Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : AGROTEKBIS

EFEKTIFITAS BEBERAPA JENIS INSEKTISIDA TERHADAP Liriomyza sp. PADA TANAMAN BAWANG MERAH Rinawati, Rinawati; Shahabuddin, Shahabuddin; Asrul, Asrul
AGROTEKBIS Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know the effectiveness of insecticide type to population, Liriomyza sp attack and onion plant production. The study was conducted from February to November 2017 in Guntarano Village and at the Pest and Disease Plant Laboratory University of Tadulako Palu. This study used Randomized Block Design consisting of 4 treatments, namely control, M.anisopliae, citronella extract and insecticide Dimehipo. The results showed that the type of insecticide applied to onion crops affected the population and the attack Liriomyza sp. as well as onion plant production. Imago population Liriomyza sp. the highest was in the control treatment of 4.56 tail / trap compared to the treatment of insecticide Dimehipo 1.39 tail/trap while the treatment of gray and M.anisopliae extract of 2.22 tail / trap and 2.11 tail / trap. Attack  Liriomyza sp. highest in the control treatment was 21.2% compared with the treatment of  M.anisopliae 16.27%, the treatment of citronella 18% and the lowest in the treatment of insecticide Dimehipo 13.13%. The highest production was in the treatment of insecticides Dimehipo 6.87 tons / ha, M.anisopliae 5.11 tons / ha, citronella extrack 4.85 tons / ha and control of 3.10 tons / ha. Thus an effective insecticide suppresses the intensity of the attack, the population of Liriomyza sp. and increase the production of onion crops, namely insecticide Dimehipo.
DAYA TARIK JENIS ATRAKTAN DAN WARNA PERANGKAP YANG BERBEDA TERHADAP LALAT BUAH (DIPTERA:TEPHRITIDAE) PADA TANAMAN MANGGA (Mangifera indica) DI DESA SOULOVE Marikun, Miswanto; Anshary, Alam; Saleh, Shahabuddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi daya tarik perangkap atraktan dan warna yang berbeda untuk lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada tanaman mangga. Penelitian ini dilakukan di desa Soulove, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu (Faktor 1) jenis atraktan (ekstrak daun Melaleuca bracteata, E1, Vitex trifolia E2, dan air E0). Faktor 2 perangkap warna (transparan W1, dan kuning W2) dengan 3 ulangan untuk setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukan empat spesies lalat buah yaitu Bactrocera dorsalis, B.albistrigatus, B. cucurbitae, dan B.umbrosus. Setiap jenis atraktan memiliki daya tarik terhadap  lalat buah di semua pengamatan secara signifikan. Ekstrak tanaman yang paling efektif mengendalikan lalat buah adalah M.bracteata dan V. trifolia dan  dapat memerangkap rata-rata 69 lalat buah /perangkap/5 hari. Perangkap kuning (W2) dan perangkap transparan (W1) berbeda signifikan hanya pada 45 HST. Perangkap warna yang memiliki daya tarik efektif mengendalikan lalat buah adalah perangkap berwarna kuning, karena dapat menangkap banyak lalat buah, yaitu 24 lalat buah /perangkap/5 hari.
Kajian Jenis Pengorok Daun (Liriomyza sp.) (Diptera: Agromizydae) Pada Berbagai Tanaman Inang Di Lembah Palu A, Hikmawati; B, Hasriyanti; Saleh, Shahabuddin
AGROTEKBIS Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama pengorok daun merupakan hama pendatang dari benua Amerika Latin yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 90 an dan dilaporkan keberadaannya di Palu, Sulawesi Tengah sekitar tahun 2005.  Hama ini memiliki banyak tanaman inang atau bersifat polifagus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis pengorok daun pada berbagai tanaman inang di Lembah Palu.  Penelitian di laksanakan di Kelurahan Boyaoge, Kelurahan Pengawu (Kecamatan Palu Barat) dan Desa Langaleso (Kecamatan Dolo) dan di Laboratorium Hama dan penyakit tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang berlangsung pada bulan Juli sampai Oktober tahun 2012.  Karakter morfologi yang diamati adalah warna scutellum, pola warna tergit pada abdomen dan warna tungkai. Selain itu, diamati juga ciri serangan Liriomyza pada tanaman inangnya.  Berdasarkan hasil identifikasi yang telah di lakukan di Laboratorium  didapatkan 5 (lima) spesies lalat penggorok daun, yakni Liriomyza brassicae pada tanaman Sawi; Tomat dan Kembang kol, Liriomyza bryonae pada tanaman Sawi, Liriomyza chinensis pada tanaman Bayam, Liriomyza huidobrensis pada tanaman Kacang Panjang dan Liriomyza sativae pada tanaman Tomat dan Kemangi. Kelima spesies Liriomyza tersebut selain berbeda secara morfologi juga menunjukkan ciri serangan yang berbeda pada tanaman inangnya.
Efektifitas Insektisida Nabati Laseki Dan Perangkap Likat Dalam Pengendalian Hama Pengorok Daun, Liriomyza Chinensis (Diptera: Agromyzidae) Pada Tanaman Bawang Merah Lokal Palu Roziyanto, Chandra; A, Shahabuddin; Nasir, Burhanuddin
AGROTEKBIS Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Onion (Allium ascalonicum L.) is one of the commodities that potential especially in the city of Palu. However, in cultivation, red onions have a lot of problems especially L.chinensis pests. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using yellow sticky traps and pesticides in controlling plant LASEKI L.chinensis the crop shallot Local Palu. This study uses a randomized block design tersiri of 2 factors and repeated 4 times. The first factor is the concentration of insecticide LASEKI plant consisting of 3 levels ie: L0 = no LASEKI vegetable insecticides, L1 = 5%, L2 = 10%. The second factor is the use of traps consisting of 2 levels ie P1 = use yellow sticky traps, P2 = The use of transparent sticky traps. Based on those two factors, the obtained 6 treatment combinations with 4 times as many replications. Each treatment there were 10 clumps, so there are 240 family units experiment. The results showed that there was no interaction between treatment sticky traps (P) with botanical pesticides LASEKI the number and amount of imago L.chinensis were caught on sticky traps. Treatment with vegetable insecticide concentration LASEKI 5% (L1) and 10% (L2) is effective in suppressing the number korokan L. chinensis and also effectively increases the production of onion crop. The use of yellow sticky traps (P1) effectively reduces the number of L. chinensis who snore leeks.
PENGARUH SISTEM NAUNGAN TERHADAP SERANGAN PBK,Conophomorpha cramerella (Gracillariidae : Lepidoptera) DAN PRODUKSI KAKAO PADA LAHAN PERKEBUNANKAKAO DI DESA RAHMAT KECAMATAN PALOLO Agung, Azwar; S., Shahabuddin
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem naungan pertanaman kakao terhadap serangan PBK Conophomorpha cramerella (Grillicidae :Lepidoptera) dan produksi kakao. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao rakyat yang terletak pada pinggiran hutan di Desa Rahmat Kecamatan Palolo, Provinsi Sulawesi Tengah, dari bulan Desember 2012 sampai Maret 2013. Penelitian metode survey dengan membandingkan antara sistem naungan polikultur dan sistem naungan monokultur terhadap perkembangan larva penggerek buah kakao (C. cramerella) pada kebun kakao dan produksi dari masing-masing lahan.Terdapat 5 petak pengamatan pada lahan monokultur dan 5 petak pada lahan polikultur serta 16 pohon pada setiap petaknya. Variabel pengamatan terdiri atas jumlah lubang keluar larva, jumlah larva di dalam buah, jumlah biji rusak dan produksi dari kakao tiap lahan. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan tingkat serangan  larva C. cramerella pada sistem  tidak berbeda nyata dengan polikultur. Namun demikian rata-rata jumlah lubang keluar larva (1.81 per buah), dan jumlah larva (0.25 per buah) pada monokultur lebih kecil dibandingkan dengan jumlah lubang keluar larva (1.41 per buah) dan jumlah larva (0.24 per buah) pada naungan polikultur, Persentase biji kakao yang rusak akibat terserang C. cramerella pada naungan monokultur 31,40 % tidak berbeda nyata dengan penaung polikultur 22.07 %. Hasil pengamatan estimasi produksi kakao tidak berbeda nyata, pada pertanaman dengan penaung monokultur sebesar 0.95 ton/ha sedangkan pada pertanaman dengan penaung polikultur hanya sebesar 0.88 ton/ha.