Hurriyah .
Department Of Political Science, University Of Indonesia, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dynamics of Shrinking Religious Freedom in Post-Reformasi in Indonesia Hurriyah Hurriyah
Journal of Southeast Asian Human Rights Vol 4 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jseahr.v4i2.19546

Abstract

Much of the studies on religious freedom in Indonesia have established a striking disconnection between constitutional protections and the actual implementation of religious freedom, underlining the state’s failure as a protector of human rights. Yet, the emphasis on human rights has overlooked why the levels of governmental restrictions are substantially increased in democratized Indonesia, creating a trend of shrinking religious freedom. Using the perspective of civic space, this study analyses the dynamics of such a trend and the involvement of the state as a primary determinant. To demonstrate how and in what way the state engages in creating shrinking religious freedom, this study uses a combination of literature reviews and inspection on past measurements on the religious freedom situation in Indonesia. This study argues that rather than ideological factors, the dynamics of shrinking religious freedom is more related to the unrelenting endeavors from state-actors and agencies to control religion for the purpose of political motives and consideration due to the changing political landscape in a democratized Indonesia.
MENDORONG AFIRMASI KETERWAKILAN PEREMPUAN DI LEMBAGA PENYELENGGARA PEMILU: PENGALAMAN ADVOKASI SHE LEADS INDONESIA 2021 Hurriyah; Wildianti, Delia; 'Ulum, Fuadil
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v4i1.585

Abstract

Meskipun isu keterwakilan politik perempuan telah menjadi perhatian para sarjana sejak lama, namun belum banyak kajian akademik mengenai keterwakilan perempuan di lembaga penyelenggara pemilu. Dengan mengambil studi kasus program She Leads Indonesia 2021, studi ini hendak memeriksa bagaimana dampak advokasi dalam mendorong implementasi kebijakan afirmatif pada proses seleksi penyelenggara pemilu nasional di Indonesia, serta menganalisis tantangan implementasi kebijakan afirmasi dalam proses seleksi tersebut. Penelitian ini merupakan riset aksi di mana para peneliti terlibat langsung dalam merancang dan melaksanakan program advokasi She Leads. Data dalam studi ini dikumpulkan melalui studi pustaka, diskusi kelompok, wawancara, observasi lapangan, dan pendampingan kandidat. Temuan studi ini menunjukkan bahwa meskipun program advokasi She Leads berhasil meningkatkan partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam tiap tahapan seleksi, namun tantangan struktural dalam proses seleksi masih menjadi hambatan utama dalam mengimplementasikan kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan di lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia.
MENDORONG AFIRMASI KETERWAKILAN PEREMPUAN DI LEMBAGA PENYELENGGARA PEMILU: PENGALAMAN ADVOKASI SHE LEADS INDONESIA 2021 Hurriyah; Wildianti, Delia; 'Ulum, Fuadil
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v4i1.585

Abstract

Meskipun isu keterwakilan politik perempuan telah menjadi perhatian para sarjana sejak lama, namun belum banyak kajian akademik mengenai keterwakilan perempuan di lembaga penyelenggara pemilu. Dengan mengambil studi kasus program She Leads Indonesia 2021, studi ini hendak memeriksa bagaimana dampak advokasi dalam mendorong implementasi kebijakan afirmatif pada proses seleksi penyelenggara pemilu nasional di Indonesia, serta menganalisis tantangan implementasi kebijakan afirmasi dalam proses seleksi tersebut. Penelitian ini merupakan riset aksi di mana para peneliti terlibat langsung dalam merancang dan melaksanakan program advokasi She Leads. Data dalam studi ini dikumpulkan melalui studi pustaka, diskusi kelompok, wawancara, observasi lapangan, dan pendampingan kandidat. Temuan studi ini menunjukkan bahwa meskipun program advokasi She Leads berhasil meningkatkan partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam tiap tahapan seleksi, namun tantangan struktural dalam proses seleksi masih menjadi hambatan utama dalam mengimplementasikan kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan di lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia.
Fragmentasi Otoritas Keagamaan di Ruang Digital Sidik Permana; Hurriyah Hurriyah
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i5.2726

Abstract

Era digital telah mentransformasikan pola komunikasi dan praktik keberagamaan masyarakat Indonesia melalui perkembangan internet dan media sosial. Perubahan tersebut turut memunculkan fragmentasi otoritas keagamaan yang ditandai dengan munculnya pendakwah digital dan influencer agama sebagai sumber legitimasi baru di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital dengan polarisasi politik berbasis agama di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Literature Review (CLR) melalui pengumpulan data dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, laporan resmi, serta sumber akademik relevan yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan sumber kredibel lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara mediatisasi, algoritma media sosial, fragmentasi otoritas, dan polarisasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan logika algoritma memperkuat distribusi otoritas keagamaan di luar institusi formal sehingga menciptakan kompetisi legitimasi antaraktor agama. Selain itu, algoritma media sosial turut memperkuat echo chamber, intensitas emosional, serta polarisasi politik berbasis identitas agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital berkontribusi terhadap meningkatnya polarisasi sosial-politik masyarakat sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan moderasi konten keagamaan di media sosial.
Analisis Dinamika After New Social Movement Pada Gerakan Indonesia Gelap Muflih Ihsan; Hurriyah
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2702

Abstract

Research on "IndonesiaGelap" as a contemporary social movement in Indonesia through the framework of the after New Social Movement. The research aims to analyze trigger conflicts, digital activism, the construction of collective meaning and identity, as well as the power relations and structural barriers that shape these movements. This study uses a qualitative approach by analyzing digital discourse, social media narratives, online sentiment, and socio-political developments that are the background for the emergence of #IndonesiaGelap hashtags at the beginning of Indonesia's new government period in 2025. The findings of the study show that they arise due to the increasing anxiety of the younger generation about economic uncertainty, declining trust in government institutions, education policy controversies, democratic declines, and perceptions of social injustice. Digital platforms serve as alternative public spaces expressing criticism, emotional solidarity, satire, and symbolic resistance through decentralized and network-based participation. There is a contest between the narrative of optimism and development with the counter-narrative of young people. Through the perspective of after NSM, this study found that Dark Indonesia represents a change in the form of social movements marked by fluid organization, emotional mobilization, symbolic politics, and the transformation of digital discourse into offline collective action. This study concludes that the activism of the contemporary young generation in Indonesia is increasingly moving towards democratic meaning, recognition, and accountability rather than through formal political structures. This research contributes to the understanding of digital activism and contemporary social movements in Indonesia's socio-political development.