Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA I Wayan Antara Yasa .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah, meningkatkan prestasi belajar fisika siswa serta mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model project based learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner (angket) dan tes, serta dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model project based learning dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa dan prestasi belajar fisika siswa. Hasil penelitian terhadap sikap ilmiah siswa pada Siklus I sebesar 113,50 dan pada Siklus II sebesar 110,00, kedua siklus dikategorikan dengan kategori tinggi. Dalam hal prestasi belajar, terjadi peningkatan nilai rata-rata dan nilai ketuntasan belajar fisika siswa yaitu dari 80,84 dengan persentase ketuntasan belajar 81,25% pada siklus I menjadi 82,88 dengan persentase ketuntasan belajar 87,50% pada siklus II. Berdasarkan hasil kuisioner terkait tanggapan siswa terhadap penerapan model project based learning pada pembelajaran fisika diperoleh skor rata-rata tanggapan siswa sebesar 56,75 dengan kategori positif.Kata Kunci : sikap ilmiah, prestasi belajar, project based learning This research aimed at increasing scientific attitude, increasing students’ physics learning achievement, and describing the response of the students on the implementation of project based learning model. The subject of this study was the eleventh grade students of science class 2 at SMA Negeri 1 Sukasada. This research used classroom action research design. The data were collected by using questionnaires and tests and analyzed by using descriptive analysis. The result of this research shows that the implementation of project based learning model increase the students’ scientific attitude and physics learning achievement. The students’ scientific attitude in cycle I is 113.50 and in cycle II is 110.00, and both scores are categorized as “high” categories. In the terms of students’ learning achievement, there are increasing in the students’ average score and physics’ passing grade score from 80.84 in cycle I with the percentage of passing grade score 81,25% to become 82,88 in cycle II with the percentage of passing grade 87,50%. Based on the result of questionnaire about students’ response on the implementation of project based learning model in physics course, it is obtained that the average score of student’s response is positive with positive category.keyword : learning activity, learning outcomes, project based learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PERUBAHAN KONSEPTUAL BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA (FISIKA) SISWA KELAS VIII SMP N Ni Putu Ary Prasetya Dewi .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .; Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3661

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual berbantuan peta konsep (MPPKBPK), siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual (MPPK), dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (MPL). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 3 Abiansemal Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 16 kelas. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumah 3 kelas. Data pemahaman konsep awal (pre-test) dan pemahaman konsep (post-test) dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan 20 butir tes pemahaman konsep dengan reliabilitas tes 0.933. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, ANAKOVA, dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan MPPKBPK, MPPK, dan MPL (F =10,616; p
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PETA KONSEP SISWA TERHADAP REMEDIASI MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA I Kadek Sukarsa .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3930

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan remediasi miskonsepsi antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran peta konsep dan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi versi faktorial 1×1 pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih berdasarkan teknik simple random sampling. Data miskonsepsi dikumpulkan dengan 15 butir tes miskonsepsi. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik ANACOVA faktorial 1×1 dengan skor-skor prates sebagai kovariat. Sebagai tindak lanjut ANACOVA, digunakan least significant difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan skor rata-rata remediasi miskonsepsi tiap kelompok perlakuan. Teknik analisis menggunakan program SPSS-PC 20.0 for Windows. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang remediasi miskonsepsi yang signifikan antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran peta konsep dan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional (F = 102,459; p
HUBUNGAN ANTARA SIKAP, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X Kadek Novianingsih .; Drs. I Nyoman Putu Suwindra, M.Kom. .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan hubungan sikap dengan prestasi belajar, 2) mendeskripsikan hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar, 3) mendeskripsikan hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar, 4) mendeskripsikan hubungansikap dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar, 5) mendeskripsikan hubungan sikap dan konsep diri dengan prestasi belajar, 6) mendeskripsikan hubungan kecerdasan emosional dan konsep diri dengan prestasi belajar, dan 7) mendeskripsikan hubugan antara sikap, kecerdasan emosional, dan konsep diri dengan prestasi belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi ex-post facto. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas X SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja adalah 165 siswa. Sampel diambil dengan teknik proporsional random sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 116 siswa. Hasil penelitian menunjukan 1) terdapat hubungan antara sikap dengan prestasi belajar (F=10,927, p
ANALISIS KUALITATIF KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMAN 1 SINGARAJA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Ni Kadek Fitria .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis siswa yang ditinjau dari indikator mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan melakukan evaluasi, dan 2) mendeskripsikan upaya dan hambatan guru dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa responden dari kelas X MIPA 3 SMAN 1 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 dan guru fisika. Data pada penelitian ini berupa hasil tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, observasi, dan dokumen terkait kemampuan berpikir kritis. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti dan dibantu dengan instrumen tes untuk mengkategorikan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian sebagai berikut. 1) Profil kemampuan berpikir kritis siswa tidak merata, dimana kemampuan mengidentifikasi masalah berkategori rendah, kemampuan merumuskan hipotesis, menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan melakukan evaluasi berkategori sedang. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa adalah diri siswa itu sendiri, pengetahuan dan pengalaman awal siswa, minat siswa terhadap pelajaran, sumber belajar, dan guru fisika. 3) Guru melakukan berbagai upaya dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswanya, baik dengan menggunakan model pembelajaran inovatif, media, assessment/evaluasi, dan perhatian terhadap siswa. 4) Guru mengalami hambatan berupa kurang responsifnya siswa saat pembelajaran, minat siswa terhadap materi pelajaran yang berbeda-beda, dan jam pelajaran yang terbatas.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, pembelajaran fisika This study aimed at 1) describing the profile of critical thinking skills of students in indicators to identify problems, formulate hypotheses, analyze problems, drawing conclusions, evaluation, and 2) describing the efforts and obtacles of teachers in optimizing students' critical thinking skills in learning physics. The design of this study is a qualitative research. The subjects were students of class X MIPA 3 SMAN 1 Singaraja school year 2014/2015 and physics teacher. The data in this study were obtained by tes results, interviews, observations, and documents related to critical thinking skills. Instruments in this study are researchers and test to categorize the students' critical thinking skills. The results of the study as follow 1) Profile of students' critical thinking skills is uneven, where the ability to identify problems has low category, the ability to formulate hypotheses, analyze problems, drawing conclusions, evaluation has medium category. 2) Factors that influence students' critical thinking skills is the student’s own self, prior knowledge and experience of the students, students' interest towards learning, learning resources, and physics teacher. 3) Teachers make efforts to optimize students' critical thinking skills, either by using innovative learning model, media, assessment/evaluation, and attention to the students. 4) Teachers have obstacles such as lack of responsiveness of the students when learning, student interest in the subject matter is different, and limited time of lessons.keyword : critical thinkng ability, physics learning
Evaluasi Pembelajaran Guru Fisika SMA Laboratorium Undiksha: Peluang menimbulkan Motivasi Berprestasi, Kecemasan, dan Prestasi Akademik Dewa Ayu Restiti Dewi .; Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si .; Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5639

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) strategi pembelajaran guru fisika, 2) dampak strategi pembelajaran terhadap motivasi berprestasi, 3) dampak strategi pembelajaran terhadap kecemasan akademik, dan 4) dampak strategi pembelajaran terhadap prestasi akademik. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif yang menggunakan model CIPP. Subyek penelian adalah 2 orang guru fisika dan masing-masing satu kelas yang diampu. Evaluasi strategi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan APKG I dan II, motivasi berprestasi dan kecemasan akademik dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan prestasi akademik menggunakan tes prestasi pilihan ganda diperluas. Analisis data hasil evaluasi dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi persiapan guru adalah “sangat baik” dan pelaksanaan guru adalah “baik” dan memenuhi 7 standar pendidikan. Persentase jumlah siswa kelas X yang memiliki motivasi berprestasi dengan kualifikasi sangat tinggi adalah 11,1%, tinggi 63,0%, dan sedang 25,9%, sedangkan pada kelas XI yang memiliki kualifikasi sangat tinggi adalah 5,6%, tinggi 47,4%, dan sedang 47,4%. Persentase jumlah siswa kelas X yang memiliki kecemasan akademik dengan kualifikasi tinggi adalah 59,3%, sedang 37,0%, dan rendah 3,7%, sedangkan siswa kelas XI yang memiliki kualifikasi tinggi adalah 10,5%, sedang 47,4%, dan rendah 42,1%. Persentase jumlah siswa kelas X yang memiliki prestasi akademik dengan kualifikasi tinggi adalah 25,9%, sedang 55,6%, dan rendah 1,8%, sedangkan siswa kelas XI yang memiliki kualifikasi tinggi adalah 36,8% dan sedang 63,2%. Berdasarkan data tersebut, kualitas “sangat baik” pada perencanaan dan “baik” pada pelaksanaan strategi pembelajaran yang diciptakan guru memiliki dampak yang koheren terhadap motivasi berprestasi, kecemasan, dan prestasi akademik siswa.Kata Kunci : CIPP, Motivasi Berprestasi, Kecemasan, Prestasi This study aimed at describing 1) the physics teacher learning strategy, 2) the learning impact on achievement motivation, 3) the learning impact on academic anxiety, 4) the the learning impact outcomes to the academic achievement. This study was an evaluative study by using CIPP model. Subjects of the study were 2 physics teachers in two classes. Evaluation of learning strategy done by using APKG I and II, achievement motivation and academic anxiety collected by using questionnaires, while academic achievement was collected by using expanded multiple-choice achievement tests, were analyzed quantitative descriftively. The results show that the preparation and implementation of teacher qualification are "good" and have fulfilled 7 educational standards. The percentage of grade X who have the achievement motivation with qualifications “very high” is 11.1%, “high” is 63.0%, and “moderate” is 25.9%, while at class XI who have qualifications “very high” is 5.6%, “high” is 47.4% , and “moderate” is 47.4%. The percentage of grade X who have anxiety academic qualification “high” is 59.3%, “moderate” is 37.0%, and “low” is 3.7%, while at class XI students who have qualifications “high” is 10.5%, “moderate” is 47.4% , and “low” is 42.1%. The percentage of grade X students who have academic achievement with qualification “high” is 25.9%, “moderate” is 55.6%, and “low” is 1.8%, while at class XI students who have qualifications “high” is 36.8% and “moderate” is 63.2%. Based on data, quality of learning strategies created by the teacher has a coherent impact on achievement motivation, anxiety, and student achievement.keyword : CIPP, Achievement Motivation, Anxiety, Achievement