Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Humaniora

SASTRA LOKAL, NASIONAL, ATAU GLOBAL? . Supriyadi
Humaniora Vol 12, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.11 KB) | DOI: 10.22146/jh.689

Abstract

perkembangan teknologi yang demikian pesat menyebabkan munculnya nilai-nilai baru pada aspek-aspek lainnya (termasuk kebudayaan yang di dalamnya ada juga kesusastraan) . Adanya sarana informasi dan komunikasi yang canggih menyebabkan pula sulitnya perbatasan nilai-nilai yang sudah mapan, dan balk secara langsung maupun tidak, masyarakat dipaksa untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang sudah mapan untuk dipertemukan atau dipertentangkan dengan nilai-nilai baru itu . Akan tetapi . sejauh ini teknologi dan kebudayaan Indonesia masih merupakan objek dari teknologi dan kebudayaan luar. Mesin-mesin industri, mobil, televisi, komputer, bahkan sampai jarum pentul merupakan sedikit bukti ketergantungan kita di bidang teknologi . Di bidang kebudayaan (kesenian), pengaruh itu tampak pada membanjirnya film-film luar, berbagai jenis aliran musik, bahkan sampai pada mode pakaian . Di bidang kesusastraan pengaruh dari India . Arab, Eropa (Barat), dan lainlainnya ternyata juga sangat dominan Usaha untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai sastra lokal perlu didukung untuk perkembangan kesusastraan Indonesia, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, dalam rangka pengantisipasian terhadap perkembangan kesusastraan global. Usaha ini sebenarnya telah lama dilakukan, bahkan mungkin telah menjadi klasik atau bahkan klise sehingga sering terasa bombastis . Pada zaman Pujangga Baru, misalnya, telah terjadi polemik yang berke- Humaniora Volume XII . No. 2/2000 panjangan antara kelompok yang menerima teknologi dan kebudayaan Barat (STA) dan yang menolaknya (Sanusi Pane) . Dewasa ini muncul kembali usaha-usaha untuk '.membumikan" (mengindonesiakan) kesusastraan Indonesia dan teori-teori yang dipakai untuk menganalisisnya, dengan cara menolak pengaruh-pengaruh asing .
NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: ANALISIS BERDASARKAN KONSEP ANDROGINI . Supriyadi
Humaniora Vol 17, No 2 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.429 KB) | DOI: 10.22146/jh.845

Abstract

Feminism firstly developed in France, but recently it has spread all over the world covering all aspects of life. particularly in the relations between men and women. Women feel that they have not had the same rights as men. A branch of feminism which attempts to abridge the relations is androgyny, with a concept of harmony where men and women should work together to reach social welfare. The concept is interesting particularly when applied in literary works written by male writers. Feminism then is also seen on men perspective. Gadis Pantai is one of Indonesian novels written by Pramoedya Anantya Toer which discusses feminism. The story is about a girl, whose name is Gadis Pantai, living in Rembang in the beginning of the twentieth century. She is the symbol of ordinary or laymen. She suffered when Bendoro, the symbol of noblemen, took her as his wife. The story is about the struggle between the two symbols