Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Masyarakat dalam Menerapkan Budidaya Padi System of Rice Intensification (SRI) di Kerinci Andesmora, Evan; Aprianto, Riko; Surayya, Ely; Novallyan, Devie
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17782

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan beras sebagai bahan pangan pokok di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk menjaga ketahanan pangan, peningkatan produktivitas padi menjadi hal yang sangat mendesak. SRI merupakan salah satu metode budidaya yang dapat meningkatkan produktivitas padi di Indonesia. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok tani Tunas Mudo tentang potensi budidaya padi dengan metode SRI. Metode: Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Desa Koto Dua Lama Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Peserta kegiatan adalah Kelompok Tani Tunas Muda Desa Koto Dua Lama. Metode yang digunakan melibatkan ceramah dan diskusi. Sebelum dan setelah kegiatan selesai, kuesioner mengenai materi budidaya padi SRI dibagikan kepada petani yang mengikuti sosialisasi dan pendampingan. Hasil: Kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan dalam sosialisasi metode SRI yang dilakukan pada kelompok tani Tunas Muda berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan motivasi petani untuk mengadopsi teknik budidaya SRI. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pendampingan secara berkelanjutan untuk memastikan implementasi metode SRI berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas padi di wilayah tersebut. Kesimpulan: Program ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta sosialisasi yaitu 55% peserta cukup paham dan 45% sangat paham tentang teknik SRI. Pelatihan memberikan pengetahuan baru terkait penggunaan bibit muda, jarak tanam lebar, penyiangan dan pengelolaan tanah, dan pengaturan irigasi. Sebanyak 82% peserta berencana menerapkan metode SRI. Semua peserta (100%) menyatakan metode SRI lebih menguntungkan dibandingkan metode konvensional.
Ethnobotany of Medicinal Plants in the Sumber Harum Village Community, South Sumatra Maulia, Wirani; Susanti, Try; Andesmora, Evan
Indonesian Journal of Science and Education Vol. 8 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Science and Education
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijose.v8i2.1358

Abstract

This study describes the potential of plants and the culture of the people in Sumber Harum Village, utilizing medicinal plants around them, which shows the interaction of the community with medicinal plants. Data and information about traditional medicinal plants in Sumber Harum Village and how to use them have yet to be available and documented, especially regarding cultivated and wild medicinal plants. The purpose of this study is to identify the types of traditional medicinal plants, how plants are used by the Sumber Harum Village Community, and analyze community knowledge related to medicinal plants. The research method used is descriptive quantitative, with observation techniques, semi-structured interviews, questionnaires, documentation, collection of plant samples and identification of medicinal plants. Data were analyzed using the Local User's Value Index (LUVI). The research results found that there are 93 species of medicinal plants in Sumber Harum Village, consisting of 75 species of cultivated medicinal plants and 18 species of wild medicinal plants, each of which is grouped into 50 families. The way of utilizing medicinal plants is by boiling them, consuming them directly, pounding them, grating them, squeezing them, and pasting them. The LUVI value of medicinal plants has two categories; the highest value in the cultivation category is avocado leaves (Persea Americana P.Mill) with a value of 0.0689, while the highest type of plant in the wild medicinal plant category is ciplukan (Physalis angulate L.) with a value of 0.0033.