Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Application of Good Governance Principles in Land Acquisition for Cemeteryn Masangan Kulon Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency Meilina Nur Aziza; Lukman Arif
ARISTO Vol 10, No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v10i3.6585

Abstract

Land acquisition for the cemetery in Masangan Kulon Village was an initiative of the residents of the Griya Bhayangkara Residence Masangan Kulon because the cemetery land was full, and there had been no development for 17 years. Referring to Law number 2 of 2012 and PP RI number 9 of 1987, land acquisition for the cemetery is also an area designated for society provided by the government. This is not only society's responsibility but also the government's responsibility, so an approach based on the principles of good governance is needed. This study aims to analyze and describe the principles of good governance in land acquisition for cemeteries in Masangan Kulon Village. This descriptive qualitative research collects data through observation, interviews, and documentation. The research focus uses the nine principles of good governance according to UNDP: participation, rule of law, transparency, responsiveness, consensus orientation, equity, effectiveness and efficiency, accountability, and strategic vision. This research used purposive sampling technique and interactive model data analysis. The results of the study show that the application of the principles of good governance in the land acquisition for the cemetery in Masangan Kulon has run very well. Even though the rule of law principles have not been implemented optimally, the other eight principles have been appropriately implemented and optimally
PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MASKER Firda Ainun Naziyah; Lukman Arif
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i1.8179

Abstract

Sampah masker menjadi problema baru bagi lingkungan khususnya di Kecamatan Mulyorejo yang mana merupakan wilayah dengan penyumbang timbulan sampah masker terbanyak se-Surabaya. Sarana dan prasarana penunjang pengelolaan yang masih terbatas serta rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah masker menjadi persoalan yang patut untuk diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan peran Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah masker di Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup telah melaksanakan perannya sebagaimana pada Peraturan Walikota Surabaya Nomor 79 Tahun 2021 namun kurang maksimal. Hal ini dikarenakan masih adanya beberapa kelemahan pada peran penyedia sarana dan prasarana terkait keterbatasan pengadaan fasilitas penanganan sampah masker. Selain itu pada peran pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan penyuluhan dinilai kurang intensif. Sehingga diperlukannya peningkatan peran pemerintah dalam menjamin ketersediaan sarana dan prasarana serta memberikan penyuluhan dan pendampingan secara masif dan berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DALAM RANGKA OPTIMALISASI PROGRAM KALIMASADA DI KELURAHAN KENDANGSARI Shofwatun Nailul Isti'anah; Lukman Arif
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran para masyarakat yang rendah terhadap dokumen administrasi kependudukan membuat terbentuknya program KALIMASADA (Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Administrasi Kependudukan). Dalam rangka mengoptimalisasi program KALIMASADA, maka perlunya upaya agar dapat menciptakan kawasan yang tertib administrasi kependudukan. Dispendukcapil Kota Surabaya kini ikut serta menjadi mitra program MSIB untuk mengajak mahasiswa membantu Pemerintah Kota Surabaya untuk mengoptimalisasi program KALIMASADA dengan pelaksanaan survey KALIMASADA di RT rintisan KALIMASADA dan pelayanan Balai RW setiap hari demi terwujudnya tujuan dari program KALIMASADA untuk memudahkan masyarakat mengurus administrasi kependudukan. Tujuan dari artikel ini yaitu mendampingi masyarakat di dalam mengurus dokumen administrasi kependudukannya dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai administrasi kependudukan. Metode yang dilaksanakan di dalam pengabdian masyarakat ini adalah penelitian lapangan (field research) adalah sebuah penelitian yang objeknya tentang suatu gejala-gejala atau suatu peristiwa-peristiwa yang terjadi pada kelompok masyarakat. Hasil yang diperoleh yaitu pendampingan pelayanan administrasi kependudukan berjalan baik serta hampir keseluruhan warga sudah tersurvey sehingga diharapkan kesadaran para masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan bisa meningkat supaya terwujudnya kawasan tertib administrasi kependudukan.
Analisis Kepemimpinan Transformasional Dalam Inovasi Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Moh. Daffa Nur Rizka Widiatmoko; Lukman Arif
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 6 No 1 (2024): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i1.3912

Abstract

Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo Innovation (SIPRAJA) created by the Sidoarjo Regency Government in the Informatics Regional Administration Sub-Section arose because of the opinion of the people of Sidoarjo that government services were convoluted, slow, expensive, uncertain, and tiring. This SIPRAJA innovation is included in the Top 99 nominations for National Level Public Service Innovations in 2021, where this innovation cannot be separated from the role of its leader, namely the Head of the Regional Administration Sub-Division of the Government Section of the Sidoarjo Regional Secretariat. This study uses a qualitative approach and descriptive research type. The determination of informants was carried out using purposive sampling and accidental sampling techniques. Data collection was carried out by interview, observation and documentation techniques. Presentation of data is done by grouping and combining the data obtained. The validity of the data was tested by data triangulation techniques. The results show that transformational leadership in relation to the SIPRAJA Innovation has been clearly illustrated in the Regional Administration Sub-Division of the Government Section of the Sidoarjo Regional Secretariat with the support of relevant stakeholders reaching the maximum point. Keywords: Transformational Leadership, Innovation, Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo
Implementasi Program SWARGALOKA (Suara Warga Mengelola Kebutuhan Adminduk) Dalam Memberikan Edukasi Tentang Pelayanan Kependudukan Bagi Masyarakat Kota Surabaya Nabila Riyadiana; Lukman Arif
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 18 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8317802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana implementasi program Swargaloka dalam memberikan edukasi tentang pelayanan kependudukan bagai masyarakat kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi kepustakaan dan studi lapangan (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan program Swargaloka di Kelurahan Simomulyo telah dilakukan dengan baik, hanya saja masih ada beberapa kendala seperti kurangnya struktur media informasi yang belum pasti, serta perlunya sosialisasi dari Dispendukcapil Surabaya. Diharapkan dengan adanya program ini dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat khususnya warga Surabaya dalam kepengurusan administrasi public.
Implementasi E-government melalui Klampis New Generation (KNG) pada Pelayanan Administrasi Kependudukan Pindah Keluar Antar Kota/Kabupaten atau Provinsi di Kelurahan Bulak Banteng Kinanti Idang Afrita; Lukman Arif
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 18 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8314198

Abstract

Pelayanan publik merupakan sebuah bentuk kewajiban pemerintah untuk mengabdi kepada masyarakat dan sebagai bentuk realisasi pembangunan bangsa. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dalam aspek kependudukan. Tanggungjawab pelayanan kependudukan ini dipegang oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Salah satu bentuk inovasi terhadap peningkatan kualitas layanan kependudukan Kota Surabaya adalah dengan diterbitkannya sebuah sistem bernama Klampid New Generation (KNG). Implementasi Klampid New Generation (KNG) disambut antusias oleh warga masyarakat Kelurahan Bulak Banteng, dan memberikan implikasi yang positif terhadap aktualisasi pemerintahan yang baik
Efektivitas Program KALIMASADA Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Administrasi Kependudukan di Kelurahan Kendangsari Shofwatun Nailul Isti'anah; Lukman Arif
PUBLIKA : Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 9 No. 2 (2023): Publika : Jurnal Ilmu Administrasi Publik
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jiap.2023.13532

Abstract

The effectiveness of the KALIMASADA (Population Administration Aware Community Environmental Area) program in raising public awareness about the importance of managing population administration is discussed in this study. The aim of the KALIMASADA program is to make it easier for the community to process population administration documents by making it possible to handle the KALIMASADA pilot RT head or at the nearest RW hall instead of having to go directly to the Surabaya City Population and Civil Registry office. This study uses a qualitative approach with an emphasis on descriptive techniques. Target accuracy, program socialization, program objectives, and also program monitoring are four aspects that affect whether or not a program runs using Budiana's variable theory of effectiveness (2007). The results of research on the implementation of the KALIMASADA program in the Kendangsari Village can be said to have been effective. However, it needs to be improved again in several aspects such as program socialization so that citizen awareness of the importance of population administration can be further increased so that an orderly population administration area is realized.
Peran KTH (Kelompok Tani Hutan) Kepuh Dalam Menjalankan Program Wanawiyata Widyakarya Untuk Pelestarian Hutan Linda Tri Andini; Asaf Khatami Fatwa; Lukman Arif
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1204

Abstract

Hutan merupakan paru-paru dunia. Ada banyak potensi di dalam hutan. Saat ini banyak berkembangnya populasi manusia, dan juga semakin banyak kebutuhan yang harus dimiliki yang bersumber dari hutan. Akibatnya hutan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan dari ulah tersebut. Pada tahun 1998 di Hutan Mendiro terjadi kerusakan hutan yang menyebabkan hutan gundul dan sumber mata air yang hilang. Lalu dibentuknya Kelompok Tani Hutan (KTH) Kepuh di Dusun Mendiro Desa Panglungan yang merupakan pelopor pelestarian hutan konservasi mata air sejak tahun 1998. KTH Kepuh ini merupakan kelompok masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, hutan, dan sumber mata air. Banyak upaya penyelematan yang dilakukan oleh KTH Kepuh ini terkait kerusakan hutan dan hilangnya sumber mata air yang disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data diperoleh dari referensi buku-buku dan sumber langsung dari KTH Kepuh sendiri. Hasil pembahasan menunjukkan KTH Kepuh menjalankan program Wanawiyata Widyakarya dengan beberapa kebijakan yang didampingi oleh pihak pemerintah seperti Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk Wilker Jombang, Dinas Lingkungan Hidup, dan lainnya. Adapun banyak kegiatan yang dilakukan oleh KTH Kepuh ini dalam upaya pelestarian Hutan Mendiro.
MITIGASI BENCANA BANJIR SECARA TERPADU DAN KOLABORATIF Satria Surya Armando; Lukman Arif
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i3.8263

Abstract

Banjir masih menjadi masalah klasik dan begitu kompleks di Kabupaten Sidoarjo yang mana merupakan wilayah daerah rentan banjir yang disebabkan oleh faktor alam dan faktor ulah manusia. Kurangnya kesiapsiagaan masyarakat dan penanganan yang hanya direspon dengan tanggap darurat yang tidak diikuti dengan upaya pengurangan risiko dan dampak bencana banjir menjadi persoalan yang harus diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi bencana banjir secara pasif dan secara aktif yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan upaya mitigasi bencana telah dilakukan sebagaimana pada Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana namun kurang maksimal. Meskipun pada mitigasi pasif terdapat berbagai kegiatan yang bersifat terpadu dan kolaboratif, akan tetapi pada mitigasi aktif terdapat kegiatan yang belum berjalan dengan baik seperti aplikasi Sigap dan Dapur Umum. Sehingga dalam mitigasi aktif diperlukannya peningkatan sosialisasi secara masif dan berkelanjutan serta penambahan pengadaan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai ke daerah-daerah yang memiliki potensi bencana banjir yang cukup tinggi di Kabupaten Sidoarjo.
PROGRAM PENGURANGAN PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK DI PASAR PUCANG ANOM KOTA SURABAYA DALAM PANDANGAN TEORI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN Salsabila Mawardani; Lukman Arif
Journal Publicuho Vol. 6 No. 2 (2023): May - July - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v6i2.158

Abstract

This study aims to find out the program to reduce the use of plastic bags at the Pucang Anom Market in Surabaya City in the View of Policy Implementation Theory. The research used qualitative research methods with a focus on the implementation of policies to reduce the use of plastic bags in traditional markets in Surabaya, according to George C. Edward III. The type of data in this research is through primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis method used in this study is that of Miles and Huberman (2014: 8). Based on the results of observations at the Pucang Anom Market locus, there were still problems with shopping bags that were not environmentally friendly. This happened because the communication between the Surabaya City Environment Service and the Pucang Anom market management officer had not run optimally. well implemented bureaucratic structure, main tasks and functions have been running optimally in accordance with the provisions, the SOP has been running well according to the rules even though it is still not timely in imposing sanctions. With this in mind, a suggestion was formulated regarding the implementation of the policy for the Surabaya City Environment Service, which is expected to carry out socialization on an ongoing basis and provide sanctions for traders who violate it to provide a deterrent effect, and pay more attention to the stipulated time provisions