Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Program Kelompok Kerja Guru di Gugus PAUD Rosnawati; Itsnain Alfajri Husain; Sasmin
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 1 No 2: Desember (2021)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.881 KB)

Abstract

Kelompok Kerja Guru atau KKG adalah suatu wadah bagi guru yang bergabung dalam organisasi gugus sekolah yang bertujuan menjadikan guru lebih professional dalam upaya peningkatan Pendidikan melalui pembinaan professional dan kegiatan belajar mengajar aktif. Kelompok Kerja Guru merupakan bengkel dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja serta pelaksanaan program kelompok kerja guru. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan  adalah menggunakan penelitian deskriptif  dengan pendekatan kualitatif,. Dalam penelitian ini Teknik  pengumpulan data  yang digunakan adalah: pedoman wawancara dan observasi, dan analisis data menggunakan cara  mengumpulkan data, mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menyimpulkan, penelitian ini di laksanakan di KKG Gugus PAUD yang bertempat di Kecamatan Poasia Anduonohu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan program KKG di gugus paud di Kelurahan Rahandouna Poasia sudah cukup baik dimana Pelaksanan kegiatan KKG di Gugus PAUD Kecamatan Poasia diadakan  satu kali dalam sebulan dengan memberdayakan narasumber dari perangkat Gugus yang terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah dan Tutor yang tergabung dalam satu Gugus, sehingga penyajian materi dalam program kegiatan KKG lebih mudah dilakukan karena narasumber lebih mengenal karakteristik peserta KKG.
Pemberdayaan Komunitas Guru Pendamping Dalam Menangani Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Di Masa Pandemi Covid-19 Rosnawati; Itsnain Alfajri Husain; Sasmin; Aris Suziman
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2: Desember (2021)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.063 KB)

Abstract

Seringnya anak menggunakan gadget akan mendatangkan dampak buruk bagi prilaku dalam kesehariannya, anak-anak yang cenderung sering menggunakan gadget akan membuat anak tergantung pada penggunaanya. Tidak dipungkiri anak lebih sering bermain dengan gadget dari pada belajar dan berinteraksi dengan lingkungan tempat dia berada. Keadaan tersebut adalah hal yang mengkhawatirkan karena masa anak-anak adalah masa yang belum stabil, mereka memiliki keingintahuan yang tinggi dan keingintahuan itu berpengaruh pada peningkatan sifat konsumtif. Karena itu anak-anak memerlukan perhatian khusus dari orang tua, dan dampak lainnya yakni bisa mengganggu Kesehatan mata anak usia dini.Masalah yang menjadi pokok penelitian ini adalah:bagaimana pemberdayaan komunitas guru pendamping dalam menangani dampak penggunaan gadget pada anak usia dini di masa pandemi COVID-19. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam hal ini adalah memberdayakan guru pendamping yang dibentuk dari lembaga PAUD, guru pendamping ini bertugas mendampingi anak dalam belajar dirumah, menggantikan orang tua anak yang tidak dapat mendampingi anak pada saat pembelajaran dilaksanakan dirumah. Dari hasil pendampingan menunjukan bahwa pemberdayaan komunitas guru pendamping cukup berhasil dimana komunitas ini sangat antusias dalam kegiatan yang diberikan, hal ini juga dikarenakan masing-masing guru memiliki potensi dan pengalaman baru dalam mengembangkan pengetahuan mereka diluar lingkungan sekolah. Komunitas guru telah mengembangkan pemahaman dan pengetahuan mereka tentang cara menangani dampak penggunaan gadget pada anak, hal tersebut dilihat dari hasil observasi guru yang telah melaksanakan perannya dalam pendampingan dan  Pendampingan belajar yang dilaksanakan oleh guru pendamping selama 12 kali pertemuan dalam 30 hari mendapatkan respon yang baik dari anak dan orang tua anak.
Stylistic in children's stories Wulandari; Helmanto, Fachri; Rosnawati
LADU: Journal of Languages and Education Vol. 4 No. 4 (2024): July-August
Publisher : Mitra Palupi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56724/ladu.v4i4.275

Abstract

Background:  Stylistics examines the use of language that assesses aesthetics in children's stories. It requires stylistics to bind readers by presenting interesting stories and arousing curiosity. In contrast, stylistics in children's stories can be found if the stylistic devices are known. Purpose: The purpose of this study is to explore stylistics in children stories of five graders in SDN Kompa Design and methods: This type of research uses qualitative with a literature review method. The literature selection technique uses keywords story, device, and stylistics. Results: This study identifies various stylistic devices, such as Parallelism, Chiasmus, Antithesis, Climax, Asyndeton, Sentential adverb, Irony, Understatement, Litotes, Hyperbole, Metabasis, Hypophora, Distinction, Metanoia, Zeugma, Diazeugma, Mesozeugma, Hypozeugma, Syllepsis, Hyperbaton, Anastrophe, Appositive, Simile, Metaphor, Chatachresis, Metonymy, Personification, Apostrophe, Transferred epithet, Anaphora, Epistrophe, Simploce, Anadiplosis, Conduplication, Epanalepsis, Diacope, Epizeuxis, Scesis Onomaton, Alliteration, Onomatopoeia, Assonance, Rhetorical question, Apophesis, Anacoluthon, Oxymoron, and Antimetabole, used in children's short stories to enhance narrative appeal and expression.
Character in the Collection of Sixth Grader Stories Rahmawati, Aenun; Helmanto, Fachri; Rosnawati
LADU: Journal of Languages and Education Vol. 4 No. 5 (2024): September-October
Publisher : Mitra Palupi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56724/ladu.v4i5.286

Abstract

Background:  Character figure in short story refers to the traits, personalities, and attributes possessed by the characters in story short the. Character figure This form base for method reader understand and relate with story. Alif Integrated Islamic Elementary School implements a program to develop writing literacy for grade 6 students. This program takes the form of training in making Short Story anthology books. Literary works are description life humans created by the author. One of type literary works are story short. Purpose: The aim of this research is to identify characters in the collection short story student 6th grade SDIT ALIF Ciawi. Design and methods: Research methods used​ study This is analysis content, This method use ATLAS.ti For obtain data. Results: In research found that characters created by SDIT Alif Ciawi students two types were found character that is character anthropomorphic and non- anthropomorphic. Results of research conducted on 34 short stories SDIT Alif Ciawi students there is Non- Anthropomorphic characters namely "Human ", whereas character anthropomorphic emerges​ in short story student that is : Grasshopper, Eagle, Squirrel, Chameleon, Fish, Deer, Mother Birds, Cats, Rats, Ants, Snakes, Male Birds, Trees Petai, Broccoli, Vegetables, Apple Trees, Hap-hap, Jin Tomang, Durian Trees, Carrots, Spinach, Worms, Kriko and Mushrooms.
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase B Dimensi Gotong Royong pada Pembelajaran IPAS di SDN Batutulis 1 Bogor Wijayanti, Ika; Kurniasari, Daningsih; Rosnawati
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.14877

Abstract

Dengan kurikulum Merdeka diharapkan peserta siswa hanya memperoleh kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila atau Profil Pelajar Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana Profil Pelajar Pancasila fase B dimensi gotong royong diterapkan dalam pembelajaran IPAS di SDN Batutulis 1 Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif berjenis studi kasus. Penelitian ini melibatkan siswa dan guru kelas IV di SDN Batutulis 1 Bogor. Metode pengumpulan data menggunakan awancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan empat tahap oleh Miles dan Huberman yaitu terdiri dari: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila fase B dimensi gotong royong pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Batutulis 1 Bogor di lakukan melalui 3 tahapan yaitu : 1) petrencanaan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila dimensi gotong royong telah diterapkan dengan baik pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Batutulis 1 Bogor.
Dukungan pada Orangtua dengan Anak Berkebutuhan Khusus (AUTIS, ADHD, HIPERAKTIF) Tanjung; Rosnawati
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 4 No 1 (2022): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v4i1.874

Abstract

Memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) sama dengan memiliki tanggung jawab pengasuhan seumur hidup. Tingkatan kebutuhan khusus setiap anak berbeda, semakin kompleks kondisi maka semakin rendah tingkat pencapaian kemandirian. Orangtua menjadi unrested parent yang memicu keletihan psikis dan fisik. Mereka memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi orangtua dan dukungan yang mereka perlukan. Penelitian memberikan informasi dan menjadi pertimbangan pemerintah untuk membuat kebijakan. Hasil penelitian adalah orangtua merasa gelisah, cemas, rendah diri, merasa bersalah, menyangkal di awal deteksi; deteksi dilakukan saat anak 1 sampai 4 tahun. Dukungan dari pasangan: semangat; kesepakatan cara mendidik; meluangkan waktu, terapi mandiri; memiliki kesadaran biaya hidup. Dukungan dari keluarga: memberikan motivasi dan penerimaan. Dukungan pemerintah: kebijakan dana tunai, vitamin, peningkatan fasilitas umum, pusat terapi gratis, pelatihan, taman bermain inklusif; mengupayakan pembukaan fakultas penunjang, pelatihan makanan non gluten, mendukung sekolah inklusi dan terapi swasta.
ANALISIS KESALAHAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMAHAMI BAHASA PADA SOAL CERITA Asiah, Siti; Febriani Sya, Mega; Rosnawati
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 4 (2024): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v2i4.13755

Abstract

Penelitian ini bertujuan  memberikan penjelasan tentang  tahapan  dalam mengidentifikasi soal cerita dan cara siswa Menyelesaikan Soal Cerita Bahasa Indonesia. Penulis melakukan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan  atau menganalisis data. Menggunakan metode studi pustaka, yang mencakup buku, jurnal dan materi perkuliahan yang relevan. Jika guru mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh setiap siswa, akan lebih mudah bagi guru untuk memperbaiki kesalahan  dan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kesalahan yang dilakukan oleh masing-masing siswa berbeda antara yang satu dengan yang lainnya yaitu Kesalahan dalam memahami masalah atau memahami apa yang dipertanyakan dalam soal, Kesalahan dalam membuat rencana / tahapan kesalahan setelah memahami apa yang dipertanyakan dalam soal atau tahapan ketika memiliki jawaban yang sesuai dengan pertanyaan, Kesalahan dalam melaksanakan rencana atau tahapan kesalahan dalam menuliskan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan, kesalahan dalam memeriksa kembali atau kesalahan dalam memeriksa kembali seluruh jawaban.
Pengaruh Penyuluhan terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Sikap serta Tindakan Masyarakat terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): The Influence of Health Education on the Improvement of Knowledge and Changes in Attitudes and Actions of the Society towards Clean and Healthy Living Behaviour (CLBH) Meilin Anggreyni; Try Budiono; Asmanur; Widya Brahmana; Nur Hikmah; Sry Andriani; Ani Maryani; Yohanes; Revalina; Adinda Hilli; Ul Azmi; Zenny Thalib; Melly Fritze; Setlla; Munir Salham; Rosnawati; Delvi; Desak Eka
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7162

Abstract

Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan ialah perilaku dan lingkungan. Perilaku atau gaya hidup yang baik dan positif dapat mencerminkan kualitas hidup yang sehat. Sedangkan lingkungan yang terlihat bersih menandakan perilaku masyarakat yang menerapkan gaya hidup sehat. Berdasarkan data tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura kasus ISPA dan Diare masih sangat tinggi yang menunjukkan bahwa Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat masih kurang maka dilaksanakanlah penelitian dengan judul Pengaruh Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Perubahan Sikap Dan Tindakan Terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Masyarakat Dusun 1 Desa Sibalaya Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku gaya hidup yang lebih bersih dan sehat, dengan menerapkan PHBS, individu dapat mengurangi risiko terpapar penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, dan menjaga kesehatan tubuh agar tetap optimal. Metode penelitian ini adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan) dimana hasil uji normalitas pada setiap varibel menunjukan nilai lebih dari 0.05. Hasil analisis data menunjukkan nilai p-value = 0,000 (?< 0,05) bahwa ada pengaruh penyuluhan. yang diberikan terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan responden. Hal ini juga dapat dilihat dari peningkatan nilai Mean sebanyak 4,10 yaitu dari 4,80 menjadi 8,90 (pengetahuna), dari 38,13 menjadi 42,80 (sikap), dari 24,90 menjadi 28,33 (tindakan). Hasil yang diperoleh ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Saran bagi Pemerintah Desa kiranya dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan Puskesmas Tanambulava dalam peningkatan PHBS di Desa Sibalaya Selatan.
PERAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) GURU DALAM MENINGKATKAN KETERCAPAIAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI MAN 4 BOGOR Pupu Fauziah , R Siti; Rosnawati; Aprilda, Risma
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 4 (2025): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i4.20783

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di MAN 4 Bogor menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pemahaman guru, kesiapan teknologi, hingga budaya organisasi yang belum sepenuhnya mendukung. Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru dinilai berperan penting dalam mendukung ketercapaian Kurikulum Merdeka Belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran OCB guru dalam meningkatkan ketercapaian Kurikulum Merdeka Belajar di MAN 4 Bogor, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik OCB guru di MAN 4 Bogor telah membentuk budaya organisasi yang kolaboratif dan progresif. Dimensi OCB seperti altruism, conscientiousness, sportsmanship, courtesy, dan civic virtue tercermin dalam kolaborasi antarguru lintas generasi, adaptasi terhadap teknologi, serta keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek (P5RA). Inovasi seperti aplikasi EXAM4N dan pemanfaatan platform digital lainnya menunjukkan bahwa OCB tidak hanya meningkatkan efektivitas kerja, tetapi juga menjadi penggerak transformasi pendidikan berbasis karakter dan teknologi. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, motivasi siswa yang tidak stabil, dan kesiapan pedagogis guru masih menjadi kendala. Peran kepemimpinan transformasional dan pelatihan internal terbukti menjadi katalisator penting dalam memperkuat praktik OCB dan menjadikan kurikulum lebih bermakna, inklusif, dan kontekstual.
Bimbingan dan Konseling Anak Usia Dini pada Generasi Alpha Yusuf, Ode Yahyu Herliany; Rosnawati; Wulandari , Rachmadani; Safitri, Arjunita; Azizah, Nur; Yulia, Winda; Sunarti, Yayuk; Rahma, Rasti; Mustikawati, Eka
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1342

Abstract

Anak-anak generasi alpha cenderung mengalami penurunan dalam bersosialisasi, kesulitan mengelola emosi, dan risiko kecanduan layar. Dalam menghadapi tantangan ini, layanan bimbingan dan konseling pada anak usia dini menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan dan konseling dalam membantu anak usia dini agar mampu beradaptasi secara positif di tengah arus digitalisasi yang masif. Dengan pendekatan yang tepat maka anak bisa belajar mengelola emosi, bersosialisasi, dan tumbuh secara sehat. Penelitian ini menggunakan metode research library menggunakan metode pengumpulan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka. Hasil penelitian ini adalah guru dan orang tua memegang peran sentral sebagai pembimbing dan pendamping anak dalam mengatasi tantangan era digital. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara guru, orang tua dan lingkungan untuk menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan anak secara holistik. Penerapan layanan bimbingan dan konseling yang adaptif dan sesuai perkembangan zaman sangat penting agar anak usia dini generasi alpha mampu tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.