Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Transaksi Non Tunai terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Agusniati, Agusniati; Junaidi, Agus
KINERJA Vol 22 No 1 (2025): Februari
Publisher : FEB Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkin.v22i1.15410

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mengetahui Pengaruh Penggunaan Transaksi Non Tunai Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah data primer yang bersifat kuesiner, menggunakan pendekatan Kuantitatif yang bertujuan memberikan gambaran secara umum dengan pembahasan yang diteliti menggunakan angka kemudian dianalisa serta dipresentasikan dalam bentuk uraian dengan menggunakan metode analisis regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-money dan E-wallet secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi mahasiswa FEB Universitas Mulawarman. Secara parsial variabel E-money dan E-wallet berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi mahasiswa FEB Universitas Mulawarman
Pengaruh mobilitas ojek online terhadap eksistensi ojek konvensional di kota Samarinda Roy, Juliansyah; Yani, Yuli; Supiasty, Agustria; Agusniati, Agusniati; Berlianti, Antung; Wulandari, Isna
ABDIMU Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdimu.v2i1.13522

Abstract

Ojek merupakan alat transportasi yang dapat ditemui di berbagai wilayah di Indonesia. Semakin berkembangnya zaman, teknologi terus mengalami peningkatan dan merasuk ke setiap bidang, termasuk transportasi. Sekarang ini, jasa transportasi sudah bertransformasi menjadi lebih canggih, pemesanan jasanya dapat hanya dilakukan melalui gadget, atau jasa ini disebut sebagai ojek online. Dengan banyaknya manfaat yang diciptakan di ojek online, sehingga dari sini terciptalah persaingan antar ojek online dengan ojek konvensional. Pengurangan pendapatan oleh ojek konvensional menjadi masalah utama persaingan itu.Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian kasus ini dilakukan dengan cara mewawancarai beberapa orang yang berprofesi sebagai ojek online dan konvensional serta masyarakat yang menggunakan jasa transportasi tersebut.Eksistensi ojek konvensional terancam. Faktor lain yang menjadi penyebab pudarnya eksistensi ialah, dari segi harga, fasilitas yang memadai, kemudahan, dan jaminan yang ditawarkan baik bagi penumpang maupun pengendara ojek online, serta gengsi masyarakat untuk menggunakan ojek konvensional. Upaya saat ini yang dilakukan hanyalah ojek online tidak boleh mangkal di halte-halte. Para pengendara ojek konvensional berharap adanya kebijakan dari pemerintah melalui Dinas Perhubungan memberikan kebijakan pembatasan terhadap ojek online agar tidak memonopoli bidang jasa
Optimalisasi Peran Guru Penggerak Sebagai Fasilitator Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Taraf Pendidikan Sekolah Dasar Linawati, Linawati; Yunus, Muhammad; Agusniati, Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6186

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan transformatif dalam sistem pendidikan Indonesia yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa, diferensiasi, serta penguatan karakter dan kompetensi. Dalam kerangka tersebut, guru penggerak diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memfasilitasi transformasi pembelajaran di satuan pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru penggerak sebagai fasilitator dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian mencakup tiga sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memainkan peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang mandiri, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Mereka juga memfasilitasi inovasi pembelajaran dan mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sekolah. Namun, tantangan seperti keterbatasan sarana, resistensi dari rekan sejawat, serta beban administratif yang tinggi masih menjadi kendala utama. Meskipun demikian, dampak positif terlihat dalam peningkatan kualitas interaksi pembelajaran, kompetensi pedagogik guru, dan budaya belajar yang adaptif. Oleh karena itu, dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan pemerataan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan peran strategis guru penggerak dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. The Merdeka Curriculum is a transformative policy within the Indonesian education system, emphasizing student-centered learning, differentiation, and the development of character and competencies. Within this framework, guru penggerak (teacher leaders) are expected to serve as change agents who facilitate the implementation of innovative and meaningful learning processes, particularly at the elementary school level. This study aims to analyze the role of guru penggerak as learning facilitators in the implementation of the Merdeka Curriculum, with particular focus on the challenges faced and its impact on learning quality. The research used a qualitative approach with a case study design, involving three elementary schools in the Rappocini District, Makassar City. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and analyzed thematically. The findings indicate that guru penggerak play a crucial role in promoting independent and collaborative learning, as well as encouraging stakeholder engagement. They also facilitate pedagogical innovation and contribute to a student-focused learning environment. However, key challenges include limited resources, internal resistance from peers, and high administrative workloads. Despite these obstacles, the impact on student engagement, teacher pedagogical competence, and adaptive learning culture is evidently positive. The study concludes that policy support, ongoing professional development, and equitable infrastructure are essential to optimize the strategic role of guru penggerak in implementing the Merdeka Curriculum effectively.
Pengaruh Kecerdasan Majemuk Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ips Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Di Kecamatan Lau Kabupaten Maros Muhklis, Muhklis; Bakri, Muhammad; Agusniati, Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6187

Abstract

Prestasi belajar IPS peserta didik sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek kognitif dan afektif. Salah satu pendekatan untuk memahami keberagaman potensi peserta didik adalah melalui teori kecerdasan majemuk yang dikombinasikan dengan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan majemuk dan motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS siswa kelas V di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan ex post facto. Sampel ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi angket kecerdasan majemuk, angket motivasi belajar, dan dokumentasi nilai prestasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan mencakup statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kecerdasan majemuk siswa berada dalam kategori sedang dengan rata-rata 80,12%; (2) motivasi belajar siswa juga berada pada kategori sedang dengan rata-rata 71,72%; (3) prestasi belajar IPS siswa sebagian besar berada pada kategori sangat baik sebesar 46%. Analisis inferensial menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara kecerdasan majemuk dan motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS (koefisien korelasi antara 0,800–1,000), dengan kontribusi sebesar 78,5% terhadap variasi prestasi belajar. Hasil ini mengindikasikan bahwa kecerdasan majemuk dan motivasi belajar secara signifikan memengaruhi prestasi belajar IPS pada siswa kelas V di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Academic achievement in social studies (IPS) among elementary school students is influenced by both cognitive and affective factors. One theoretical lens that highlights individual differences in student potential is multiple intelligences, particularly when paired with learning motivation. This study aims to examine the relationship between multiple intelligences and learning motivation with social studies achievement among fifth-grade students in Lau Subdistrict, Maros Regency. This research employed a quantitative descriptive design with an ex post facto approach. The sample was selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through multiple intelligences and motivation questionnaires, as well as documentation of academic achievement. Data analysis included descriptive statistics and inferential statistics to assess the relationships among variables. The findings reveal that: (1) students’ multiple intelligences fall within the moderate category, with an average score of 80.12%; (2) learning motivation is also in the moderate category, averaging 71.72%; and (3) 46% of students demonstrated very good achievement in social studies. Inferential analysis indicates a strong relationship between multiple intelligences and learning motivation with academic achievement, with a correlation coefficient ranging from 0.800 to 1.000. The coefficient of determination (r² = 0.785) suggests that 78.5% of the variation in social studies achievement can be explained by the two predictor variables. These findings confirm a significant influence of multiple intelligences and learning motivation on students’ academic performance in social studies.