Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MESIN PENGHALUS KULIT PISANG MENJADI BUBUK MINUMAN KOPI Saparin Saparin; Yudi Setiawan; Eka Sari Wijianti
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v6i2.1984

Abstract

Penelitian ini tentang pemanfaatan kulit pisang kepok menjadi bubuk minuman kopi. Kulit pisang ini umumnya dihaluskan dengan menggunakan blender, namun kelemahannya adalah kapasitas produksinya lebih rendah, sehingga untuk memproduksi dalam jumlah banyak harus dilakukan proses berulang. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuatlah sebuah mesin penghalus kulit pisang hingga menjadi bubuk dengan tingkat kehalusan bubuk kopi pada umumnya. Kulit pisang yang digunakan yaitu kulit pisang kepok matang. Proses penghalusan kulit pisang menggunakan mesin dengan menggunakan motor listrik sebesar ½ HP, dengan putaran pada poros penghalus yaitu 1050 rpm. Hasil pengujian dengan bahan uji dengan massa 500 gram yaitu dalam waktu 1 menit menghasilkan 215 gram, waktu 2 menit menghasilkan 225,7 gram, waktu 3 menit menghasilkan 250,7 gram.
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG KENTANG BERBENTUK STICK Saparin Saparin; Yudi Setiawan; Edi Irwan; Eka Sari Wijianti
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v7i2.2309

Abstract

This research is a design of a potato cutting machine. The ultimate goal of making the machine is the production of potato cubes. In planning the machine will be processed to produce stick-shaped potato pieces. The machine design is made with dimensions of 660 mm x 800 mm x 710 mm using an electric motor ½ Hp. The system of lowering the rotation uses a pully and belt 1: 2 and continued with a gearbox with a ratio of 1:40, the way the engine works is to rotate the crankshaft to move the piston / potato suppressor with a rotation of 17.5 Rpm. The study was conducted 3 times with 1000 grams of potatoes with an average yield of 702 grams of good cut, 27 grams unsuccessful, 271 grams behind. The production capacity of this stick-shaped potato cutting machine is capable of cutting as much as 20.29 kg / hour with a machine production efficiency of 70.02%.
KINERJA PUTARAN ROTOR TURBIN AIR SCREW ARCHIMEDES DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SUDUT TURBIN Eka Sari Wijianti
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v7i2.2780

Abstract

Turbin Air Screw Archimedes merupakan salah satu pembangkit listrik mikro hidro yang bekerja untuk menghasilkan energi listrik. Sumber aliran air dari pembangkit listrik ini memiliki head yang rendah sehingga sangat cocok digunakan pada aliran kecil seperti irigasi dan sungai kecil. Turbin didesain kemudian dibangun membentuk prototipe dengan panjang screw 1 m, diameter luar 0,3 m, jumlah sudu 15, dan jarak pitch masing-masing 13 cm. Penelitian dilakukan dengan variasi sudut kemiringan turbin adalah 30o, 35o, dan 40o. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putaran rotor terbaik dihasilkan oleh sudut 40o. Putaran yang mampu dibangkitkan dengan head 0,67 m, debit aliran 7 liter/detik adalah sebesar 930 Rpm dengan potensi daya listrik sebesar 43,95 watt.
MODIFIKASI MESIN PENGUPAS KULIT BAWANG PUTIH DENGAN VARIASI TABUNG PENGUPAS Saparin Saparin; Boby Putra Perdana; Eka Sari Wijianti; Yudi Setiawan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v8i1.2929

Abstract

ABSTRAK Proses pengupasan kulit bawang putih dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan mesin. Pada mesin pengupas kulit bawang putih terdahulu menggunakan motor listrik 0,5 hp, dimensi 750 mm x 500 mm x 750 mm, menggunakan pulley dan belt untuk mereduksi putaran menjadi 100 rpm. Hasil penelitian terdahulu diperoleh kapasitas produksi mesin 2,06 kg/jam dan efisiensi produksi mesin 86%. Kekurangan mesin terdahulu antara lain : dimensi tabung pengupas yang kecil hanya efektif untuk 1000 gram, sering terjadi slip pada pulley, kecepatan putaran pada poros pengupas tidak dapat diubah-ubah. Modifikasi dilakukan pada bagian-bagian mesin antara lain: memperbesar dimensi tabung pengupas, memvariasikan tabung pengupas, menggunakan gearbox untuk mentransimisi putaran, menggunakan daya 0,25 hp, dan menambah dimmer sebagai pengontrol putaran. Mesin yang dimodifikasi berdimensi 970 mm x 500 mm x 800 mm dan kecepatan putaran tabung pengupas 120 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kapasitas produksi mesin untuk tipe tabung pengupas tanpa pengaduk 2,88 kg/jam dengan efisiensi produksi mesin adalah 58,6% . Kapasitas produksi mesin untuk tipe tabung dengan karet pengaduk adalah 1,2198 kg/jam, efisiensi produksi mesinnya adalah 47%. ABSTRACT The process of peeling garlic skin can be done manually or using a machine. In the previous garlic peeler machine using a 0.5 hp electric motor, dimensions of 750 mm x 500 mm x 750 mm, using a pulley and belt to reduce rotation to 100 rpm. The results of previous studies obtained a machine production capacity of 2.06 kg/hour and a machine production efficiency of 86%. Disadvantages of previous machines include: the dimensions of the peeler tube are small, only effective for 1000 grams, slips occur frequently on the pulley, the rotational speed of the peeler shaft cannot be changed. Modifications were made to the engine parts, including: increasing the dimensions of the stripper tube, varying the stripper tube, using a gearbox to transmit rotation, using 0.25 hp of power, and adding a dimmer to control the rotation. The modified engine has dimensions of 970 mm x 500 mm x 800 mm and the peeler tube rotation speed is 120 rpm. The results showed that the machine's production capacity for the peeler tube type without agitator was 2.88 kg/hour with the machine's production efficiency of 58.6%. The machine's production capacity for tube type with rubber stirrer is 1.2198 kg/hour, the machine's production efficiency is 47%.
PEMANFAATAN MESIN TETAS TELUR UNTUK PENINGKATAN SEKTOR PETERNAKAN DI DESA LALANG KABUPATEN BELITUNG TIMUR Eka Sari Wijianti; Yudi Setiawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v2i2.136

Abstract

In the implementation of this Community Service Program (KKN), the main activities are focused on making egg hatching machines and utilizing these machines for chicken cultivation.Hatching chicken eggs using a hatching machine can be a quick way for the eggs to hatch. Without the help of a hatching machine, the process of eggs becoming chicks will take a long time and the risk of death is greater. For farmers, time is very valuable for the smooth running of the farm business, besides the success of hatching eggs is much greater than the manual method.The implementation of KKN is divided into 4 stages, the first stage is the manufacture of machines carried out before the implementation of KKN as well as the search for egg seeds. The second stage held a socialization on the use of egg hatching machines and how to breed chickens, the socialization was carried out by the East Belitung Regency Livestock Service Office. The third stage is making cages. Cages are made in the homes of lalang villagers who are selected based on an agreement from the village where the selected residents will then use the egg hatching machine to become chicken farmers. The fourth stage is chicken breeding, including feeding and vitamins. The last stage is monitoring, this stage is done to see how the chickens are developing before the KKN is completed.
PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM MENGGUNAKAN PENYARINGAN SEDERHANA BERBASIS LIMBAH CANGKANG SIPUT GONGGONG DI DESA KULUR ILIR KABUPATEN BANGKA TENGAH Eka Sari Wijianti; Nurhadini Nurhadini; Saparin Saparin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i2.154

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat desa Kulur Ilir adalah kurang tersedianya sumber air yang memenuhi baku mutu air minum terutama derajat keasaman air (pH) yang rendah yaitu berkisar antara 3,9– 5,6. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat diharapkan dapat membuat dan menggunakan alat penyaringan air sederhana skala rumah tangga untuk memperoleh sumber air yang memenuhi baku mutu air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Metode yang digunakan adalah membuat penyaringan sederhana menggunakan bahan-bahan yang tersedia di desa Kulur Ilir, antara lain : serbuk arang, batu kerikil, pasir pantai, ijuk/sabut kelapa, limbah cangkang siput gonggong yang terdapat di pesisir pantai desa Kulur Ilir. Cangkang siput gonggong dapat meningkatkan pH air karena mengandung kalsium karbonat yang tinggi. Selain itu menggunakan wadah penampungan air sumur dari drum 520 liter. Program ini membuat masyarakat desa Kulur Ilir memperoleh pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi air minum yang baik untuk kesehatan. Selain itu, masyarakat mengetahui cara pembuatan alat penyaringansederhana. Berdasarkan hasil pengukuran pH air (7-8) dan fisik air (tidak berwarna, tidak berasa dan berbau) sesudah dilakukan penyaringan maka penyaringan sederhana berbasis cangkang siput gonggong dapat meningkatkan kualitas air minum masyarakat yang bersumber dari air sumur. Peninjauan (survey) kembali ke masyarakat diperoleh bahwa masyarakat mengaplikasikan kegiatan yang telah dilakukan.
GERAKAN INDONESIA MELAYANI “MEMPERBAIKI SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT” DI DESA BATU BERIGA KECAMATAN LUBUK BESAR KABUPATEN BANGKA TENGAH Saparin Saparin; Eka Sari Wijianti; Rodiawan Rodiawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i2.749

Abstract

Gerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.Gerakan Indonesia Melayani ini difokuskan kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara(ASN), peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum,penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (egovernment). Tiga hal yang menjadi target dari Gerakan Indonesia Melayani, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas manusianya, bagaimana memperbaiki sistem dan aturannya, serta bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publiknya. Gerakan Indonesia Melayani ini dilaksanakan oleh mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan melalui Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). Subtema yang dilaksanakan dari gerakan Indonesia melayani yaitu “ sistem pengaduan masyarakat” di desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah tercapainya sistem pelayanan terbaik dari pemerintah desa, dengan segala informasi yang yang menyangkut tata kelola pelayanannya. Oleh karena itu kelompok KKN-RM desa Batu Beriga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya untuk mengetahui prosedur layanan pengaduan masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam memberi saran dan informasi penting kepada pemerintah desa sehingga informasi tersebut cepat ditanggapi oleh pemerintah desa
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAKAN AYAM DESA BENCAH MELALUI PROGRAM PEMANFAATAN MESIN TETAS TELUR Eka Sari Wijianti; Saparin Saparin; Sitti Nurul Aini
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v7i2.2086

Abstract

Program pengabdian ini adalah tentang pemanfaatan mesin tetas telur yang diaplikasikan di Desa Bencah Kabupaten Bangka Selatan untuk membantu masyarakat meningkatkan perekonomian mereka. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan, tahap pertama adalah observasi dan wawancara permasalahan mitra, tahap kedua penentuan fokus dan solusi permasalahan, tahap ketiga penerapan pengabdian dan tahap terakhir adalah pendampingan kegiatan. Berdasarkan observasi awal bahwa pada masa pandemi ini beberapa masyarakat Desa bencah sulit mendapatkan pekerjaan. Berdasarkan wawancara dan survey awal juga, beberapa dari masyarakat menginginkan beternak ayam untuk mengatasi kondisi sulit ini, namun mereka kesulitan menetaskan telur karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga tingkat keberhasilan penetasn relatif sangat rendah. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan bantuan dua unit mesin tetas telur kepada dua kelompok mitra di desa Bencah sekaligus penyuluhan bagaimana sistem penggunaan mesin. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, selain pemanfaatan mesin tetas telur, kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pendampingan kepada masyarakat bagaimana cara pembiakan ayam.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK Muhammad Nurdiansyah; saparin; Yudi Setiawan; Eka Sari Wijianti
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 4 No. 2 (2023): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8048925

Abstract

This research is about designing an organic waste-shredder machine. The aims are to calculate the production capacity and efficiency of the machine. Machine dimensions are: length, width, and height are 1035 mm, 320 mm, and 955 mm respectively. There are three types of blades; chopping blades, fixed blades, and pulling blades. There are four blades for the chopper, with dimensions of 240 mm in length, 50 mm in width, and 50 mm in thickness. The distance of the shredder blade to the fixed blade is 2 mm. The angle of the shredder blade is 20 degrees. The internal combustion engine with a power of 7 PK is used to drive the shaft. The criterion for successful enumeration was the maximum size of 4 cm. The machine capable of chopping using twigs of ketapang is 103.29 kg/hour and the coconut midrib is 282.96 kg/hour. Machine production efficiency using twigs of ketapang is 88.83% and coconut midrib is 76.4%.