Era digital telah mentransformasikan pola komunikasi dan praktik keberagamaan masyarakat Indonesia melalui perkembangan internet dan media sosial. Perubahan tersebut turut memunculkan fragmentasi otoritas keagamaan yang ditandai dengan munculnya pendakwah digital dan influencer agama sebagai sumber legitimasi baru di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital dengan polarisasi politik berbasis agama di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Literature Review (CLR) melalui pengumpulan data dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, laporan resmi, serta sumber akademik relevan yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan sumber kredibel lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara mediatisasi, algoritma media sosial, fragmentasi otoritas, dan polarisasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan logika algoritma memperkuat distribusi otoritas keagamaan di luar institusi formal sehingga menciptakan kompetisi legitimasi antaraktor agama. Selain itu, algoritma media sosial turut memperkuat echo chamber, intensitas emosional, serta polarisasi politik berbasis identitas agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital berkontribusi terhadap meningkatnya polarisasi sosial-politik masyarakat sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan moderasi konten keagamaan di media sosial.
Copyrights © 2026