Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENENTUAN GARIS BATAS WILAYAH ANTARA INDIA DAN CINA DI WILAYAH AKSAI CHIN BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL: Determination of Territorial Boundaries between India and China in the Aksai Chin Region Based on International Law Ramadhan, Andi Muhammad Fauzi; Lutfah, Diny
AMICUS CURIAE Vol. 1 No. 2 (2024): Amicus Curiae
Publisher : Faculty of Law, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/amicus.v1i2.19784

Abstract

India and China have experienced problems in determining the boundaries of the Aksai Chin region from 1962 to the present. Various efforts made since the 1990s until now have not resulted in an agreement on dispute resolution and also the determination of legal boundaries between the two countries. The issues raised are how to determine the boundaries of the territory according to international law and how the efforts between India and China in determining the boundaries of the Aksai Chin area based on international law. This type of research uses normative research, is descriptive in nature, secondary data and primary data are analyzed qualitatively and the method of drawing conclusions uses deductive logic. Based on the results of the study that: there are many efforts that can be made by India and China in determining the boundaries of areas that have been regulated by international law. Therefore, India and China can use amicable and peaceful means and enter into a Mutual agreement
Pemberdayaan Berbasis Circular Economy Melalui Biokonversi Limbah Kotoran Bebek di MAS DDI Galla Raya, Pangkep Zainuddin, Sultan Mubarak; Wadi, Ahmad; Aisyah, Aisyah; Alwi, Windawati; Jusmawati, Jusmawati; Ramadhan, Andi Muhammad Fauzi
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23379

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MA DDI Galla Raya, Kabupaten Pangkep, dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial-ekonomi akibat pengelolaan limbah kotoran bebek yang belum optimal. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan siswa dan masyarakat dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos padat bernilai ekonomis, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan diseminasi hasil. POC diproduksi dengan fermentasi sederhana menggunakan kotoran bebek, molase, EM4, dan bahan organik rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengolahan limbah, serta terbentuknya kelompok wirausaha hijau sekolah yang mampu menghasilkan POC dengan kandungan unsur hara seimbang (N 0,35–0,60%; P₂O₅ 0,20–0,35%; K₂O 0,40–0,70%). Program ini berhasil mengubah limbah ternak menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat implementasi ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.