Prestasi belajar IPS peserta didik sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek kognitif dan afektif. Salah satu pendekatan untuk memahami keberagaman potensi peserta didik adalah melalui teori kecerdasan majemuk yang dikombinasikan dengan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan majemuk dan motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS siswa kelas V di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan ex post facto. Sampel ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi angket kecerdasan majemuk, angket motivasi belajar, dan dokumentasi nilai prestasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan mencakup statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kecerdasan majemuk siswa berada dalam kategori sedang dengan rata-rata 80,12%; (2) motivasi belajar siswa juga berada pada kategori sedang dengan rata-rata 71,72%; (3) prestasi belajar IPS siswa sebagian besar berada pada kategori sangat baik sebesar 46%. Analisis inferensial menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara kecerdasan majemuk dan motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS (koefisien korelasi antara 0,800–1,000), dengan kontribusi sebesar 78,5% terhadap variasi prestasi belajar. Hasil ini mengindikasikan bahwa kecerdasan majemuk dan motivasi belajar secara signifikan memengaruhi prestasi belajar IPS pada siswa kelas V di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Academic achievement in social studies (IPS) among elementary school students is influenced by both cognitive and affective factors. One theoretical lens that highlights individual differences in student potential is multiple intelligences, particularly when paired with learning motivation. This study aims to examine the relationship between multiple intelligences and learning motivation with social studies achievement among fifth-grade students in Lau Subdistrict, Maros Regency. This research employed a quantitative descriptive design with an ex post facto approach. The sample was selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through multiple intelligences and motivation questionnaires, as well as documentation of academic achievement. Data analysis included descriptive statistics and inferential statistics to assess the relationships among variables. The findings reveal that: (1) students’ multiple intelligences fall within the moderate category, with an average score of 80.12%; (2) learning motivation is also in the moderate category, averaging 71.72%; and (3) 46% of students demonstrated very good achievement in social studies. Inferential analysis indicates a strong relationship between multiple intelligences and learning motivation with academic achievement, with a correlation coefficient ranging from 0.800 to 1.000. The coefficient of determination (r² = 0.785) suggests that 78.5% of the variation in social studies achievement can be explained by the two predictor variables. These findings confirm a significant influence of multiple intelligences and learning motivation on students’ academic performance in social studies.