Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
Unknown Affiliation

Published : 445 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS ANGGARAN DAN REALISASI PADA KPRI BHAKTI HUSADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013-2015 Ni Komang Laksmita Ayudiasari .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Gede Adi Yuniarta, SE.AK .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penyusunan anggaran pada KPRI Bhakti Husada, untuk mengetahui faktor penyebab tidak terealisasi pendapatan dan biaya tahun 2013-2015 dengan yang telah dianggarkan dan untuk mengetahui cara mengatasi kesenjangan anggaran pada KPRI Bhakti Husada. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena penelitian yang dilakukan bersifat menyeluruh dan berasal dari kata-kata para informan. Hasil penelitian ini yaitu prosedur penyusunan anggaran pada KPRI Bhakti Husada menggunakan metode bottom-up approach yang berarti bendahara mengajukan rencana anggaran pendapatan dan biaya serta rencana kerja kemudian RAPB dan Renja tersebut akan ditetapkan dan disahkan oleh ketua KPRI Bhakti Husada. Faktor penyebab terjadinya kesenjangan anggaran pada tahun 2013-2015 yang pertama yaitu sumber permodalan pada KPRI Bhakti Husada hanya terpaku pada modal dari dalam yaitu dari anggota, faktor kedua yaitu adanya peningkatan untuk beberapa akun biaya yang dikeluarkan KPRI Bhakti Husada, Dan faktor yang terakhir yaitu selisih bunga simpanan dengan bunga pinjaman pada KPRI Bhakti Husada sangat kecil hanya 0,1%. Kata Kunci : realisasi anggaran, pendapatan dan biaya This research aims at knowing the procedure of budgeting arrangement on KPRI Bhakti Husada, knowing the factor causing unrealized income and expense in year 2013-2015 that has been budgeted, and knowing the ways to overcome unbalanced budget on KPRI Bhakti Husada. This study belongs to qualitative research because it is comprehensively done and comes from the of informant’s words. The result of this research is in form of procedure of budget arrangement on KPRI Bhakti Husada by using bottom-up approach which means a treasurer proposes the plan of income budget and expense budget and also work schedule, next RAPB, and the plan will be accepted and legalized by the chairman of KPRI Bhakti Husada. The factor causing the unbalanced budget in year 2013-2014 is the source of financial capital on KPRI Bhakti Husada which fetches up the financial capital only from intern that is from members.The second factor is that there is rising on cost account expended by KPRI Bhakti Husada. The last factor is difference of saving interest and loan interest on KPRI Bhakti Husada is very low only 0,1%. keyword : budgeting realization, income, and cost
Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Air Desa Sebagai Pendapatan Tambahan pada Pura Desa Banyuning Ni Luh Yadnya Wati .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10135

Abstract

Pura merupakan salah satu bentuk organisasi keagamaan publik non-pemerintahan dan organisasi nirlaba sehingga pura juga dituntut untuk membuat sebuah pertanggungjawaban kepada para kramanya. Salah satu pura ini adalah Pura Desa Banyuning. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui alasan yang melatarbelakangi kelian Pura Desa Banyuning mengambil kebijakan penetapan tarif pada sumber air desa yang disediakan oleh pura, dan 2) untuk mengetahui bagaimana sistem pelaporan dana air desa sebagai pendapatan tambahan pada Pura Desa Banyuning. Jenis data penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui 3 tahapan, antara lain: 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) yang melatarbelakangi kelian Pura Desa Banyuning mengambil kebijakan tarif adalah karena kurangnya dana yang dimiliki oleh Pura Desa Banyuning untuk membayar biaya rekening air dan perbaikan tempat pencarian air sehingga kelian Pura Desa Banyuning menaikkan tarif untuk mendapat pemasukan yang lebih banyak, 2) Terdapat 3 jenis pemasukan pura yang berasal dari peturunan, dana punia dan pendapatan tambahan dari air desa. Alasan Pura Desa Banyuning membuat laporan keuangan secara sederhana dikarenakan; transaksi yang tidak rutin terjadi dan jumlahnya sangat kecil sehingga tidak perlu dibuatkan laporan keuangan yang mendetail serta lingkup organisasi yang kecil.Kata Kunci : Pura, Akuntabilitas, dan Pengelolaan Keuangan A temple is one of the forms of nongovernment religious and nonprofit organization. Thus it is required to be accountable to its members. One of the temples is Banyuning Village Temple. The aims of this study were 1) to find out the reason kelian of Banyuning Village Temple decided to charge the price for the use of village water provided by the temple, and 2) to find out the system of financial reporting of the village water as an additional income of Banyuning Village Temple. The data of this study were qualitative data. The methods of data collection were observation, in-depth interview, library research and documents recording. The data analysis done followed three steps: 1) Data Reduction, 2) Data Display, and 3) Conclusion Drawing. The results showed that 1) the reason kelian of Banyuning Village Temple decided on the charge of the price was the lack of money to pay water bill and for rehabilitation of water source. Thus the kelian of Banyuning Village Temple raised the price to get more income. 2) there are 3 types of addition from the water of the village. They are peturunan, dana punia and additional income from the village water. The reason Banyuning Village Temple makes financial reports in a simple way is the fact that the transaction is routine and the amount is very small. Thus no need to make a detailed financial report and the scope of the organization is small.keyword : Temple, Accountability, and Financial Management
ANALISIS MAKNA KEUNTUNGAN MENURUT PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN AHMAD YANI SINGARAJA Asiyah .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna keuntungan yang dilihat menurut profesi pedagang kaki lima di sepanjang jalan Ahmad Yani di kota Singaraja. Fakta dilapangan menunjukkan semua pedagang kaki lima di jalan Ahmad Yani memiliki latar belakang pendidikan formal yang rendah mengenai bisnis. Namun pedagang kaki lima di jalan Ahmad Yani mampu melihat peluang atau kesempatan untuk usahanya. Pedagang kaki lima tersebut memanfaatkan kesempatan berjualan sepanjang malam hari dikarenakan lebih sedikit pesaing yang menjual makanan dan minuman pada saat malam hari dibandingkan diwaktu lainnya. Dengan jumlah pesaing yang lebih sedikit, kesempatan untuk menarik pembeli semakin besar yang nantinya akan berdampak pada keuntungan yang didapat oleh pedagang kaki lima tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hermeneutika intensionalisme sebagai metode analisis datanya. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang dengan jenis dagangan penjual nasi kuning sebanyak 9 orang dan penjual es kelapa sebanyak 1 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna keuntungan yang terdapat dalam setiap kehidupan pedagang kaki lima sebagai informan dapat digali dan ditafsirkan sehingga terdapat dua makna keuntungan. Makna yang pertama yaitu keuntungan materi dalam bentuk simpanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekarang maupun nanti dimasa yang akan datang. Makna yang kedua yaitu keuntungan spritual yang terlihat dari kemauan pedagang kaki lima untuk tetap melaksanakan perintah Allah SWT dalam bentuk sumbangan.Kata Kunci : Pedagang Kaki Lima, Keuntungan, Hermeneutika Intensionalisme. This study was aimed at understanding the meaning of profit viewed from the profession of sidewalk sellers along Jalan Ahmad Yani in Singaraja Town. The fact in the field showed that all sidewalk sellers on Jalan Ahmad Yani have low formal educational background in business. However, they can see the opportunity or chance to sell things throughout the nights because there are fewer competitors who sell food and drink at night compared with other times. With the fewer competitors the chance to attract buyers is greater and in its turn will have an effect on the profit made by the sellers. This study used qualitative method with hermeneutic intensionalism as data analysis method. The number of informants was 10 and the types of goods were yellow rice which was sold by 9 sellers and coconut ice by 1 seller. The result showed that the meaning of profit made in each life of the sidewalk sellers which can be probed and interpreted from the informants falls into two. The first meaning is material profit in the form of savings to be used now and in the future. The second meaning is spiritual benefit as seen in the willingness of the sidewalk sellers to keep obeying God by giving alms.keyword : Sidewalk Seller, Profit, Hermeneutic intensionalism.
ANALISIS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PELAPORAN ALOKASI DANA DESA (Studi Kasus Desa Bengkel, Kec. Busungbiu, Kab. Buleleng) Made Wiradarma Setiawan .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui mekanisme penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) pada Pemerintahan Desa Bengkel, (2) mengetahui implementasi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pertanggungjawaban Pemerintahan Desa Bengkel terhadap pelaporan Alokasi Dana Desa (ADD), dan (3) mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi dalam implementasi prinsip Transparansi dan Akuntabilitas dalam pertanggungjawaban Pemerintah Desa terhadap pelaporan Alokasi Dana Desa (ADD). Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen yang selanjutnya dilakukan analisis data dengan model analisis interaktif melalui tiga tahapan yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Daerah ke Pemerintah Desa Bengkel sudah mengacu pada Peraturan bupati nomor 84 tahun 2015 tentang tata cara pengalokasian Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Bagi Hasil Pajak, dan Bagi Hasil Retribusi dan pencairan dana dilakukan secara bertahap yaitu melalui empat tahapan yang dilengkapi dengan surat rekomendasi dari kecamatan, (2) pengimplementasian prinsip transparansi dan akuntabilitas pada Alokasi Dana Desa dapat dilihat pada saat melakukan perencanaan dan pembuatan laporan realisasi dan SPJ, (3) faktor yang mempengaruhi sulitnya mengimplementasikan prinsip Transparansi dan Akuntabilitas dalam pertanggungjawaban pemerintah desa terhadap pelaporan Alokasi Dana Desa lemahnya sumber daya manusia aparat desa yang ada di desa merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pemerintahan desa seperti halnya dalam pembuatan laporan realisasi, selain itu keterlambatan Alokasi Dana desa yang masuk juga mempengaruhi, peran serta masyarakat juga cenderung mempengaruhi. Kata Kunci : Alokasi Dana Desa, ADD, Transparansi, Akuntabilitas This study aimed at: (1) knowing the distribution mechanism of village fund allocation in Bengkel Village’s government, (2) knowing the implementation of transparancy and accountability principles in the responsibility of Bengkel Village’s government concerning about the report of village fund allocation, (3) knowing the obstacles faced in implementing the transparancy and accountability principles in the responsibility of village government concerning about the report of village fund allocation. This research was done through qualitative method. The data collected through in-depth interview, observation, and documentation study, and then the data was analysed by interactive analysis model through three stages: (1) data reduction, (2) data presentation, (3) conclusion. The result showed that (1) the distribution of village fund allocation from regional government to Bengkel Village government has referred to regulation from the regent no. 84 year 2015 about the procedure of village fund allocation, village fund allocation, tax-sharing, revenue-sharing levy, and fund disbursement done stage by stage those were through four stages completed by recommendation letter from the subdistric government, (2) the implementation of transparancy and accountability principles at village fund allocation could be seen at the time of planning and realization report and responsibility letter, (3) the factor affecting the difficulty of implementing the transparancy and accountability principles in the responsibility of village government concerning about the report of village fund allocation, the lack of human resources of the village officials in the village was one of the factors affecting the village government performance as the making of realization report, in addition to the delay in the allocation of village fund coming also had an efffect, public participation also tend to had an effect. keyword : village fund allocation, transparancy, accountability
EFISIENSI BIAYA PADA MASING-MASING PAKET UPACARA NGABEN DI KREMATORIUM YAYASAN PENGAYOM UMAT HINDU (YPUH) KABUPATEN BULELENG, SINGARAJA Nyoman Adi Hanggara .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; NI KADEK SINARWATI, SE., M.Si.Ak. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10173

Abstract

Ngaben merupakan ritual kematian yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali yang pelaksanaannya membutuhkan biaya yang tinggi, sehingga dengan kondisi tersebut masyarakat Bali mencari suatu alternatif yaitu ngaben di krematorium. Ritual ngaben di krematorium ini difasilitasi oleh Yayasan Pengayom Umat Hindu (YPUH) dengan beberapa paket yang dapat dipilih oleh masyarakat. YPUH menggunakan Weda dan Lontar Yama Purwana Tattwa sebagai dasar dan teknik sederhana upacara ngaben yang dulunya boros biaya kini menjadi lebih efisien. Latar belakang inilah yang menjadikan ngaben di YPUH menarik untuk dikaji untuk mengetahui: 1). Latar belakang masyarakat memilih ngaben di YPUH, 2). Metode yang digunakan YPUH dalam mencapai efisiensi biaya pada upacara ngaben, 3). Dampak yang ditimbulkan dari penyederhanaan biaya terhadap hakikat upacara ngaben. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang dititikberatkan pada deskripsi serta interpretasi perilaku manusia. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan, yakni: 1). Reduksi Data, 2). Penyajian Data, dan 3). Pemaknaan Data berdasarkan teori yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Latar belakang masyarakat memilih ngaben di YPUH mayoritas didasari oleh faktor biaya dan didukung oleh faktor lain seperti Faktor Sosial Budaya, Faktor Struktur Sosial, Faktor Ekonomi, Faktor Tenaga dan Waktu, dan masyarakat Bali sebagai agen budaya. 2). Efisiensi biaya dalam upacara ngaben di YPUH menggunakan metode cost reduction dengan analisis aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai tambah. 3). Pelaksanaan upacara ngaben yang disederhanakan tidak mempengaruhi hakikat ngaben karena sudah sesuai dengan Weda dan lontar-lontar kamoksan. Kata Kunci : Ngaben, krematorium, biaya ngaben, efisiensi biaya, penyederhanaan ngaben. Ngaben is a death ritual performed by Hindus in Bali that its implementation requires a high cost, so that with these conditions Balinese people looks for an alternative way that is Ngaben in crematorium. Ngaben ritual in crematorium was facilitated by YPUH by several packages available for the public. YPUH used Vedas and Lontar (manuscript) Yama Purwana Tattwa as basic and simple technique of Ngaben ceremony in which it was once lavishly ceremony has become more cost efficient. This background made Ngaben ceremony interesting to study to know: 1). the background of people choosing Ngaben in YPUH, 2). the method used by YPUH in achieving cost efficiency in Ngaben ceremony, 3). the impact caused by the cost simplification to the nature of Ngaben ceremony. This research was conducted using qualitative method by focusing on the description and interpretation of human behavior. This study was conducted in three stages, they were: 1). data reduction, 2). data presentation, and 3). the data interpretation based on the theory determined. The result showed that: 1). the background of people choosing Ngaben in YPUH was mostly caused by cost factor and other factors such as socio-cultural factor, social structure factor, economic factor, energy and time factor, and Balinese people as cultural agent, 2). the cost efficiency in Ngaben ceremony in YPUH used cost reduction method by an analysis of value-added activity and no value-added activity. 3). The implementation of Ngaben ceremony simplified did not affect the nature of Ngaben because it was in accordance with Vedas and lontar-lontar kamoksan.keyword : Ngaben, crematorium, ngaben cost, cost efficiency, simplification of ngaben.
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SISTEM DANA PUNIA PURA GOA GIRI PUTRI DI DESA PAKRAMAN KARANGSARI, KECAMATAN NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG I Kadek Surya Mandarin .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10174

Abstract

Didalam kebersamaan dan kepedulian antara sesama umat beragama, masyarakat bali mengenal tradisi sumbangan keagamaan yang dilakukan secara tulus ikhlas dengan tujuan berbagi sesama umat. Sumbangan keagamaan itu disebut dengan dana punia. Dana punia dalam kedudukannya sebagai salah satu warisan tradisi masyarakat bali yang berada dalam sebuah organisasi desa yang secara tradisi disebut desa pakraman. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui (1) Bagaimana pengelolaan keuangan dalam sistem dana punia Pura Goa Giri Putri di Desa Pakraman Karangsari (2) Bagaimana para pengelola dana punia memahami prinsip-prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan dana-dana yang terhimpun. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif, dimana peneliti akan melakukan observasi langsung ke lapangan dan mengumpulkan data-data yang akan dianalisis berdasarkan pengamatan dan pengetahuan peneliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) dalam proses pengelolaan keuangan yang dilakukan prajuru pura melibatkan prajuru desa yang dalam hal ini mewakili krama desa; (2) pertanggungjawaban yang diberikan oleh prajuru pura kepada krama desa berupa laporan pertanggungjawaban yang diperiksa oleh prajuru desa dan laporan secara lisan diumumkan lewat sangkepan. (3) akuntabilitas dalam pengelolaan dana punia sudah cukup baik, pengelolaannya sudah mencakup transparansi, kewajiban, kontrol, tanggung jawab, dan responsif Kata Kunci : : Akuntabilitas, Pakraman, Dana Punia In the togetherness and caring among fellow religious people, the Balinese people know the tradition of religious donation which is done sincerely sincere with the purpose of sharing fellow people. Religious donations are called punia funds. Punia funds in its position as one of the traditions of Balinese society that resides in a village organization that is traditionally called pakraman village. The purpose of the research is to find out (1) How to manage finances in punia Pura Goa Giri Putri fund system in Desa Pakraman Karangsari (2) How do fund managers understand the principles of accountability in managing the collected funds. This research uses qualitative method, where researcher will do direct observation to field and collect data to be analyzed based on observation and knowledge of researcher. The data used in this study were collected by in-depth interview, observation, and documentation study. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate (1) in the financial management process conducted by temple prajuru involving village counselors in this case representing village krama; (2) the responsibility given by the temple prajuru to the village krama in the form of accountability reports examined by village counselors and reports verbally announced through sangkepan. (3) accountability in the management of punia funds is good enough, the management already includes transparency, obligation, control, responsibility, and responsiveness keyword : : Accountability, Pakraman, Dana Punia
ANALISIS IMPLEMENTASI PSAK 109 PADA ORGANISASI NON PROFIT BERBASIS RELIGIUS (STUDI KASUS PADA BAZNAS KABUPATEN BULELENG) Agus Purwanto .; Nyoman Trisna Herawati, SE.AK,M.Pd. .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10228

Abstract

PSAK 109 merupakan salah satu standar keuangan yang ditetapkan bertujuan untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi zakat, dan infak/sedekah pada Organisasi Pengelola Zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Buleleng merupakan Organisasi Pengelola Zakat. Dari pengamatan sekilas BAZNAS Kabupaten Buleleng telah melakukan pengelolaan dan pelaporan dana zakat, dan infak/sedekah dengan baik, namun masih belum diketahui apakah pencatatan dan pelaporan yang diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Buleleng telah sesuai dengan PSAK 109 atau belum. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan ini untuk mengetahui bagaimana implementasi PSAK 109 akuntansi zakat dan infak/sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah BAZNAS Kabupaten Buleleng belum sepenuhnya menerapkan PSAK 109. Penyajian dan pelaporan keuangan BAZNAS Kabupaten Buleleng belum sesuai dengan PSAK 109. BAZNAS Kabupaten Buleleng hanya membuat laporan keadaan kas zakat, laporan keadaan kas infak/sedekah dan laporan keadaan kas operasional. Di dalam PSAK 109 dijelaskan bahwa amil harus menyajikan 5 laporan keuangan yang terdiri laporan posisi keuangan, laporan perubahan dana, laporan perubahan aset kelolaan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.Kata Kunci : BAZNAS Kabupaten Buleleng, PSAK 109 PSAK 109 is a financial standard established in order to organize recognition, measurement, presentation, and discovery of the alms transaction at an alms managing organization. “BAZNAS” or Badan Amil Zakat Nasional Buleleng is an organization which manages the alms. Based on a glanced observation this organization had performed good management and reporting the alms funds, however, it had not been recognized whether the process of recording and reporting the funds had been made in accordance with the PSAK 109 or not. Based on the reality the study was conducted in order to find out the implementation of PSAK 109 accountancy of alms at the BAZNAS in Buleleng. The study was conducted based on quantitative descriptive approach, utilizing the data taken by observation, interview, and documentation. The data were analysed based on some stages such as, data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study indicated that the BAZNAS in Buleleng had not been completely implementing PSAK 109. The financial presentation and reports of the BAZNAS Buleleng had not been organized based on the PSAK 109. The BAZNAS Buleleng had merely made report of the last condition of financial alms, infaks and the financial operational condition. Based on the PSAK 109, there are five different financial reports should be presented consisting of the report of financial position, report of funds amendment, report of modification of assets under management, report of cash flow, and record of financial report.keyword : BAZNAS Buleleng, PSAK 109
PENGARUH PERTUMBUHAN AKTIVA PRODUKTIF, DANA PIHAK KETIGA DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA TERHADAP KINERJA OPERASIONAL KOPERASI UNIT DESA (KUD) SARI PERTIWI TAHUN 2013-2015 Putu Hery Ardana Putra .; Gede Adi Yuniarta, SE.AK .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v7i1.10328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan aktiva produktif, dana pihak ketiga dan penggunaan modal kerja terhadap kinerja operasional Koperasi Unit Desa (KUD) Sari Pertiwi tahun 2013-2015. Lokasi penelitian dilakukan pada Koperasi Unit Desa (KUD) “Sari Pertiwi” Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah jenis data kuantitatif dengan sumber data sekunder berupa data laporan keuangan milik KUD Sari Pertiwi tahun 2013-2015.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan aktiva produktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional Koperasi Unit Desa (KUD) Sari Pertiwi, dana pihak ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional Koperasi Unit Desa (KUD) Sari Pertiwi, penggunaan modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap operasional Koperasi Unit Desa (KUD) Sari Pertiwi. Secara simultan pertumbuhan aktiva produktif, dana pihak ketiga dan penggunaan modal kerja terhadap kinerja operasional Koperasi Unit Desa (KUD) Sari Pertiwi tahun 2013-2015.Kata Kunci : aktiva produktif, dana pihak ketiga, modal kerja. The study aimed at finding out the effect of productive asset growth, the third-party funds, and the use of working capital on the operational performances of rural unit cooperative “Sari Pertiwi” in 2013-2015. It was conducted at the “Sari Pertiwi” Rural Unit Cooperative in Dencarik Village, Banjar sub-district, Buleleng. The study utilized a quantitative design involving secondary source data in the form of financial report data of Sari Pertiwi Rural Unit Cooperative in 2013-2015. The analysis was conducted by using multiple linear regression supported by SPSS software for Windows. The results of the study indicated that in partial productive asset growth had a positive and significant effect on the operational performances of rural unit cooperative “Sari Pertiwi”, the third-party funds had a positive and significant effect on the operational performances of rural unit cooperative “sari pertiwi”, and the use of working capital had a positive and significant effect on the operational performances of rural unit cooperative “sari pertiwi” Simultaneously productive asset growth, the third-party funds, and the use of working capital had a positive and significant effect on the operational performances of rural unit cooperative “Sari Pertiwi” in 2013-2015.keyword : productive asset, the third-party funds, working capital
PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), NON PERFORMING LOAN (NPL), PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB), DAN RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP PENYALURAN KREDIT PERBANKAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 - 2015) I Gede Andi Suta Darmawan .; Made Arie Wahyuni, S.E. .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.10393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Produk Domestik Bruto (PDB), dan Return On Asset (ROA) terhadap penyaluran kredit pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Sampel penelitian berjumlah 28 perusahaan perbankan, yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan perbankan periode tahun 2013-2015. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 20.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit; (2) Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit; (3) Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit; (4) Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit; (5) Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Produk Domestik Bruto (PDB), dan Return On Asset (ROA) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit.Kata Kunci : CAR, NPL, PDB, ROA, dan penyaluran kredit. This study aimed at knowing the effect of Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Gross Domestic Product (GDP), and Return On Asset (ROA) on credit distribution of banking companies listed in Indonesia Stock Exchange (BEI). The sample of this research was 28 banking companies determined by purposive sampling method. The type of data used was secondary data in the form of annual reports of banking companies for the period of 2013-2015. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis with a help of SPSS program version 20.0. The result showed that: (1) Capital Adequacy Ratio (CAR) had a negative and significant effect on credit distribution; (2) Non Performing Loan (NPL) had a negative and significant effect on credit distribution; (3) Gross Domestic Product (GDP) had a positive and significant effect on credit distribution; (4) Return On Assets (ROA) had a positive and significant effect on credit distribution; (5) Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Gross Domestic Product (GDP), and Return On Asset (ROA) simultaneously had a positive and significant effect on credit distribution.keyword : CAR, NPL, GDP, ROA, and credit distribution.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PEMAHAMAN AKUNTANSI KOPERASI BERBASIS SAK-ETAP, KEMATANGAN USIA, PERILAKU, DAN EFEKTIVITAS KINERJA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KABUPATEN BULELENG (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula) Kadek Nanik Arismawati .; Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE. Ak,M .; Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. .
JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jimat.v8i2.10426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kematangan usia, perilaku, dan efektivitas kinerja terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari kuesioner dan diukur menggunakan skala likert. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula pada bagian keuangan/akuntansi sebanyak 40 pegawai. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi koperasi berbasis SAK-ETAP, kematangan usia, perilaku, dan efektivitas kinerja berpengaruh secara parsial terhadap kualitas laporan keuangan.Kata Kunci : Pendidikan, SAK-ETAP, Usia, Perilaku, Efektivitas Kinerja, dan Kualitas Laporan Keuangan. This research aims at knowing the effect of education level, understanding of SAK-ETAP-based accounting, age maturity, behavior, and working effectiveness toward the quality of financial report. This study is qualitative research by using data got from questionnaires and measured by using likert scale. The sampling technique used is purposive sampling. The sample used in this study is the staffs of saving and loan cooperative in the Subdistrict of Bulelelng, Sawan, Kubutambahan, and Tejakula in financial/accounting department as many as 40 staffs. The technique of analyzing the data is the analysis of multiple linear regression. The result shows that education level, understanding of SAK-ETAP-based cooperative accounting, age maturity, behavior, and working effectiveness have partial effect toward the quality of financial report.keyword : Education, SAK-ETAP, age, behavior, working effectiveness, quality of financial report.
Co-Authors ., Agus Purwanto ., Asiyah ., Ayu Damayanti Ni Putu ., Desak Putu Ayu Diah Dewantari ., Desak Putu Nitya Dewi ., Gede Widia Agustana ., Gusti Ayu Putu Sri Indrawati ., Hairun Nisak ., I Dewa Ayu Kade Sandra Wati ., I Gede Andi Suta Darmawan ., I Gede Puguh Harka Pancala ., I Gusti Agung Gede Dharma Putra ., I Gusti Ayu Erika Pradini Putri ., I Gusti Ayu Rani Desi Andari ., I Kadek Dwi Gede Surya Widarta ., I Kadek Surya Mandarin ., I Ketut Astawa ., I Made Parta Cahya Semadi ., I Made Yogi Artha Ardana ., I Putu Gede Arief Darmawan ., I Wayan Adi Suarnata ., I Wayan Edy Suputra ., Ida Ayu Ketut Susila Dewi ., Kadek Ari Saputra ., Kadek David Warisando ., Kadek Dodik Arianta ., Kadek Nanik Arismawati ., Kadek Nike Krisnayanti ., Kadek Septa Riadi ., Kadek Sintia Purnami ., Kadek Sri Astiti ., Kadek Suambawa ., Kd Dwi Pande Wahyuda ., Ketut Suci Widiasri ., Komang Agus Wiriawan ., Komang Sonia Kartika Dewi ., Komang Yeti Riani ., Luh Eni Sulasmi ., Luh Pt Eka Widyasari ., Luh Putu Dewi Sulistiani ., M.Dwi Arisandi Arta ., Made Ella Sugiasmini ., Made Pebri Suwirsa ., Made Veni Irnayanti ., Made Wiradarma Setiawan ., Md Anggun Ayun Puspa ., Nadia Nesi Krisna Wardani ., Ni Kadek Sumiyantini ., Ni Komang Laksmita Ayudiasari ., Ni Luh Ayu Suaslioni ., Ni Luh Cahyani Primashanti ., Ni Luh Sri Wahyuni ., Ni Luh Yadnya Wati ., Ni Made Ayu Sawitri ., Ni Made Dewi Puspitasari ., Ni Made Somertini ., Ni Nyoman Artini ., Ni Nyoman Dhiras Hardyanti ., Ni Putu Ayu Primayanti ., Ni Putu Metta Gaurina ., Ni Putu Sri Widiutami ., Ni Putu Wira Ayu Pradnyani ., Ni Wayan Meres ., Nyoman Adi Hanggara ., Putu Adhitya Hari Wiguna ., Putu Agus Surya Wibawa ., Putu Crysma Virmayani ., Putu Dian Handayani ., Putu Dyan Sukmo Paramananda ., Putu Edy Suryadi Yasa ., Putu Hery Ardana Putra ., Putu Ivania Cecilia ., Putu Mery Oktaviyanti ., Putu Sukma Dewi ., Putu Vera Lavenia ., Rani Rahmat ., Sarifah Muslikah Zen ., Tengku Malinda Oktaviani ., Yerika Silvani Natalia Abdurrahman . Agus Purwanto . Ak. S.E. Desak Nyoman Sri Werastuti . Anak Agung Gede Sugianthara Anastasia Indah Ayu Purnama . Ari Surya Darmawan Arzia Biwi . Asiyah . Ayu Damayanti Ni Putu . Ayu Dwi Purwatiasih . Ayu Komang Dewi Lestari . Darmada Dewa Kadek . Darmada Dewa Kadek ., Darmada Dewa Kadek Desak Nyoman Sri Werastuti, S.E., Ak. . Desak Putu Ayu Diah Dewantari . Desak Putu Nitya Dewi . Dirgayusa Sukma Putra . Dr. Edy Sujana,SE,Msi,AK . Erni Yuliani . Erni Yuliani ., Erni Yuliani Evy Drivayanti Kadek . Gebby Yunita Wiguna . Gebby Yunita Wiguna ., Gebby Yunita Wiguna Gede Adi Yuniarta Gede Adi Yuniarta, SE.AK . gede angga restu diana . Gede Arie Pandu . Gede Arie Pandu ., Gede Arie Pandu Gede Ngurah Putra Darma Sesana . Gede Ngurah Putra Darma Sesana ., Gede Ngurah Putra Darma Sesana Gede Suliastwina Permana . Gede Suliastwina Permana ., Gede Suliastwina Permana Gede Widia Agustana . Gerry Hartajunika . Gerry Hartajunika ., Gerry Hartajunika Gusti Ayu Made Firma Pratiwi . Gusti Ayu Putu Sri Indrawati . Hairun Nisak . I B Angge Artadharma . I B Angge Artadharma ., I B Angge Artadharma I Dewa Ayu Kade Sandra Wati . I Gede Abdi Adnyanan Giri . I Gede Abdi Adnyanan Giri ., I Gede Abdi Adnyanan Giri I Gede Andi Suta Darmawan . I Gede Arya Satya Prattama . I Gede Oka Wiradana . I Gede Puguh Harka Pancala . I Gede Satwika Darmawan . I Gede Satwika Darmawan ., I Gede Satwika Darmawan I Gede Tio Pratama . I Gede Tio Pratama ., I Gede Tio Pratama I Gusti Agung Gede Dharma Putra . I Gusti Ayu Erika Pradini Putri . I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Ayu Rani Desi Andari . I Gusti Lanang Agung Musdananda . I Gusti Lanang Agung Musdananda ., I Gusti Lanang Agung Musdananda I Gusti Ngurah Dwi Purna Wijaya . I Kadek Agus Adytia Merta . I Kadek Agus Adytia Merta ., I Kadek Agus Adytia Merta I Kadek Dwi Gede Surya Widarta . I Kadek Endy Pardina Nova . I Kadek Endy Pardina Nova ., I Kadek Endy Pardina Nova I Kadek Surya Mandarin . I Ketut Astawa . I Ketut Selamet Kelana Putra . I Ketut Selamet Kelana Putra ., I Ketut Selamet Kelana Putra I Komang Dodi Hersana . I Made Aldiasta . I Made Parta Cahya Semadi . I Made Pradana Adiputra I Made Yogi Artha Ardana . I Nyoman Ediawan . I Nyoman Ediawan ., I Nyoman Ediawan I Nyoman Tri Esaputra . I Nyoman Tri Esaputra ., I Nyoman Tri Esaputra I Putu Eva Prasetya . I Putu Gede Arief Darmawan . I Putu Gede Diatmika I Putu Sukendra . I Putu Teguh Sugiartha . I Putu Yasa Muliadnyana Putra . I Putu Yasa Muliadnyana Putra ., I Putu Yasa Muliadnyana Putra I Wayan Adi Suarnata . I Wayan Edy Suputra . I Wayan Iwan Pradnyana . I Wayan Iwan Pradnyana ., I Wayan Iwan Pradnyana Ida Ayu Ketut Susila Dewi . Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi . Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi ., Ida Ayu Putu Eka Puspita Dewi Ida Bagus Gede Sumardika . Ida Bagus Gede Sumardika ., Ida Bagus Gede Sumardika Indah Sathyaningsih Putu . Kadek Adi Suwandana . Kadek Adi Suwandana ., Kadek Adi Suwandana Kadek Ari Saputra . Kadek Ayu Pramita Dewi . Kadek Ayu Sinta Wijayantini . Kadek Ayu Yulianita Dewi . Kadek David Warisando . Kadek Dodik Arianta . Kadek Krisna Aris Pitasari . Kadek Lia Lestari . Kadek Lia Lestari ., Kadek Lia Lestari Kadek Marlina Nalarreason . Kadek Nanik Arismawati . Kadek Nike Krisnayanti . Kadek Ratna Mustika Sari . Kadek Ratni Prabandani . Kadek Ratni Prabandani ., Kadek Ratni Prabandani Kadek Rudyana . Kadek Rudyana ., Kadek Rudyana Kadek Septa Riadi . Kadek Sintia Purnami . Kadek Sri Astiti . Kadek Suambawa . Kadek Supri Budiadnyana . Kadek Supri Budiadnyana ., Kadek Supri Budiadnyana Kadek Vera Damayanti . Kadek Witha Erayani . Kadek Witha Erayani ., Kadek Witha Erayani Kd Dwi Nova Sucipta . Kd Dwi Nova Sucipta ., Kd Dwi Nova Sucipta Kd Dwi Pande Wahyuda . Kd Wiwik Wirayuni . Ketut Angga Yudiastrawan . Ketut Angga Yudiastrawan ., Ketut Angga Yudiastrawan Ketut Aristina Dewi . Ketut Suci Widiasri . Ketut Yeni Paramita Setianingsih . Komang Agus Wiriawan . Komang Ayu Satyaningsih . Komang Gede Suriani Suan Dewi . Komang Sonia Kartika Dewi . Komang Tri Resmini . Komang Triana Windartini . Komang Try Wahyuni Kusuma Putri . Komang Try Wahyuni Kusuma Putri ., Komang Try Wahyuni Kusuma Putri Komang Yeti Riani . Lilya Andriani . Lucy Sri Musmini Luh Alit Suartini . Luh Alit Suartini ., Luh Alit Suartini Luh Ardiana . Luh Artining Miradewi . Luh Eni Sulasmi . Luh Ida Agustini . Luh Ida Agustini ., Luh Ida Agustini Luh Pt Eka Widyasari . Luh Putu Dewi Sulistiani . Luh Putu Eka Prastyanti . Luh Putu Eka Prastyanti ., Luh Putu Eka Prastyanti Luh Putu Pitesa Wirawati . Lutfiah . Lutfiah ., Lutfiah M Tantowi Jauhari Nadlari . M. Sutrisna Madya Ningsih . M. Sutrisna Madya Ningsih ., M. Sutrisna Madya Ningsih M.Dwi Arisandi Arta . Made Aditya Putra . Made Arie Wahyuni Made Ayu Darmayani . Made Buda Artana . Made Denny Oktariyana Made Ella Sugiasmini . Made Ernia Friskayanti . Made Indra Parmadika . Made Indra Parmadika ., Made Indra Parmadika Made Isma Pratiwi . Made Isma Pratiwi ., Made Isma Pratiwi Made Molik Aridita . Made Molik Aridita ., Made Molik Aridita Made Pasek Swi Shantanu . Made Pebri Suwirsa . Made Veni Irnayanti . Made Wiradarma Setiawan . Made Wiradharma Swastyastu . Made Yogi Astuti . Made Yogi Astuti ., Made Yogi Astuti Mardiana - Maria S. Devi Rande . Maria S. Devi Rande ., Maria S. Devi Rande Md Anggun Ayun Puspa . Meyta Anggaraeni . Meyta Anggaraeni ., Meyta Anggaraeni Mudinillah, Adam Mujayanti Mandasari . Mujayanti Mandasari ., Mujayanti Mandasari N. Budhi Cyntia Dewi . N. Budhi Cyntia Dewi ., N. Budhi Cyntia Dewi Nadia Nesi Krisna Wardani . Ni Gusti Ayu Putu Sischa Monika Sari . NI GUSTI PUTU SARIANI . NI GUSTI PUTU SARIANI ., NI GUSTI PUTU SARIANI Ni Kadek Desi Dwiyantari . Ni Kadek Novianti . Ni Kadek Riana Trisna Dewi . Ni Kadek Riana Trisna Dewi ., Ni Kadek Riana Trisna Dewi Ni Kadek Sinarwati Ni Kadek Sumiyantini . NI KADEK TERA PADMANI . Ni Ketut Juni Kalmi Dewi . Ni Komang Apriska Widiana Putri . Ni Komang Apriska Widiana Putri ., Ni Komang Apriska Widiana Putri Ni Komang Laksmita Ayudiasari . Ni Komang Sri Wahyuni . Ni Luh Ayu Suaslioni . Ni Luh Cahyani Primashanti . Ni Luh Damayanti . Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Novi Ekawati . Ni Luh Novi Ekawati ., Ni Luh Novi Ekawati Ni Luh Nyoman Ari Udiyanti . Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita . Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita ., Ni Luh Putu Ageng Pradnya Paramita Ni Luh Putu Arin Astiari . Ni Luh Putu Asri Damayanti . Ni Luh Restini . Ni Luh Sri Wahyuni . Ni Luh Suarmi . Ni Luh Suarmini . Ni Luh Yadnya Wati . Ni Made Ayu Pradnya Dewi . Ni Made Ayu Pradnya Dewi ., Ni Made Ayu Pradnya Dewi Ni Made Ayu Sawitri . Ni Made Dewi Puspitasari . Ni Made Shanti Widnyani . Ni Made Shanti Widnyani ., Ni Made Shanti Widnyani Ni Made Somertini . Ni Made Sri Rastini . Ni Made Sukarmiasih . Ni Nyoman Artini . Ni Nyoman Dhiras Hardyanti . Ni Nyoman Meita Jayantini . Ni Nyoman Meita Jayantini ., Ni Nyoman Meita Jayantini Ni Nyoman Perayati . Ni Pt Intan Putri s . Ni Putu Ayu Primayanti . Ni Putu Eka Suratini . Ni Putu Merilyani . Ni Putu Merilyani ., Ni Putu Merilyani Ni Putu Metta Gaurina . Ni Putu Sri Widiutami . Ni Putu Wira Ayu Pradnyani . Ni Wayan Della Praniti . Ni Wayan Meres . Ni Wayan Novi Budiasni . Ni Wayan Ristiani . Ni Wayan Ristiani ., Ni Wayan Ristiani Nyoman Adi Hanggara . Nyoman Adnyani . Nyoman Ayu Wulan Trisna Dewi . Nyoman Dewi Purnawati . Nyoman Dewi Purnawati ., Nyoman Dewi Purnawati Nyoman Ida Adriani . Nyoman Ida Adriani ., Nyoman Ida Adriani Nyoman Trisna Herawati Okky Safitri . Prasaja Suganda . Putu Adhitya Hari Wiguna . Putu Agus Surya Wibawa . Putu Crysma Virmayani . Putu Desy Natalia . Putu Desy Natalia ., Putu Desy Natalia Putu Diah Lestari . Putu Dian Handayani . Putu Dyan Sukmo Paramananda . Putu Edy Suryadi Yasa . Putu Gede Jurnaedi . Putu Hery Ardana Putra . Putu Ivania Cecilia . Putu Mery Oktaviyanti . Putu Putri Suriyani . Putu Ratih Pratiwi . Putu Ryan Damayanti . Putu Sukma Dewi . Putu Vera Lavenia . Putu Youdhitia Saraswati . Putu Yuni Juliani . Putu Yuni Juliani ., Putu Yuni Juliani Putu Yunita Saputri Dewi . Raden Mohamad Herdian Bhakti Raga Fahmy Darmawan . Rani Rahmat . Robin Gita Mandira . Sarifah Muslikah Zen . Sayyidul Azmi . Sayyidul Azmi ., Sayyidul Azmi Tengku Malinda Oktaviani . WANGI WIRATMI . Yerika Silvani Natalia . Yunita Indrawati Kadek . Yunita Indrawati Kadek ., Yunita Indrawati Kadek