Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dynamics of Shrinking Religious Freedom in Post-Reformasi in Indonesia Hurriyah Hurriyah
Journal of Southeast Asian Human Rights Vol 4 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jseahr.v4i2.19546

Abstract

Much of the studies on religious freedom in Indonesia have established a striking disconnection between constitutional protections and the actual implementation of religious freedom, underlining the state’s failure as a protector of human rights. Yet, the emphasis on human rights has overlooked why the levels of governmental restrictions are substantially increased in democratized Indonesia, creating a trend of shrinking religious freedom. Using the perspective of civic space, this study analyses the dynamics of such a trend and the involvement of the state as a primary determinant. To demonstrate how and in what way the state engages in creating shrinking religious freedom, this study uses a combination of literature reviews and inspection on past measurements on the religious freedom situation in Indonesia. This study argues that rather than ideological factors, the dynamics of shrinking religious freedom is more related to the unrelenting endeavors from state-actors and agencies to control religion for the purpose of political motives and consideration due to the changing political landscape in a democratized Indonesia.
Fragmentasi Otoritas Keagamaan di Ruang Digital Sidik Permana; Hurriyah Hurriyah
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i5.2726

Abstract

Era digital telah mentransformasikan pola komunikasi dan praktik keberagamaan masyarakat Indonesia melalui perkembangan internet dan media sosial. Perubahan tersebut turut memunculkan fragmentasi otoritas keagamaan yang ditandai dengan munculnya pendakwah digital dan influencer agama sebagai sumber legitimasi baru di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital dengan polarisasi politik berbasis agama di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Literature Review (CLR) melalui pengumpulan data dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, laporan resmi, serta sumber akademik relevan yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan sumber kredibel lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara mediatisasi, algoritma media sosial, fragmentasi otoritas, dan polarisasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan logika algoritma memperkuat distribusi otoritas keagamaan di luar institusi formal sehingga menciptakan kompetisi legitimasi antaraktor agama. Selain itu, algoritma media sosial turut memperkuat echo chamber, intensitas emosional, serta polarisasi politik berbasis identitas agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital berkontribusi terhadap meningkatnya polarisasi sosial-politik masyarakat sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan moderasi konten keagamaan di media sosial.