Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN PARENTING STRESS PADA IBU TUNGGAL YANG BEKERJA DI SEKTOR FORMAL Sherly Shava Nathaniella; Dewita Karema Sarajar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu tunggal seringkali menghadapi tekanan yang sulit dihindari dalam menjalankan peran ganda untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus menjalankan pengasuhan anak, khususnya bagi ibu tunggal yang bekerja di sektor formal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan parenting stress pada ibu tunggal yang bekerja di sektor formal. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 112 partisipan yang merupakan ibu tunggal dan memiliki anak dengan rentang usia 6-15 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Parenting Stress Scale (PSS) yang dikembangkan oleh Berry dan Jones (1995) dan skala Resilience Questionnaire Test (RQ-Test) yang dikembangkan oleh Reivich dan Shatte (2003). Mayoritas partisipan memiliki tingkat parenting stress yang rendah dan tingkat resiliensi yang tinggi. Uji korelasi yang dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi rank spearman (rs) menunjukkan nilai korelasi sebesar -0.551 dengan signifikansi sebesar 0.000. Berdasarkan analisis hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara parenting stress dan resiliensi pada ibu tunggal yang bekerja di sektor formal dengan kekuatan sedang. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat resiliensi ibu tunggal yang bekerja di sektor formal, maka semakin rendah pula stres pengasuhan yang dialaminya.
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA PEMAIN GAME FREE FIRE USIA ANAK DI KABUPATEN POSO Grilisya Mayestica Tabangge; Dewita Karema Sarajar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresif pada anak sekolah dasar yang bermain game Free Fire di Kabupaten Poso. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan game online oleh anak-anak, khususnya Free Fire, yang memiliki unsur kekerasan dan berpotensi memperkuat dampak negatif dari pola pengasuhan yang tidak adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel dalam penelitian berjumlah 121 anak usia 6–12 tahun yang dipilih dengan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala pola asuh otoriter (Baumrind) dan skala perilaku agresif (Buss-Perry Aggression Questionnaire). Hasil analisis menggunakan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif antara pola asuh otoriter dan perilaku agresif, meskipun kekuatannya lemah (r = 0,078; p = 0,196). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif pada anak. Implikasi dari hasil ini menggarisbawahi pentingnya peran orang tua dalam menerapkan pola asuh yang lebih demokratis, hangat, dan komunikatif, terutama dalam membimbing anak yang terpapar konten digital bermuatan kekerasan seperti game Free Fire
KELEKATAN FIGUR AYAH DENGAN GAYA PACARAN PEREMPUAN GENERASI Z Keisya Shaskia Dea Fanda; Dewita Karema Sarajar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i9.12308

Abstract

This Study aims to examine the relationship between father-figure attachment and dating styles among Generation Z women in Indonesia, who are navigating a transition from collectivistic cultural values to digital modernity. Using a quantitative correlational design, the research involved 218 female respondent aged 17-25 years who completed an online questionnaire. The instruments used were the Adult Scale of Parental Attachment-Short Form (ASPA-SF) and the Love Attitudes Scales (LAS), both demonstrating high reliability (α = 0,977 and α = 0,955). Data analysis using the Spearman Rank correlation test yielded a coefficient value of ρ = 0,679 with p < 0,001, indicating a significant positive relationship between father-figure attachment and dating style. These findings suggest that strong emotional attachment to the father plays a crucial role in shaping healthier, more adaptive, and mutually respectful romantic relationship patterns. Theoretically, this study reinforces Bowlby’s attachment theory within the Indonesian cultural context, while practically, it provides a foundation for developing culturally grounded family counseling programs that emphasize emotional involvement of fathers to support the formation of healthy romantic relationship among young adult women.