Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kekayaan Jenis dan Distribusi Anggrek Terestrial di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sawala Mandapa, Majalengka: Species Richness and Distribution of Terrestrial Orchids in the Forest Area with Special Purpose (KHDTK) Sawala Mandapa, Majalengka Inama, Inama; Santoso, Nugroho Ponco; Kurniawan, Firman Heru; Raihandhany, Reza
Jurnal Sumberdaya Hayati Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsdh.8.1.1-7

Abstract

Anggrek merupakan salah satu jenis tumbuhan dengan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi, terdiri dari 28.000 jenis termasuk 763 marga. Sebagai salah satu negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki setidaknya 5000 jenis Anggrek yang tersebar di berbagai tempat. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis Anggrek Terestrial yang terdapat di KHDTK Sawala-Mandapa, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Penelitian Kualitatif ini menggunakan metode jelajah dengan ruang lingkup area Sawala-Mandapa dan dengan cara mencatat jenis dan titik koordinat tiap Anggrek Terestrial yang ditemui. Data primer yang diambil direkam menggunakan lembar catatan untuk mencatat jenis dan GPS untuk mencatat titik koordinat. Hasil yang diperoleh adalah terdapat setidaknya empat jenis Anggrek Terestrial yang ditemui antara lain; Geodorum densiflorum (Lam.) Schltr; Nervilia concolor (Blume) Schltr; Nervila campestris (J.J. SM) Schltr; dan Perystilus djampangensis J. J. Sm. Pada tingkat jenis, anggrek tanah di kedua area memiliki kecenderungan pola terkelompok dengan ukuran tiap kelompok pada tiap titiknya adalah 2-126 individu.
Inventarisasi Jenis-jenis Tumbuhan yang Tumbuh Meliar di Eks Pabrik Gula Kadipaten, Jatiwangi, & Parungjaya, Kabupaten Majalengka Raihandhany, Reza; Inama, Inama; Santoso, Nugroho Ponco; Kurniawan, Firman Heru
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA Vol 5 No 2 (2023): Biologica Samudra
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jbs.v5i2.6897

Abstract

Dahulunya, Kabupaten Majalengka merupakan salah satu daerah penghasil gula dikarenakan terdapat sejumlah pabrik gula yang didirikan. Pabrik gula tersebut di antaranya pabrik gula Kadipaten, Jatiwangi, dan Parungjaya. Saat ini, pabrik gula tersebut sudah ditutup dan menjadi area yang ditinggalkan. Tidak lagi adanya aktivitas di pabrik-pabrik tersebut menyebabkan tumbuhnya tumbuhan-tumbuhan liar di sekitar kawasan pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh meliar di sekitar kawasan eks pabrik gula Kadipaten, Jatiwangi, dan Parungjaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021. Metode dari penelitian ini yaitu sensus tumbuhan-tumbuhan liar yang terdapat di ketiga kawasan eks pabrik gula. Total sebanyak 143 jenis tumbuhan yang tumbuh meliar ditemukan sekitar kawasan eks pabrik gula, dengan rincian 87 jenis di Kadipaten, 82 jenis di Jatiwangi dan 57 jenis di Parungjaya. Jumlah total famili yang ditemukan yaitu sebesar 49 famili, di mana Fabaceae (26 jenis), Poaceae (11 jenis), dan Asteraceae (10 jenis) merupakan ketiga kelompok famili tumbuhan dengan anggota jenis terbanyak.
Kajian Pragmatik pada Kosakata dan Fonetis Bahasa Penderita Afasia Global Santoso, Nugroho Ponco; Andayani, Andayani; Setiawan, Budhi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 46, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aphasia is a language disorder caused by brain injury. This study aimed at describing how the pragmatic process and forms on words and language phonemes of those suffering from global aphasia. The study is qualitative research using case study approach. The primary data on this study were collected by purposive sampling whose subject was a global aphasia sufferer who had obtained language rehabilitation during one-year period. The secondary data were taken by using in-depth interview with the family, therapist, and subject's neighborhood. The data were analyzed by comparing the in-depth interview result and the field notes of research. The result showed that the individual with global aphasia still had pragmatic abilities, although s/he could produce meaningless words and sounds. In addition, the individual with global aphasia used gesture and intonation to help convey the idea of her/his utterence. The gestures and intonations performed by the individual with global aphasia were nodding and shaking head, and moving hands; while the forms of intonation changes were sudden change in intonation, imitating sounds, and whisper.