Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Program Di Bidang Tanaman Pangan & Hortikultura Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan Pada Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Dumai Lilis Wahyuni; Fara Shaliza
Jurnal Niara Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.962 KB) | DOI: 10.31849/niara.v14i2.6247

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya ketahanan pangan masyarakat, belum optimalnya diversifikasi konsumsi pangan lokal, Sumber Daya Manusia pertanian masih kurang, harga sarana produksi mahal dan harga komoditi pertanian rendah, produksi pertanian belum maksimal, dan regulasi di bidang pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mengetahui faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan kebijakan program di Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam rangka pengentasan kemiskinan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai. Penelitian ini dilakukan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai Provinsi Riau, khususnya di Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Penelitian ini fokus pada evaluasi kebijakan program tanaman pangan dalam rangka pengentasan kemiskinan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai. Justifikasi pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapat pelimpahan tugas dan wewenang Walikota Dumai dalam hal mewujudkan ketahanan pangan. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan triangulasi metode yaitu: Observasi, Wawancara dan Dokumen. Analisis data dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan analisa kualitatif
PENGARUH LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP RETURN SAHAM PADA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2012-2016 Hendro Sasongko; Fara Shaliza
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.941 KB) | DOI: 10.34204/jiafe.v4i1.1077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage, profitabilitas, dan EVA terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi penelitian ini merupakan lima belas emiten perusahaan makanan dan minuman di BEI pada periode 2012-2016. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, maka diperoleh sembilan sampel. Metode analisis yang digunakan terdiri dari uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS 23. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap return saham. Begitu juga dengan profitabilitas dan EVA tidak berpengaruh terhadap return saham. Namun, secara simultan, variabel leverage, profitabilitas, dan EVA bersama-sama berpengaruh terhadap return saham.
Evaluasi Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Perkotaan (Studi Kasus pada KWT Mekar Mandiri Kota Dumai dan Bijeh Ban Keumang Kota Banda Aceh) Fara Shaliza; Henny Sulistyorini
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.505

Abstract

Kegiatan P2L merupakan salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan melalui penyediaan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan, lahan kosong, dan lahan tidur yang tidak produktif. Keberlanjutan merupakan aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu perlu dievaluasi dampak kegiatan P2L, faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan kegiatan serta permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak kegiatan P2L, faktor penentu keberhasilan kegiatan, dan permasalahan yang dihadapi. Evaluasi dampak kegiatan dilakukan menggunakan model logic. Metode yang digunakan ialah survei, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara mendalam (in-depth interview). Penelitian ini dilaksanakan pada April-Juni 2022. Temuan hasil penelitian antara lain: pertama, kegiatan P2L pada KWT Mekar Mandiri dan Bijeh Ban Keumang berdampak positif terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi berupa penghematan pengeluaran untuk alokasi belanja sayur-mayur sehingga dana untuk membeli sayur bisa dialokasikan untuk keperluan lain. Dampak sosial yakni adanya perubahan budaya petani di perkotaan yang pada mulanya tidak memiliki kemampuan menanam sayuran menjadi mampu menanam. Dampak lingkungan adalah udara yang lebih yang segar, resapan air lebih banyak, dan pemandangan yang lebih indah. Kedua, faktor penentu keberhasilan kegiatan P2L yaitu adanya perencanaan yang baik, intensitas penyuluhan, kolaborasi dengan modal sosial, dan dukungan faktor eksternal. Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan P2L antara lain kondisi cuaca kemarau sehingga banyak tanaman yang mati dan sayuran organik dijual dengan harga yang sama dengan sayuran non organik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan P2L memiliki tingkat keberlanjutan tinggi karena berdampak positif dan terdapat tingkat partisipasi yang tinggi dari anggota KWT dan masyarakat.
Strategy for Developing Agribusiness Partnership Patterns of Farmer Groups at the Agricultural Extension Center (BPP) of East Dumai District, Dumai City Fara Shaliza; Hildawati Hildawati; Egi Miranda Yuri; Fanisa Fanisa
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2023): November : FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v1i4.1536

Abstract

This community service program was motivated by the suboptimal development of agribusiness partnership patterns among farmer groups assisted by the Agricultural Extension Center (BPP) of East Dumai District, Dumai City, which has resulted in low productivity, limited value added, and weak bargaining power of farmers. The program aimed to enhance farmers’ understanding, capacity, and readiness to develop sustainable agribusiness partnership strategies. The method applied was a community organizing approach through counseling, participatory discussions, and mentoring involving five farmer groups with a total of 15 farmers. The results indicate an improvement in farmers’ understanding of agribusiness partnership concepts and models, a shift in mindset from individual to collective group-based farming, and the emergence of initial agreements to develop simple partnership schemes with local agribusiness actors. In addition, farmers showed increased readiness in managerial aspects, product quality improvement, and communication with potential partners. This program contributes to strengthening farmer group institutions and provides a foundation for developing more structured and sustainable agribusiness partnerships.
Pemetaan Tantangan dan Kebutuhan Penyuluh Pertanian dalam Upaya Peningkatan Kualitas Penyuluhan Pertanian Fara Shaliza
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v1i4.465

Abstract

Agricultural extension agents play a strategic role in improving the quality of agricultural extension services and supporting sustainable agricultural development. However, in practice, extension agents face various challenges that can limit the effectiveness of field-level extension activities. This community service program aimed to identify the challenges faced by agricultural extension agents, map their actual needs, and formulate priority scales to address them, thereby improving the quality of agricultural extension services. The activity was conducted at the Agricultural Extension Center (BPP) of Dumai Selatan District, Dumai City, involving agricultural extension agents as the main partners. A participatory approach was applied through focused group discussions (mini FGDs), combined with awareness-building activities, capacity enhancement, and consultation and mentoring. The results indicate that the challenges faced by extension agents are multidimensional, covering structural, technical, institutional, and psychosocial aspects. The primary needs identified include capacity building through relevant and continuous training, support for extension facilities and infrastructure, and the strengthening of institutional coordination. Through collective deliberation, a priority scale of needs was formulated as a key output of the program. The activity was supported by the active participation and openness of extension agents, though it was constrained by limited time due to their workload. Overall, this community service activity produced a contextual mapping of extension agents’ challenges and needs, which can serve as a practical basis for planning more targeted and sustainable agricultural extension strengthening programs.
Enhancing the Institutional Capacity of Farmer Groups through Data Management and Administrative Counseling at the BPP of Bukit Kapur District, Dumai City Fara Shaliza; Nurul Hasana; Sinta Fransiska
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): April : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v3i2.2093

Abstract

Farmer group institutions play a strategic role in supporting agricultural development; however, many farmer groups still face limitations in data management and institutional administration. These limitations often hinder effective planning, accurate decision-making, transparency, and access to various agricultural development programs and partnerships. This Community Service Program (PKM) aims to enhance farmers’ understanding and practical skills in data management and institutional administration through structured extension activities conducted at the Agricultural Extension Center (BPP) of Bukit Kapur Subdistrict, Dumai City. The methods applied include lectures to introduce basic concepts, interactive discussions to encourage knowledge exchange, and hands-on practice in preparing, organizing, and managing farmer group administrative records. A participatory approach was employed to actively involve participants throughout the program. The results indicate a significant improvement in participants’ knowledge and skills related to farmer group administration, along with increased awareness of the importance of orderly and accountable administrative management. In addition, the program fostered a collective commitment to implementing sustainable and systematic record-keeping practices. Furthermore, the activities encouraged the emergence of local leadership and strengthened farmer group institutions as social capital, contributing to greater farmer independence, organizational resilience, and long-term welfare improvement.
Implementation of Administrative Management in the Development of Agribusiness Partnerships of Farmer Groups at the Agricultural Extension Center (BPP) of East Dumai District, Dumai City Fara Shaliza; Nurul Hasana; Sinta Fransiska
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Juni : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v3i3.2094

Abstract

This Community Service Program (PKM) was motivated by the limited understanding and skills of farmer groups in managing administrative systems, which are essential prerequisites for developing agribusiness partnerships. Farmer groups under the supervision of the Agricultural Extension Center (BPP) of Dumai Timur District, Dumai City, have not yet implemented well-organized data recording and administrative management, resulting in low institutional readiness to establish agribusiness partnerships. This program aimed to apply administrative management practices to strengthen farmer group institutions and support the development of agribusiness partnerships. The methods used included extension activities through lectures, interactive discussions, and hands-on practice in preparing and managing farmer group administrative records. The results indicate an improvement in farmers’ understanding of the importance of administrative management in agribusiness partnerships, enhanced skills in organizing and maintaining administrative records, and the emergence of collective awareness of institutional governance. Furthermore, the program contributed to behavioral changes within farmer organizations, increased leadership roles among group administrators, and initiatives to develop more structured and sustainable agribusiness partnerships
The Role of Business Incubators in Generating Profits for Youth Groups Fara Shaliza; Nurul Hasanah
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2023): Desember : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v1i6.2108

Abstract

Youth play a strategic role in national economic development because their creativity, innovation, and energy can drive the growth of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) at both local and national levels. However, many youth groups face challenges in developing their businesses due to limited capital, managerial knowledge, marketing skills, and restricted networking opportunities, which hinder optimal profit generation. Business incubators provide a strategic solution to empower youth groups by offering mentorship, training, and facilities to expand networking and access to capital, enabling sustainable profit generation. This community service program was implemented by creating a business incubator for youth groups, including business management training, marketing strategies, financial management, and direct field mentoring. The results indicate improvements in managerial skills, business productivity, and actual profit generation, along with enhanced marketing networks and digital technology utilization to broaden market reach. The conclusion emphasizes that business incubators serve as an effective mechanism to create independent, productive youth entrepreneurs who contribute meaningfully to local and national economic growth.