Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Ketidakseimbangan Beban Pada Transformator Distribusi di PT. PLN (Persero) Ulp Bangli Yasa, I Wayan Sugara; Wirajaya, Agung; Adrama, I Nyoman
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Electrical and System Control Engineering
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jesce.v8i1.11992

Abstract

This research basically started from a gradual power outage carried out by PLN. From this power outage, it is very troubling for the community, both industry and household customers. Load imbalances on electric power distribution transformers always occur and these imbalances occur due to unequal use of electrical energy. As a result of the imbalance of the load, current flows in the neutral transformer. The current flowing in the neutral conductor of this transformer causes losses, namely losses due to neutral current in the neutral conductor of the transformer. The losses contained in the transformer are power loss, core loss and copper loss. In analyzing problems using mathematical models include equations of transformer load imbalance, power losses and efficiency. After analysis, it shows that the transformer is in an unbalanced state where if there is a large load imbalance, the neutral current that appears is also large. The efficiency of the transformer will be even greater if the difference between the inlet and outlet power is small. The power loss occurred 1.98533 kW and the efficiency was 97.06%.
DESAIN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ATAP ON GRID SYSTEM PADA PT. BALIFOAM NUSA MEGAH BALI Sukadana, I Wayan; Ade Pujana, I Gusti Ngurah; Yasa, I Wayan Sugara; Asna, I Made
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v6i2.18489

Abstract

Indonesia menetapkan bauran EBT setidaknya 23% ditahun 2025 dan 31% ditahun 2050 melalui PERPRES No. 79/2014. PEMPROV Bali menerbitkan PERGUB No. 45/2019 untuk meningkatkan penggunaan EBT dengan menetapkan bangunan dengan luas lantai lebih dari 500m2 harus menyediakan setidaknya 25% luas atap untuk Panel Surya. Gedung B PT. Balifoam Nusa Megah memiliki luas atap 1.572 m2. Dilakukan perancangan PLTS Atap On-Grid dengan 3 skenario. Skenario-1 dengan kapasitas 10-15% daya tersambung PLN, Skenario-2 berdasarkan beban puncak, Skenario-3 dengan kapasitas 100% daya tersambung PLN. Seluruh skenario dianalisis dari segi tekno-ekonomi untuk diperoleh skenario yang paling layak dan efisien. Melalui simulasi software PVSyst diperoleh bahwa Skenario-2 memiliki potensi yang paling baik. Kapasitas Skenario-2 ditentukan berdasarkan beban puncak yaitu 45,78 kWp dan mengacu PERMEN ESDM No. 49/2018. Penggunaan energi sebelum terpasang PLTS Atap periode 1 tahun 182.041,47 kWh, dengan Skenario-2 menjadi 123.398,01 kWh dan total energi yang diekspor 22.522,54 kWh. Tagihan listrik periode 1 tahun sebelum terpasang PLTS Atap Rp.262.995.316, dengan Skenario-2 penghematan pada tahun pertama Rp.105.872.112 dan investasi yang dibutuhkan Rp.757.721.000. Keuntungan yang diperoleh dengan Skenario-2 paling tinggi dibandingkan skenario lainnya yaitu Rp.1.322.889.547. Melalui metode NPV, PI, dan DPP untuk Skenario-2 layak dijalankan dengan keuntungan 175% dan waktu pengembalian biaya investasi pada tahun ke-9.
New Renewable Energy for Bali Tourist Destination: Potential and Challenges Yasa, I Wayan Sugara; Suriana, I Wayan; Sukadana, I Wayan
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v5i2.367

Abstract

Purpose: This research aims to explore potential and challenges of new renewable energy in Bali, which is a popular international tourist destination. Research methods: The research is based on several existing sources, both from daily news and existing articles regarding several renewable energy potentials in Bali. Almost all of the data is secondary data obtained from various agencies in Bali. The data are analyzed using qualitative analysis technique. Results and discussion: Economic growth and the very rapid number of tourist visits to Bali are driving problems in the energy sector. The potential for developing new renewable energy in Bali is very large, such as sunlight, wind and geothermal resources. In this case there are several challenges such as limited land, electricity grid integration, technology and costs, permits and regulations, public awareness, and the influence of weather. Implications: Collaboration between government, private sector, and society is needed to find the right solution. There is a need for a comprehensive action plan and appropriate policy support to accelerate the transition to renewable energy in Bali as an international tourist destination.
MONITORING KEBOCORAN AIR MENGGUNAKAN MIKROKONTROL ARDUINO UNO BERBASIS APLIKASI MOBILE Yasa, I Wayan Sugara; I Wayan Suriana; I Wayan Sukadana
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 7 No. 2 (2024): JIRE NOPEMBER 2024
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v7i2.1179

Abstract

Kurang baiknya sistem monitoring instalasi air bersih selama ini dimana tidak bisa mendeteksi terjadinya kebocoran pada pipa saluran air. Banyak kerugian yaitu volume air terbuang yang merupakan selisih antara volume air terbuang sebelum dan sesudah penerapan sistem. Misalnya, jika sebelumnya terjadi kebocoran sebesar 100 liter per bulan dan setelah penerapan sistem menjadi 20 liter per bulan, maka pengurangan volume air terbuang adalah 80 liter per bulan, dan untuk  biaya air terbuang yaitu biaya air yang terbuang akibat kebocoran. Misalnya, jika harga air adalah Rp 10.000 per meter kubik, dan ada kebocoran 100 liter (0,1 meter kubik) per bulan, maka biaya yang terbuang adalah Rp 1.000 per bulan. Untuk mengurangi kerugian tersebut penulis membuat rancang bangun alat monitoring kebocoran menggunakan mikrokontrol Arduino Uno  berbasis aplikasi mobile. Untuk mendeteksi terjadinya kebocoran, alat ini memanfaatkan data debit air dari sensor flowmeter dan Arduino Uno sebagai mikrokontrol, sedangkan untuk pengiriman data sensor ke aplikasi mobile (Blynk) menggunakan modem dan router dengan ethernet shield sebagai fungsi LAN pada Arduino mega 2560. Hasil pengujian menunjukan bahwa alat ini dapat mendeteksi terjadinya kebocoran dengan laju debit air -> 0,1 L/m pada saat kondisi keran pada posisi OFF.
MENGATASI TRANSFORMATOR OVERLOAD DENGAN METODE UPRATING TRANSFORMATOR PADA GARDU DISTRIBUSI Yasa, I Wayan Sugara
Jurnal Kajian Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2023): JKTE VOL 8 NO 2 (SEPTEMBER 2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkte.v8i2.6745

Abstract

Di PT. PLN (Persero) ULP Karang terdapat gardu distribusi yang mengalami masalah beban lebih (overload). Beban lebih (overload) merupakan suatu gangguan yang biasa terjadi pada transformator distribusi, namun jika dalam keadaan tersebut dibiarkan maka akan dapat berdampak dengan rusaknya peralatan listrik apabila ada arus yang mengalir. Terdapat beberapa solusi penanganan transformator apabila mengalami keadaan beban lebih (overload), yang dimana adalah sebagai berikut : Rekonfigurasi Jaringan,Pemasangan Gardu Sisip,Uprating Tranformator. Kondisi Pembebanan Transformator Sebelum Uprating sebesar 288, 67 A, Perhitungan Persentase Pembebanan Sebesar, 95%. Kondisi Pembebanan Transformator Sesudah Uprating sebesar 360,8 A. Perhitungan persentase pembebanan setelah oprating sebesar 73%. hasil analisis beserta perhitungan yang didapatkan setelah menggunakan metode ini, presentase pembebanan transformator berkurang hingga 73% dengan penambahan daya ke transformator sebesar 250 kVA. Presentase pembebanan ini berkurang dari persentase sebelumnya dengan pembebanan sebesar 95,05% dari kapasitas transformator 200 kVA. Cara penanggulan apabila terjadinya transformator yang overload salah satu metodenya yaitu uprating transformator dimana metode ini merupakan salah satu metode yang dapat digunakan khususnya pada gardu KRGK 0136 dikarenakan metode ini merupakan suatu metode penambahan daya transformator yang lebih besar dari daya sebelumnya sehingga tidak perlu membutuhkan lahan yang luas bahkan material tambahan lainnya, selain itu metode ini merupakan suatu metode yang paling efisien serta ekonomis.Kata kunci, overload, metode operating system.
PENGEMBANGAN SISTEM QUEUING CONVEYOR BAGASI BERBASIS ARDUINO UNO DI BANDARA NGURAH RAI BALI yasa, I Wayan sugara; , Inggih Nugroho; I Wayan Dikse Pancane
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 8 No. 1 (2025): JIRE APRIL 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v8i1.1558

Abstract

 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang dikelola oleh PT Angkasa  Pura I, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang domestik pada periode Januari-Agustus 2023, mencapai 3,24 juta orang, atau naik 27% dibandingkan tahun  sebelumnya. Saat ini, conveyor keberangkatan domestik di bandara tersebut, yang telah digunakan sejak 1999, belum dilengkapi sistem antrian otomatis    sebelum pemeriksaan X-ray. Kondisi ini menyebabkan penumpukan bagasi yang menghambat proses pemeriksaan keamanan, meningkatkan risiko kerusakan bagasi, dan memperlambat distribusi. Untuk mengatasi masalah ini, dirancang Prototype Sistem Antrian pada Baggage Conveyor Berbasis Arduino Uno. Sistem ini menggunakan Arduino Uno sebagai pengendali utama dengan masukan dari sensor fotodioda proximity inframerah untuk mendeteksi bagasi, motor DC untuk menggerakkan belt conveyor, serta sensor ultrasonik dan LED untuk memberikan tanda bahwa sistem sedang beroperasi.Penerapan sistem ini memberikan berbagai keuntungan, seperti meningkatkan efektivitas proses pengecekan bagasi menggunakan mesin X-ray, dengan waktu pengerjaan enam conveyor yang lebih cepat hingga 73,17 detik. Sistem ini juga membantu menata bagasi dengan rapi, mengurangi biaya perawatan conveyor, serta mengefisienkan jumlah petugas keamanan yang diperlukan untuk mengoperasikan mesin X-ray. Dengan sistem antrian otomatis ini, kelancaran operasional bandara dan pelayanan prima kepada pengguna jasa dapat tercapai dan Output bagasi pada conveyor dapat lebih teratur dibandingkan tanpa system.
RANCANG BANGUN ALAT OTOMATISASI SISTEM CONTROL SHUTDOWN DIESEL START PLTG PESANGGARAN BALI Yasa, I Wayan Sugara
Jurnal Kajian Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2025): JKTE VOL 10 NO 1 (MARET 2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkte.v10i1.6744

Abstract

Salah satu pembangkit yang terdapat di PT Indonesia          .  Power Bali Power Generation Unit yaitu PLTG 4 Pesanggaran, pada sistem start PLTG 4 Pesanggaran menggunakan mesin diesel yang digunakan untuk start awal  turbin berputar, dalam pemanfaatan otomatisasi ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan, keamanan pekerja, pembangkit, dan kehandalan system pembangkit listrik di Jawa – Bali.Sebuah rancang bangun alat otomatisasi shutdown diesel start pada PLTG 4 Pesanggaran, dengan menggunakan sensor tachometer, relay, motor servo, dan arduino nano sebagai mikrokontroller. Cara kerja alat ini yaitu saat operator control room mengaktifkan squence start PLTG maka secara otomatis diesel start engine akan running dan idle selama 5 menit, pada putaran 2250 rpm sensor tachometer akan mendeteksi sinyal yang akan diproses oleh mikrokontroller, kemudian mikrokontroller akan memberikan sinyal untuk mengaktifkan motor servo menggerakan coupling antara poros diesel engine dan poros turbin. Untuk mencegah terjadinya kegagalan start dan rusaknya diesel engine akibat terbawa oleh putaran turbin sebesar 3580 rpm,  diperlukan sistem otomatis untuk stop diesel engine dan lepasnya coupling poros diesel dan turbin, yang bertujuan untuk keandalan unit dan mencegah kegagalan start unit.Kata kunci: Energi Listrik, PLTG, Arduino Nano
Pelatihan Peningkatan Literasi Keuangan Digital Masyarakat melalui Sosialisasi dan Survei Partisipatif di Kelurahan Kesiman, Denpasar, Bali Suidarma, I Made; Yasa, I Wayan Sugara; Lestari, Putu Nina Eka; Nuraga, I Ketut
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1905

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan digital menjadi salah satu tantangan utama dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi di sektor keuangan. Masyarakat yang belum terbiasa dengan pemanfaatan layanan keuangan digital berisiko mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan secara efektif, serta rentan terhadap berbagai bentuk penipuan online. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Kesiman, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai literasi keuangan digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi seminar dan pelatihan interaktif yang mencakup sesi diskusi panel antara narasumber dan peserta. Materi yang disampaikan merujuk pada kerangka kerja perlindungan konsumen dari Bank Indonesia, yaitu “PeKA (Peduli, Kenali, Adukan)”. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep dan praktik literasi keuangan digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif dalam sosialisasi dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literasi keuangan digital masyarakat, terutama di wilayah yang masih terbatas aksesnya terhadap teknologi keuangan.
ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK SISTEM BALI 2013-2017 DENGAN APLIKASI SIMPLE E Pancane, I Wayan Dikse; Suriana, I Wayan; Yasa, I Wayan Sugara
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electric energy cannot be kept in big scale hence this energy must always available at the time of required. As a result arises problem in facing requirement of erratic electricity from time to time, how operating an electric power system the always can fulfill request of energy power in each the time, with good grade. If energy power sent from generator far bigger than requests of energy power at payload, hence will arise problem of dissipation of energy at electrical company. While if energy power awakened sent and to be lower or doesn't fulfill requirement of consumer payload hence there will be local extinction at payload, as a result harms the side of consumer. Therefore is required adaptation between evocations with energy power request. Conditio sine qua non that is firstly must be conducted for reachs the purpose is the side of electrical company knows payload or request of electricity is future. In consequence short term payload forecast, middle and length is important task in planning and operation of power system. Intention of the research is to forecasting of payload system Bali in 5 next year causing is got requirement forecast number of electric power appropriate, with method that is simple.
Analisis Gangguan Static Frequency Converter (SFC) PLTG Gilimanuk Saputra, Reza Adisetia; yasa, I Wayan Sugara; Adrama, I Nyoman Gede
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The electricity system in Bali is supported by several generators, including PLTD / G Pesanggaran, PLTG Gilimanuk, PLTG Pemaron, Sea Cables and IPP Generators in meeting electricity needs in Bali, which can supply electricity needs at the greatest peak load of 940 MW. Along with the increasing various types of electricity consumers in Bali, the performance of each operation is demanded to be in prime condition.However, it does not rule out the disturbance will occur over time, among others, at the Gilimanuk PLTG, an SFC interruption with Card Processor Error Indication and, the Gilimanuk PLTG unit failed to start with an indication on the HMI SSD N. Alarm caused by damage to the 24VDC "traco power switching supply module". PLTG Gilimanuk Simple Cycle ABB 13E2 uses Static Frequency Converter (SFC) as the initial mover by turning the generator into a motor to rotate the turbine to 85% speed. With a disturbance in the processor module it resulted in a failure to start the GT Gilimanuk. Root Cause Analysis tool which is quite easy to do to help find the root of the problem or cause and effect in dealing with future problems. One way to do this is by using the FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) tool, Fish Bone Analysis and Fault Tree Analysis.