongly influenced by Merapi’s eruption whereas Bogowonto river is dominated by reworked Old Andesite Formation (OAF) & Sumbing’s material. Morphologically, Bogowonto has more meandering features than Progo that indicates the development of river stage in a long time and wide distributed sediment materials.
Perlindungan Hukum Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 yang Berakibat Penyakit, Kecacatan Tubuh, dan atau Hilangnya Nyawa Pasca Vaksinasi Maulana, Agam; Nurhayati, Dwi Endah; Nugroho, Fiska Maulidian
PUSKAPSI Law Review Vol. 2 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) FH UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/puskapsi.v2i2.30666

Abstract

COVID -19 merupakan virus baru yang menyebabkan masalah kesehatan khususnya pada organ pernafasan dengan penyebaran yang sangat cepat . Sebagai kegiatan penanggulangan penyakit baru ini pemerintah melalui UU Kekarantinaan Kesehatan Pasal 15 ayat 2 melakukan program vaksinasi secara nasional. Pemberian vaksin tersebut ternyata memiliki efek samping yang tidak terduga bahkan berpotensi sampai menghilangkan nyawa.Resiko tersebut membuat keyakinan masyarakat terhadap vaksin menurun, apalagi belum ada kepastian perlindungan hukum terkait dengan kondisi pasca vaksinasi tersebut. Pertanggungjawaban hukum atas tindakan vaksinasi yang menimbulkan efek samping hingga menghilangkan nyawa sebagai kejadian ikutan pasca vaksin dan perlindungan hukum terhadap penerimanya merupakan tanda tanya besar yang perlu untuk dijawab. Berlatarbelakang hal tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pengumpulan bahan hukum menggunakan studi pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan non-hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, tenaga kesehatan sebagai pelaksana vaksinasi tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas pelaksanaan vaksinasi sepanjang sesuai dengan tatalaksana yang berlaku dan atau tidak terjadi kelalaian yang disengaja. Sedangakn perlindungan hukum bagi penerima vaksin berupa pemantauan dan penaggulangan kementerian terkait serta pemerintah kabupaten /kota setempat terhadap kejadian pasca vaksinasi, dan kompensasi apabila terdapat efek samping penggunaan vaksin tersebut.