Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Corruption in the education sector in Indonesia: Reality, causes, and solutions Sidik Permana; Mursyid Setiawan
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol. 10 No. 2 (2024): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v10i2.1326

Abstract

Corruption within Indonesia’s education sector ranks among the most frequently identified and prosecuted cases by the Corruption Eradication Commission (KPK). Education itself is a vital sector for human resource development; therefore, corruption within it poses a direct threat to the development process. This concern forms the foundation for this study, which aims to analyze the current realities, causes, and solutions to address corruption in Indonesia’s education sector. The findings of this article may serve as strategies to mitigate and prevent potential corruption within this critical sector. This study employs a literature review with a qualitative approach, drawing primarily on data from books, journals, institutional reports, accredited websites, and other relevant documents. Data analysis was conducted after compiling and reviewing various literature sources, from which insights and conclusions were derived. The results reveal a pervasive corruption problem in the education sector, supported by diverse data points. The causes of corruption are multifaceted, encompassing personal motives, societal and cultural influences, weak law enforcement and oversight, government negligence, and inadequate institutional management. Consequently, the proposed solutions are categorized into three dimensions: individual/personal, environmental/cultural, and institutional.
Fragmentasi Otoritas Keagamaan di Ruang Digital Sidik Permana; Hurriyah Hurriyah
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i5.2726

Abstract

Era digital telah mentransformasikan pola komunikasi dan praktik keberagamaan masyarakat Indonesia melalui perkembangan internet dan media sosial. Perubahan tersebut turut memunculkan fragmentasi otoritas keagamaan yang ditandai dengan munculnya pendakwah digital dan influencer agama sebagai sumber legitimasi baru di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital dengan polarisasi politik berbasis agama di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Literature Review (CLR) melalui pengumpulan data dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, laporan resmi, serta sumber akademik relevan yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan sumber kredibel lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara mediatisasi, algoritma media sosial, fragmentasi otoritas, dan polarisasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan logika algoritma memperkuat distribusi otoritas keagamaan di luar institusi formal sehingga menciptakan kompetisi legitimasi antaraktor agama. Selain itu, algoritma media sosial turut memperkuat echo chamber, intensitas emosional, serta polarisasi politik berbasis identitas agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital berkontribusi terhadap meningkatnya polarisasi sosial-politik masyarakat sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan moderasi konten keagamaan di media sosial.