Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
Unknown Affiliation

Published : 445 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH UKURAN PEMERINTAH DAERAH (LOCAL GOVERNMENT SIZE), OPINI AUDIT, DAN RASIO KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP IMPLEMENTASI INTERNET FINANCIAL LOCAL GOVERNMENT REPORTING (IFLGR) DI INDONESIA (STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA) Luh Putu Eka Prastyanti .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ukuran Pemerintah Daerah, Opini Audit, dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah terhadap Implementasi Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) di Indonesia. Penelitian ini meneliti transparansi mengenai pelaporan keuangan pada website Pemerintah Daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive judgement sampling, sehingga diperoleh sampel sebesar 262 Pemerintah Daerah. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Ukuran Pemerintah Daerah, dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah memiliki pengaruh positif signifikan terhadap implementasi Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) di Indonesia. Sedangkan, variabel Opini Audit tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap implementasi Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) di Indonesia. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa ukuran pemerintah daerah, opini audit, dan rasio kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap Implementasi Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) di Indonesia.Kata Kunci : Transparansi, Ukuran Pemerintah Daerah, Opini Audit, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Implementasi Internet Financial Local Government Reporting This study was intended to find out the effect of Local Government Size, Audit Opinion, and the Ratio of the local Financial Independence on the implementation of the Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) in Indonesia. This study explored the transparence of the financial reporting exposed on the website of the local governments. The population of this study included all the Regency/City Governments in Indonesia. The samples were chosen using the purposive judgement sampling technique through which 262 of Local Governments were obtained as the samples. This study utilized a quantitative research method which used the secondary data. The method analysis used to test the hypothesis in this study was a logistic regression. The data were analyzed by using SPSS software version 23. The result of the study indicated that partially, Local Government Size and the Ratio of the Local Financial Independence had a significant positive effect towards implementation of the Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) in Indonesia. However, the variable of the Audit Opinion had no significant positive effect on the implementation of the Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) in Indonesia. Simultaneously, Local Government Size, Audit Opinion, and Ratio of Local Financial Independence had a significant effect on the implementation of Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR) in Indonesia.keyword : Transparence, Local Government Size, Audit Opinion, Ratio of the Local Financial Independence, Implementation of the Internet Financial Local Government Reporting (IFLGR)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL, ASSET, EARNING DAN LIQUIDITY (CAEL) PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) SE-KECAMATAN PUPUAN, KABUPATEN TABANAN Ni Made Ayu Pradnya Dewi .; Gede Adi Yuniarta, SE.AK .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Se-Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan periode 2012-2014 dengan menggunakan metode capital, asset, earning dan liquidity (CAEL) berdasarkan SK BPD Bali No. 0193.02.10.2007.2 mengenai penilaian kinerja keuangan LPD. Subjek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan LPD Se-Kecamatan Pupuan. Objek penelitian ini adalah menganalisa laporan Laba Rugi dan Neraca LPD Se-Kecmatan Pupuan tahun 2012-2014. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan adalah laporan keuangan. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Analisis data yang digunakan analisis CAEL yang berdasarkan pada aspek permodalan, (Capital), aspek kualitas aktiva produktif (asset quality), aspek rentabilitas (Earning), dan aspek likuiditas (liquidity). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pada tahun 2012 seluruh LPD di Kecamatan Pupuan kinerja keuangannya dari segi CAEL berpredikat sehat. Karena skor CAELnya berada pada kisaran 81-100. Pada tahun 2013, dari dua puluh LPD yang dianalisis sembilan belas LPD berpredikat sehat. Karena skor CAELnya berada pada kisaran 81-100. Sedangkan satu LPD, yaitu LPD desa adat Sai skornya 61,95 yang berada pada kisaran 51-65 sehingga berpredikat kurang sehat. Pada tahun 2014, delapan belas LPD berpredikat sehat karena skor CAELnya berada pada kisaran 81-100. Dan ada dua LPD yang berpredikat kurang sehat karena skor CAELnya berada pada kisaran 51-65. Dua LPD yang dimaksud yaitu LPD desa adat Batungsel dengan skor 64,99 dan LPD desa adat Sai dengan skor 64,29 yang memiliki skor terendah. Kata Kunci : LPD, Capital, Asset, Earning, Liquidity The study was conducted in order to find out the condition of financial performance at the Rural Credit Instituiton around Pupuan sub-district Tabanan during the period of 2012-2014 by using capital, asset, earning and liquidity (CAEL) methods based on the Bali BPD Decree No: 0193.02.10.2007.2 about the assessment of financial performance of Rural Credit Institution. The subjects of the study consisted of all financial reports of the Rural Credit Instituion around Pupuan sub-district. The object of the study was to analyze the report of the profit and loss account and the balance of the Rural Credit Institution in Tabanan sub-district during 2012-2014. The study was designed quantitatively by using financial reports as the data which were collected by using documentation. The data analysis was conducted based on CAEL methods including capital, asset, earning and liquidity methods. The results of the study indicated that during 2012 the financial performances of all the Rural Credit Institution at Pupuan sub-district in terms of CAEL was indicating “healthy” condition, since the CEAL score was on a range of 81-100. Form 20 Rural Credit Institutions being analyzed 19 of them were in “healthy” condition. While only one Rural Credit Institution in Sai local village was indicated “unhealthy” with a score 61.95 around the range of 51-65. During 2014 eighteen Rural Credit Institutions were indicating “healthy” since the score was in a range of 81-100. Only two Rural Credit Institutions were “unhealthy” because the score was in the position of 51-65. Those were Rural Credit Institution of Batungsel with a score of 64.99 and Rural Credit Institution Sai with the lowest score of 64.29. keyword : Rural Credit Institutions, Capital, Asset, Earning, Liquidity
STUDI KOMPARATIF AKTIVITAS OPERASIONAL LPD PERSIAPAN DENGAN LPD SK GUBERNUR DI DESA PANGKUNG KARUNG KECAMATAN KERAMBITAN, TABANAN, BALI gede angga restu diana .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Gede Adi Yuniarta, SE.AK .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6486

Abstract

Bali mempunyai lembaga keuangan milik Desa Adat yang disebut Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang beroperasi di wilayah Desa Pakraman. LPD mengelola uang dari masyarakat desa (krama desa) dalam bentuk tabungan atau deposito dan pemberian kredit. Fenomena menarik ditemukan di desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Di desa tersebut terdapat LPD Desa Pakraman Pangkung Karung, Desa Pangkung Karung, yang sudah beroperasi namun belum memilki SK Gubernur yang mereka sebut sebagai “LPD Persiapan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas operasional LPD Persiapan dengan LPD SK Gubernur. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di LPD Desa Pakraman Pangkung Karung dan LPD Desa Pakraman Selingsing, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan dengan tahapan yakni; 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan keputusan. Pada prosedur tabungan, LPD Persiapan Desa Pakraman Pangkung Karung melakukan pendekatan berupa pertanyaan kepada nasabah tentang jeda waktu penarikan yang mungkin dilakukan. . Pada prosedur kredit, LPD Persiapan Desa Pakraman Pangkung Karung sebelum memberikan kredit, akan dipertimbangkan terlebih dahulu jumlah uang yang mengendap yang dikategorikan aman untuk dikeluarkan sebagai dana kredit. Pada prosedur pertanggungjawaban atau pelaporan keuangan, LPD Persiapan Desa Pakraman Pangkung Karung hanya melaporkan kegiatannya pada akhir tahun dan akan dilaporkan pada paruman desa. Kata Kunci : Aktivitas operasional, Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Lembaga Perkreditan Desa Persiapan Bali has financial institutions which are owned by Desa Adat called Lembaga Perkreditan Desa (LPD) operating in the territory of Desa Pakraman. LPD manages funds from the village community (karma desa) in the form of saving or deposits and loan. The interesting phenomenon was found in Desa Pangkung Karung, Kerambitan district, Tabanan. In this village there is LPD Desa Pakraman Pangkung Karung and LPD Pangkung Karung that has operated but has not got SK Gubernur (Governor’s decree) which they call “LPD Persiapan”. This study was aimed at comparing the operational activities of LPD Persiapan and those of LPD SK Gubernur. This study was a qualitative research. The study was conducted in LPD Desa Pangkung Karung and LPD Desa Pakraman Selingsing in Desa Pakraman Pangkung Karung, Kerambitan district, Tabanan regency that followed the stages of 1) data reduction, 2) data display, and 3) drawing of conclusion or making of decision. In the saving procedure, LPD Persiapan Desa Pakraman Pangkung Karung uses an approach of questioning the customers about the time lapse between withdrawals that can be set. In the loan procedure, LPD Persiapan Desa Pakraman Pangkung Karung, before lending, will consider first the amount of money that is present that is categorized as safe to be taken out as loan fund. In the procedure of accounting or financial reporting, LPD Persiapan Desa Pakraman Pangkung Karung only reports the activities at the end of the year to the village meeting. keyword : operational activities, Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Lembaga Perkreditan Desa Persiapan.
ANALISIS TERHADAP LAPORAN KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE G4 (Studi Kasus pada PT Pertamina (Persero)) Ni Nyoman Meita Jayantini .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar tingkat pengungkapan informasi ekonomi, sosial, lingkungan dan untuk mengetahui aspek yang menjadi fokus pengungkapan (apakah aspek ekonomi, sosial, lingkungan) pada laporan keberlanjutan PT Pertamina (Persero) berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) G4. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Periode 2014 merupakan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, karena pada periode ini perusahaan telah mengimplementasikan GRI G4 dalam penyusunan laporan keberlanjutannya. PT Pertamina (Persero) adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang usaha energi yaitu minyak dan gas bumi serta kegiatan lain yang terkait dengan kegiatan usaha di bidang energi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua item dari GRI G4 diungkapkan dalam laporan keberlanjutan. Besar tingkat pengungkapan untuk Informasi Pengungkapan Standar Umum adalah sebesar 88%. Sedangkan Informasi Pengungkapan Standar Khusus yang dibagi menjadi tiga yaitu Aspek Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan besar tingkat pengungkapannya adalah Aspek Ekonomi 67%, Aspek Lingkungan 35%, dan Aspek Sosial 40%, hal ini menunjukkan informasi yang menjadi fokus pengungkapan diantara ketiga aspek Pengungkapan Standar Khusus adalah Aspek Ekonomi.Kata Kunci : Pengungkapan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan, Laporan Keberlanjutan, Global Reporting Initiative G4. This present study is intended to identify to what extent economic, social and environmental information can be disclosed, and to identify the focus of the disclosure of economic, social and environmental aspects in the report of the sustainability of PT Pertamina (Persero) based on the Global Reporting Initiative (GRI) G4. This present study used the qualitative descriptive method, and the secondary data. The information on what took place in 2014 was used as the data. The reason is that in 2014 the company implemented the GRI G4 when preparing the report of its sustainability. PT Pertamina (Persero) is a State-owned Company which deals with energy, that is, oil and natural gas and other energy-related activities. The result of the study shows that not all aspects of GRI G4 were disclosed in the report sustainability. The extent to which the information was disclosed was 88%. And as far as the disclosure of the Information on the Disclosure of Specific Standard is concerned, the Economic Aspect was disclosed 67%, the Environmental Aspect was disclosed 35%, and the Social Aspect was disclosed 40%, meaning that the information on the disclosure of the three aspects of the Disclosure of Specific Standard was the Economic Aspect. keyword : Disclosure of the Company’s Social Responsibility, Report of Sustainability, Global Reporting Initiative G4
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SISTEM DANA PUNIA DI DESA PAKRAMAN SUDAJI, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Yunita Indrawati Kadek .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6497

Abstract

Dalam tradisi umat Hindu, sumbangan keagamaan disebut dengan dana punia. Kegiatan dana punia biasa berlangsung pada saat atau dikaitkan dengan diselenggarakannya suatu upacara atau persembahan yadnya dengan mempersembahkan sesari canang, sarin banten atau yang lainnya. Dana punia dalam kedudukannya sebagai salah satu warisan tradisi masyarakat Bali berada dalam sebuah organisasi desa yang secara tradisional disebut desa pakraman. Dana punia sebagai salah satu bentuk sumbangan dana keagamaan dikelola langsung dalam desa pakraman. Desa pakraman harus menerapkan konsep akuntabilitas dalam melakukan pengelolaan keuangannya. Untuk memahami akuntablitas pengelolaan dana punia pada Desa Pakraman Sudaji, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengelolaan keuangan dalam sistem dana punia di Desa Pakraman Sudaji, dan 2) bagaimana para pengelola dana punia memahami prinsip-prinsip akuntanbilitas dalam pengelolaan dana-dana yang terhimpun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada deskripsi setiap persepsi dan perilaku manusia. Data dihimpun dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, antara lain; 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, dan 3) Menarik Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Proses pengelolaan keuangan dilakukan prajuru desa pakraman serta melibatkan krama desa didalamnya dan pertanggungjawaban keuangan disampaikan kepada krama desa secara lisan dan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban 2) Akuntabilitas keuangan dalam pengelolaan keuangan terlaksana dengan baik, mencakup didalamnya transparansi, liabilitas, kontrol, responsibilitas, dan responsivitas. Kata Kunci : dana punia, desa pakraman, akuntabilitas, pengelolaan keuangan In Hindu tradition, the religious contribution is called dana punia. Dana punia activity usually takes place at the time or is related to the holding of a religious ceremony or an offer of yadya by offering sesari canang, sarin banten, etc. Dana punia , in its position as one of Balinese traditions, is present in a village organization that is traditionally called desa pakraman. As a form of religious fund contribution it is directly managed by the desa pakraman. The latter has to apply the concept of accountability in the financial management. To understand the accountability of Desa Pakraman Sudaji dana punia management, this study was aimed at finding out 1) the financial management in the dana punia system in Desa Pakraman Sudaji, and 2) how the dana punia management people understand the principles of accountability in managing the accumulated funds. This study was done using qualitative method that stresses on the description of each perception and human behavior. The data were collected through in-depth interview, observation, and document study. The data were analyzed in three stages: 1) data reduction, 2) data display and 3) conclusion drawing. The results showed that 1) the financial management process is done by prajuru desa pakraman and involving krama desa and the accountability is communicated orally to the krama desa and in financial report form, 2) the financial accountability in the fund management is good which covers transparency, liability, control, responsibility, and responsiveness keyword : dana punia, desa pakraman, accountability, financial management
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Dalam Perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014 (Undang-undang Desa) Kadek Supri Budiadnyana .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6498

Abstract

Undang-undang No. 6 Tahun 2014 bertujuan untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah desa sangat dituntut dalam Undang-undang Desa untuk melakukan pengelolaan keuangan secara akuntabel. Untuk memahami pelaksanaan pengelolaan keuangan desa, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui implikasi pengelolaan keuangan dalam perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014, 2) mengetahui kesiapan Desa dalam melakukan pengelolaan keuangan dalam perspektif Undang-undang No. 6 Tahun 2014, dan 3) memberikan saran tindak atas implikasi Undang-undang no. 6 Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada deskripsi setiap persepsi dan prilaku manusia. Analisis data dilakukan melalui 3 tahapan, antara lain: 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Undang-undang Desa menuntut sistem anggaran dilakukan secara musyawarah, disiplin dalam pengelolaan keuangan baik dalam penyiapan perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, maupun pengawasan, serta sistem perpajakan yang mengikuti Undang-undang Perpajakan, 2) Secara garis besar desa telah mengikuti aturan Undang-undang Desa dan telah menerapkan unsur akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa, 3) Dengan adanya kekurangan dalam penerapan Undang-undang Desa, pemerintah harus melakukan evaluasi dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa terutama pada dana Bantuan Keuangan Khusus. Kata Kunci : Undang-undang No. 6 Tahun 2014, Akuntabilitas, Pengelolaan Keuangan, Pemerintah Desa The Act No. 6 of 2014 is intended to accelerate the rural development and to improve the services provided to the public and people’s prosperity. Therefore, the rural government is highly required by the Village Act to manage it’s finance accountably. In order to know how the rural government’s finance is managed, this present study is intended to 1) identify the implication of the financial management from the perspective of the Act No. 6 of 2014, 2) identify the rural government’s readiness to manage its finance from the perspective of the Act No. 6 of 2014, and 3) to give suggestion as to what to do as the implication of the Act No. 6 of 2014. This present study was conducted using the qualitative method which gives emphasis on the description of every human perception and behavior. The data were analyzed through three stages; they are 1) Data Reduction, 2) Data Presentation, and 3) Conclusion Drawing. The result of the study shows that 1) The Village Act requires that the budgetary system should be made through discussion; the finance, including when it is planned, implemented and supervised, should be well managed, and that the Act of Taxation should be referred to in its taxation system; 2) basically, the rural financial management has referred to the Village Act ; in addition, accountability has been applied; 3) As there is weakness and the implementation of the Village Act, the government must be evaluate the rural financial management and the Specific Financial Assistance ‘Bantuan Keuangan Khusus’.keyword : The Act No. 6 of 2014, Accountability, Financial Management, Rural Government
PRAKTIK PENYALURAN KREDIT UPACARA NGABEN di LPD RIANG GEDE, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN I Putu Yasa Muliadnyana Putra .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang diterapkan oleh Lembaga Perkreditan Desa dalam memberikan pinjaman kredit untuk keluarga yang akan melaksanakan upacara ngaben dan alasan memberikan pinjaman kredit tersebut serta mengetahui implikasi pinjaman kredit upacara ngaben terhadap kredit macet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang akan peneliti gunakan adalah sebagai berikut: (1) wawancara (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Lembaga Perkreditan Desa didirikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur No. 972 Tahun 1984 tentang Pendirian Lembaga Perkreditan Desa di Provinsi Daerah Tingkat I Bali. Dalam memberikan pinjaman atau kredit, Lembaga Perkreditan Desa sebagai pihak kreditur harus menentukan terlebih dahulu calon debitur yang layak agar jumlah pinjaman atau kredit yang diberikan sesuai. Lembaga Perkreditan Desa Riang Gede dalam memberikan pinjaman kredit menerapkan prosedur diluar prosedur yang seharusnya dilakukan. Ini berlaku khusus untuk keluarga yang akan melaksanakan upacara ngaben saja. Kredit upacara ngaben masuk dalam kategori kredit istimewa. Kredit upacara ngaben sifatnya mendesak. Hal inilah yang melatarbelakangi Lembaga Perkreditan Desa untuk tidak menerapkan prosedur yang berbelit-belit dalam memberikan kredit upacara ngaben. Untuk implikasi terhadap kredit macet sendiri sangat kecil pengaruhnya ini dikarenakan kredit macet tidak hanya disebabkan karena kredit upacara ngaben saja. Dalam menanggulangi kredit macet sendiri Lembaga Perkreditan Desa menerapkan pendekatan kekeluargaan tidak dengan cara-cara yang bisa merugikan masyarakat. Kata Kunci : Lembaga Perkreditan Desa, kredit, upacara ngaben This study was aimed at finding out the procedure followed by Lembaga Perkreditan Desa in lending money to families who planned to hold cremation ceremonies and the reasons for lending and finding out the implication of financing cremation ceremonies for nonperforming loans. This study used qualitative approach. To obtain the data needed in this study, the study used (1) interview, (2) observation, and (3) documentation. Lembaga Perkreditan Desa was established based on The Governor’s Decree No 872, 1984 concerning the establishment of Lembaga Perkreditan Desa in Bali Province. In lending money, Lembaga Perkreditan Desa as creditor has to determine first prospective debtors who meet the requirement in order that the amount of loan is suitable. Lembaga Perkreditan Desa Riang Gede, in lending money determined a procedure other than the one that it had to follow. This applied only for families who planned to hold cremation ceremonies. The loan falls into the category of special loan. Loan for cremation ceremonies is urgent. This was the rationale for the Lembaga Perkreditan Desa not to apply a complicated procedure in financing cremation ceremonies. The nonperforming loans were not only caused by cremation ceremony loans. In handling nonperforming loans the Lembaga Perkreditan Desa used familial approach rather than the ways that inflict financial loss on the part of the people. keyword : Lembaga Perkreditan Desa, Kredit, Cremation Ceremony.
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DENGAN PROTEKSI DESA DINAS DAN BANJAR ADAT DALAM MENCEGAH KREDIT MACET PADA BADAN USAHA MILIK DESA LAKSA DANA DI DESA MENYALI Ni Kadek Riana Trisna Dewi .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6505

Abstract

    Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Laksa Dana Desa Menyali merupakan lembaga simpan pinjam yang dalam operasionalnya melibatkan peran desa dinas dan banjar adat untuk mencegah adanya kredit macet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sistem pengendalian internal pada BUMDes Laksa Dana, (2) mengetahui efektivitas sistem pengendalian internal dengan proteksi Desa Dinas dan banjar adat dalam mencegah kredit macet pada BUMDes Laksa Dana, dan (3) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari adanya proteksi banjar adat dalam mencegah kredit macet pada BUMDes Laksa Dana.     Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dihimpun dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem pengendalian internal BUMDes Laksa Dana dikategorikan memadai, (2) proteksi dari desa dinas dan banjar adat terbukti efektif dalam mencegah adanya kredit macet pada BUMDes Laksa Dana, dan (3) Kelebihan dari sistem ini adalah (a) mampu menekan jumlah kredit bermasalah dan mencegah adanya kredit macet; (b) mampu menjaga kesehatan BUMDes Laksa Dana; (c) memberikan peluang masyarakat Desa Menyali untuk membangun dan mengembangkan usahanya; (d) Memberikan tambahan pendapatan asli desa; serta (e) memberdayakan banjar adat di Desa Menyali. Sedangkan kekurangan dari sistem ini adalah (a) Sanksi yang diberikan dari desa dinas dan banjar adat terlalu berat dan bertentangan dengan konsep menyama braya serta prinsip tat twam asi; dan (b) Aturan tidak efektif bagi debitur yang memiliki karakter kurang baik atau bad character.Kata Kunci : BUMDes, sistem pengendalian internal, desa dinas, banjar adat    Village-owned enterprises of Laksa Dana in Menyali village is a Saving Loan Institution during its operation involved the roles of administrative as well as local village in order to prevent the stuck of credits. This study aimed at finding out (1) the internal control system at the village-owned enterprises of Laksa Dana, (2) the effectivity of internal control system with the protection of administrative and local village in preventing stuck credit at the village-owned enterprises of Laksa Dana, (3) the strength and weaknesses of the protection made by administrative and local village in preventing stuck credit at the village-owned enterprises of Laksa Dana.     The study was conducted by utilizing a descriptive qualitative with phenomenology approach. The data were collected by using deep interview, observation, and documentation study. While the analysis was conducted by following three stages such as: data reduction, data presentation and drawing conclusion. The results of the study indicated that (1) the internal control system of the village-owned enterprises of Laksa Dana in Menyali village was in sufficient category, (2) the protection of administrative and local village was proved effective in preventing stuck credit at the village-owned enterprises of Laksa Dana in Menyali village, (3) the strength of this system was (a) it could reduce the non-performing loans and prevent the credit stuck; (b) it could keep the health of the village-owned enterprises of Laksa Dana; (c) providing opportunities for the Menyali people to develop their businesses, (d) providing additional locally generated revenue; and (e) empowering the local villages in Menyali. While the weaknesses were: (a) the sanctions imposed from the administrative and local village were found too hard which were frequently in contrast with the concept of menyama braya as well as the principles of tat twam asi; and (b) the rules were found not effective for the bad-character.keyword : village-owned enterprises, internal control system, administrative village, local village
TINJAUAN TERHADAP PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PIUTANG PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SIDI AMERTA DI DESA SANGSIT, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Kadek Witha Erayani .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6506

Abstract

Piutang merupakan salah satu komponen aktiva lancar yang timbul akibat terjadinya transaksi pemberian kredit kepada nasabah yang ada di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta. Oleh karena jumlahnya yang banyak dan material maka dipandang sangat perlu menerapkan akuntansi atas piutang dalam pelaksanaannya. Penerapan akuntansi piutang dapat dilakukan melalui pencatatan dan pembukuan, penilaian, hingga penyajian piutang dalam laporan keuangan yang sesuai dengan teori-teori akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi piutang pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pencatatan piutang usaha oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta dilakukan pada saat piutang usaha timbul, 2) penyajian piutang di neraca tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, karena tidak ada penyisihan piutang yang tidak tertagih, 3) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta tidak mengadakan penghapusan piutang terhadap piutang yang tidak dapat ditagih, 4) sistem pengawasan piutang pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidi Amerta termasuk dalam sistem pengendalian internal yang baik. Kata Kunci : penerapan, akuntansi piutang, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Account receivable is one of the components of current assets that arise as the result of a loan to the customers of BUMDES Sidi Amerta.Thus, due to its large amount and the large amount of the material, accounting needs to be applied to the account in its implementation. The application of account receivable accounting can be done through recording and book keeping,and assessment in such a way that the presentation of the account receivable in the financial report is in accordance with accounting theories. This study was aimed at finding out the application of account receivable accounting in BUMDES Sidi Amerta. The method of data analysis used in this study was descriptive qualitative method. The sources of data were interview, observation, and documentation. The results showed that 1) the recording of account receivable for businesses by BUMDES Sidi Amerta was made at the time when the account receivable arises, 2) the presentation of account receivable in the balance does not match the Financial Accounting Standard, since the bad debts are not recorded separately, 3) BUMDES Sidi Amerta does not do the depreciation of bad debts 4) the account receivable supervision system in BUMDES Sidi Amerta falls into a good internal control system. keyword : application, account receivable accounting, village owned business entity (BUMDES)
ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA KUD DAN KSP KARYA UTAMA DEWATA PAYANGAN Made Yogi Astuti .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v4i1.6508

Abstract

Sebagai salah satu lembaga yang berpartisipasi besar terhadap kemajuan perekonomian Negara sudah sepantasnya koperasi berkewajiban mempertanggungjawabkan kegiatan usahanya melalui penyajian laporan keuangan yang memadai dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tetapi kenyataannya sangat disayangkan banyak koperasi yang kurang melakukan pencatatan keuangan yang memadai atau tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penyusunan laporan keuangan untuk koperasi menggunakan standar akuntansi entitas tanpa akuntanbilitas publik atau yang biasa disebut SAK ETAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pencatatan keuangan yang digunakan; (2) penerapan SAK ETAP pada KUD dan KSP Karya Utama Dewata Payangan dalam pencatatan keuangan; dan (3) implikasi dari penerapan SAK ETAP terhadap neraca, laporan sisa hasil usaha, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas pada KUD dan KSP Karya Utama Dewata Payangan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) menarik kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan analisa pada laporan keuangan KUD dan KSP Karya Utama Dewata Payangan didapatkan hasil bahwa (1) laporan keuangan yang disajikan koperasi sudah menyajikan laporan keuangan secara penuh; (2) pihak KUD dan KSP Karya Utama Dewata Payangan sudah melakukan penerapan SAK ETAP secara penuh; dan (3) implikasi Penerapan SAK ETAP menyebabkan beberapa pos akun berubah dan ada beberapa akun tambahan yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan sesuai yang diatur dalam SAK ETAP.Kata Kunci : SAK ETAP, Laporan Keuangan, Koperasi As one of institutions with a great participation in the national economic development it is to be expected that cooperatives should be accountable in their business activities through presenting adequate financial reports that follow the fixed standard. However, the reality is far from what is expected. Many cooperatives that do not write good financial records or that do not follow the fixed standard. The writing of financial reports for cooperatives uses entity accounting standard without public accountability or what is commonly called SAK ETAP. This study was aimed at finding out (1) the financial recording used, (2) the implementation of SAK ETAP in KUD and KSP Karya Utama Dewata Payangan in writing financial record and (3) implications of the implementation of SAK ETAP towards the balance sheet, report of credit balance, equity change report and cash flow report in KUD and KSP Karya Utama Dewata Payangan. This study was a qualitative research. The data used were qualitative and quantitative data. The data were collected by observation, interview and document study. Analysis of the data was done through three stages: (1) data reduction, (2) data display and (3) conclusions drawing. Based on the result of this study and analysis of the financial report of KUD and KSP Utama Dewata Payangan it was found out that (1) the cooperative has presented the financial report fully; (2) KUD and KSP Karya Utama Dewata Payangan has implemented SAK ETAP fully; and (3) the implication of the implementation of SAK ETAP caused changes in some accounting posts and there are some additional accounts that are entered into the financial report that are in line with what is regulated in SAK ETAP.keyword : SAK ETAP, Financial Report, Cooperative.
Co-Authors ., Agus Purwanto ., Asiyah ., Ayu Damayanti Ni Putu ., Desak Putu Ayu Diah Dewantari ., Desak Putu Nitya Dewi ., Gede Widia Agustana ., Gusti Ayu Putu Sri Indrawati ., Hairun Nisak ., I Dewa Ayu Kade Sandra Wati ., I Gede Andi Suta Darmawan ., I Gede Puguh Harka Pancala ., I Gusti Agung Gede Dharma Putra ., I Gusti Ayu Erika Pradini Putri ., I Gusti Ayu Rani Desi Andari ., I Kadek Dwi Gede Surya Widarta ., I Kadek Surya Mandarin ., I Ketut Astawa ., I Made Parta Cahya Semadi ., I Made Yogi Artha Ardana ., I Putu Gede Arief Darmawan ., I Wayan Adi Suarnata ., I Wayan Edy Suputra ., Ida Ayu Ketut Susila Dewi ., Kadek Ari Saputra ., Kadek David Warisando ., Kadek Dodik Arianta ., Kadek Nanik Arismawati ., Kadek Nike Krisnayanti ., Kadek Septa Riadi ., Kadek Sintia Purnami ., Kadek Sri Astiti ., Kadek Suambawa ., Kd Dwi Pande Wahyuda ., Ketut Suci Widiasri ., Komang Agus Wiriawan ., Komang Sonia Kartika Dewi ., Komang Yeti Riani ., Luh Eni Sulasmi ., Luh Pt Eka Widyasari ., Luh Putu Dewi Sulistiani ., M.Dwi Arisandi Arta ., Made Ella Sugiasmini ., Made Pebri Suwirsa ., Made Veni Irnayanti ., Made Wiradarma Setiawan ., Md Anggun Ayun Puspa ., Nadia Nesi Krisna Wardani ., Ni Kadek Sumiyantini ., Ni Komang Laksmita Ayudiasari ., Ni Luh Ayu Suaslioni ., Ni Luh Cahyani Primashanti ., Ni Luh Sri Wahyuni ., Ni Luh Yadnya Wati ., Ni Made Ayu Sawitri ., Ni Made Dewi Puspitasari ., Ni Made Somertini ., Ni Nyoman Artini ., Ni Nyoman Dhiras Hardyanti ., Ni Putu Ayu Primayanti ., Ni Putu Metta Gaurina ., Ni Putu Sri Widiutami ., Ni Putu Wira Ayu Pradnyani ., Ni Wayan Meres ., Nyoman Adi Hanggara ., Putu Adhitya Hari Wiguna ., Putu Agus Surya Wibawa ., Putu Crysma Virmayani ., Putu Dian Handayani ., Putu Dyan Sukmo Paramananda ., Putu Edy Suryadi Yasa ., Putu Hery Ardana Putra ., Putu Ivania Cecilia ., Putu Mery Oktaviyanti ., Putu Sukma Dewi ., Putu Vera Lavenia ., Rani Rahmat ., Sarifah Muslikah Zen ., Tengku Malinda Oktaviani ., Yerika Silvani Natalia Abdurrahman . Agus Purwanto . Ak. S.E. Desak Nyoman Sri Werastuti . Anak Agung Gede Sugianthara Anastasia Indah Ayu Purnama . Ari Surya Darmawan Arzia Biwi . Asiyah . Ayu Damayanti Ni Putu . Ayu Dwi Purwatiasih . Ayu Komang Dewi Lestari . Darmada Dewa Kadek . Darmada Dewa Kadek ., Darmada Dewa Kadek Desak Nyoman Sri Werastuti, S.E., Ak. . Desak Putu Ayu Diah Dewantari . Desak Putu Nitya Dewi . Dirgayusa Sukma Putra . Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK . Erni Yuliani . Erni Yuliani ., Erni Yuliani Evy Drivayanti Kadek . Gebby Yunita Wiguna . Gebby Yunita Wiguna ., Gebby Yunita Wiguna Gede Adi Yuniarta Gede Adi Yuniarta, SE.AK . gede angga restu diana . Gede Arie Pandu . Gede Arie Pandu ., Gede Arie Pandu Gede Ngurah Putra Darma Sesana . Gede Ngurah Putra Darma Sesana ., Gede Ngurah Putra Darma Sesana Gede Suliastwina Permana . Gede Suliastwina Permana ., Gede Suliastwina Permana Gede Widia Agustana . Gerry Hartajunika . Gerry Hartajunika ., Gerry Hartajunika Gusti Ayu Made Firma Pratiwi . Gusti Ayu Putu Sri Indrawati . Hairun Nisak . I B Angge Artadharma . I B Angge Artadharma ., I B Angge Artadharma I Dewa Ayu Kade Sandra Wati . I Gede Abdi Adnyanan Giri . I Gede Abdi Adnyanan Giri ., I Gede Abdi Adnyanan Giri I Gede Andi Suta Darmawan . I Gede Arya Satya Prattama . I Gede Oka Wiradana . I Gede Puguh Harka Pancala . I Gede Satwika Darmawan . I Gede Satwika Darmawan ., I Gede Satwika Darmawan I Gede Tio Pratama . I Gede Tio Pratama ., I Gede Tio Pratama I Gusti Agung Gede Dharma Putra . I Gusti Ayu Erika Pradini Putri . I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Ayu Rani Desi Andari . I Gusti Lanang Agung Musdananda . I Gusti Lanang Agung Musdananda ., I Gusti Lanang Agung Musdananda I Gusti Ngurah Dwi Purna Wijaya . I Kadek Agus Adytia Merta . I Kadek Agus Adytia Merta ., I Kadek Agus Adytia Merta I Kadek Dwi Gede Surya Widarta . I Kadek Endy Pardina Nova . I Kadek Endy Pardina Nova ., I Kadek Endy Pardina Nova I Kadek Surya Mandarin . I Ketut Astawa . I Ketut Selamet Kelana Putra . I Ketut Selamet Kelana Putra ., I Ketut Selamet Kelana Putra I Komang Dodi Hersana . I Made Aldiasta . I Made Parta Cahya Semadi . I Made Pradana Adiputra I Made Yogi Artha Ardana . I Nyoman Ediawan . I Nyoman Ediawan ., I Nyoman Ediawan I Nyoman Tri Esaputra . I Nyoman Tri Esaputra ., I Nyoman Tri Esaputra I Putu Eva Prasetya . I Putu Gede Arief Darmawan . I Putu Gede Diatmika I Putu Sukendra . I Putu Teguh Sugiartha . I Putu Yasa Muliadnyana Putra . I Putu Yasa Muliadnyana Putra ., I Putu Yasa Muliadnyana Putra I Wayan Adi Suarnata . I Wayan Edy Suputra . I Wayan Iwan Pradnyana . I Wayan Iwan Pradnyana ., I Wayan Iwan Pradnyana Ida Ayu Ketut Susila Dewi . Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi . Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi ., Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi Ida Bagus Gede Sumardika . Ida Bagus Gede Sumardika ., Ida Bagus Gede Sumardika Indah Sathyaningsih Putu . Kadek Adi Suwandana . Kadek Adi Suwandana ., Kadek Adi Suwandana Kadek Ari Saputra . Kadek Ayu Pramita Dewi . Kadek Ayu Sinta Wijayantini . Kadek Ayu Yulianita Dewi . Kadek David Warisando . Kadek Dodik Arianta . Kadek Krisna Aris Pitasari . Kadek Lia Lestari . Kadek Lia Lestari ., Kadek Lia Lestari Kadek Marlina Nalarreason . Kadek Nanik Arismawati . Kadek Nike Krisnayanti . Kadek Ratna Mustika Sari . Kadek Ratni Prabandani . Kadek Ratni Prabandani ., Kadek Ratni Prabandani Kadek Rudyana . Kadek Rudyana ., Kadek Rudyana Kadek Septa Riadi . Kadek Sintia Purnami . Kadek Sri Astiti . Kadek Suambawa . Kadek Supri Budiadnyana . Kadek Supri Budiadnyana ., Kadek Supri Budiadnyana Kadek Vera Damayanti . Kadek Witha Erayani . Kadek Witha Erayani ., Kadek Witha Erayani Kd Dwi Nova Sucipta . Kd Dwi Nova Sucipta ., Kd Dwi Nova Sucipta Kd Dwi Pande Wahyuda . Kd Wiwik Wirayuni . Ketut Angga Yudiastrawan . Ketut Angga Yudiastrawan ., Ketut Angga Yudiastrawan Ketut Aristina Dewi . Ketut Suci Widiasri . Ketut Yeni Paramita Setianingsih . Komang Agus Wiriawan . Komang Ayu Satyaningsih . Komang Gede Suriani Suan Dewi . Komang Sonia Kartika Dewi . Komang Tri Resmini . Komang Triana Windartini . Komang Try Wahyuni Kusuma Putri . Komang Try Wahyuni Kusuma Putri ., Komang Try Wahyuni Kusuma Putri Komang Yeti Riani . Lilya Andriani . Lucy Sri Musmini Luh Alit Suartini . Luh Alit Suartini ., Luh Alit Suartini Luh Ardiana . Luh Artining Miradewi . Luh Eni Sulasmi . Luh Ida Agustini . Luh Ida Agustini ., Luh Ida Agustini Luh Pt Eka Widyasari . Luh Putu Dewi Sulistiani . Luh Putu Eka Prastyanti . Luh Putu Eka Prastyanti ., Luh Putu Eka Prastyanti Luh Putu Pitesa Wirawati . Lutfiah . Lutfiah ., Lutfiah M Tantowi Jauhari Nadlari . M. Sutrisna Madya Ningsih . M. Sutrisna Madya Ningsih ., M. Sutrisna Madya Ningsih M.Dwi Arisandi Arta . Made Aditya Putra . Made Arie Wahyuni Made Ayu Darmayani . Made Buda Artana . Made Denny Oktariyana Made Ella Sugiasmini . Made Ernia Friskayanti . Made Indra Parmadika . Made Indra Parmadika ., Made Indra Parmadika Made Isma Pratiwi . Made Isma Pratiwi ., Made Isma Pratiwi Made Molik Aridita . Made Molik Aridita ., Made Molik Aridita Made Pasek Swi Shantanu . Made Pebri Suwirsa . Made Veni Irnayanti . Made Wiradarma Setiawan . Made Wiradharma Swastyastu . Made Yogi Astuti . Made Yogi Astuti ., Made Yogi Astuti Mardiana - Maria S. Devi Rande . Maria S. Devi Rande ., Maria S. Devi Rande Md Anggun Ayun Puspa . Meyta Anggaraeni . Meyta Anggaraeni ., Meyta Anggaraeni Mudinillah, Adam Mujayanti Mandasari . Mujayanti Mandasari ., Mujayanti Mandasari N. Budhi Cyntia Dewi . N. Budhi Cyntia Dewi ., N. Budhi Cyntia Dewi Nadia Nesi Krisna Wardani . Ni Gusti Ayu Putu Sischa Monika Sari . NI GUSTI PUTU SARIANI . NI GUSTI PUTU SARIANI ., NI GUSTI PUTU SARIANI Ni Kadek Desi Dwiyantari . Ni Kadek Novianti . Ni Kadek Riana Trisna Dewi . Ni Kadek Riana Trisna Dewi ., Ni Kadek Riana Trisna Dewi Ni Kadek Sinarwati Ni Kadek Sumiyantini . NI KADEK TERA PADMANI . Ni Ketut Juni Kalmi Dewi . Ni Komang Apriska Widiana Putri . Ni Komang Apriska Widiana Putri ., Ni Komang Apriska Widiana Putri Ni Komang Laksmita Ayudiasari . Ni Komang Sri Wahyuni . Ni Luh Ayu Suaslioni . Ni Luh Cahyani Primashanti . Ni Luh Damayanti . Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Novi Ekawati . Ni Luh Novi Ekawati ., Ni Luh Novi Ekawati Ni Luh Nyoman Ari Udiyanti . Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita . Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita ., Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita Ni Luh Putu Arin Astiari . Ni Luh Putu Asri Damayanti . Ni Luh Restini . Ni Luh Sri Wahyuni . Ni Luh Suarmi . Ni Luh Suarmini . Ni Luh Yadnya Wati . Ni Made Ayu Pradnya Dewi . Ni Made Ayu Pradnya Dewi ., Ni Made Ayu Pradnya Dewi Ni Made Ayu Sawitri . Ni Made Dewi Puspitasari . Ni Made Shanti Widnyani . Ni Made Shanti Widnyani ., Ni Made Shanti Widnyani Ni Made Somertini . Ni Made Sri Rastini . Ni Made Sukarmiasih . Ni Nyoman Artini . Ni Nyoman Dhiras Hardyanti . Ni Nyoman Meita Jayantini . Ni Nyoman Meita Jayantini ., Ni Nyoman Meita Jayantini Ni Nyoman Perayati . Ni Pt Intan Putri s . Ni Putu Ayu Primayanti . Ni Putu Eka Suratini . Ni Putu Merilyani . Ni Putu Merilyani ., Ni Putu Merilyani Ni Putu Metta Gaurina . Ni Putu Sri Widiutami . Ni Putu Wira Ayu Pradnyani . Ni Wayan Della Praniti . Ni Wayan Meres . Ni Wayan Novi Budiasni . Ni Wayan Ristiani . Ni Wayan Ristiani ., Ni Wayan Ristiani Nyoman Adi Hanggara . Nyoman Adnyani . Nyoman Ayu Wulan Trisna Dewi . Nyoman Dewi Purnawati . Nyoman Dewi Purnawati ., Nyoman Dewi Purnawati Nyoman Ida Adriani . Nyoman Ida Adriani ., Nyoman Ida Adriani Nyoman Trisna Herawati Okky Safitri . Prasaja Suganda . Putu Adhitya Hari Wiguna . Putu Agus Surya Wibawa . Putu Crysma Virmayani . Putu Desy Natalia . Putu Desy Natalia ., Putu Desy Natalia Putu Diah Lestari . Putu Dian Handayani . Putu Dyan Sukmo Paramananda . Putu Edy Suryadi Yasa . Putu Gede Jurnaedi . Putu Hery Ardana Putra . Putu Ivania Cecilia . Putu Mery Oktaviyanti . Putu Putri Suriyani . Putu Ratih Pratiwi . Putu Ryan Damayanti . Putu Sukma Dewi . Putu Vera Lavenia . Putu Youdhitia Saraswati . Putu Yuni Juliani . Putu Yuni Juliani ., Putu Yuni Juliani Putu Yunita Saputri Dewi . Raden Mohamad Herdian Bhakti Raga Fahmy Darmawan . Rani Rahmat . Robin Gita Mandira . Sarifah Muslikah Zen . Sayyidul Azmi . Sayyidul Azmi ., Sayyidul Azmi Tengku Malinda Oktaviani . WANGI WIRATMI . Yerika Silvani Natalia . Yunita Indrawati Kadek . Yunita Indrawati Kadek ., Yunita Indrawati Kadek