Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Esktrak Akar Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) dan Pepaya (Carica papaya L) dalam Menekan Terbentuknya Puru Akar Nematoda pada Tanaman Seledri (Apium graveolensL) Asty, Nur; Siahaya, Victor G; Umasangaji, Aminudin
Jurnal Agrosilvopasture-Tech Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Agrosilvopasture-Tech
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/j.agrosilvopasture-tech.2023.2.2.354

Abstract

This study aims to test the effectiveness of root extracts of kenikir and papaya plants in suppressing the rate of root-knots formation, as well as the number of root-knots formed on celery plants. The method used was a factorial experiment in a randomized block design with two factors, namely the type of antagonist plant root and the dosage, with five replications. The results showed that the treatment of papaya root extract (Carica papaya L.) had a significant effect on all parameters, but the HSD test was only significantly different on the number of root knots. The highest average number of root knots in control plants was 67.2 (A1B0), and the lowest was 4.6 (A1B5). The treatment of kenikir root extract (Cosmos caudatus Kunth.) significantly affected all parameters, but the HSD test was only significantly different on plant height and number of root knots. The average plant height in the control was 31.4 cm (A2B0), and in the treatment 40.6 cm (A2B5). The highest average number of root knoots was 50.8 (A2B0), and the lowest was 1.0 (A2B5). Carpain secondary metabolites in papaya root extract, and phenylpropanoids in kenikir root extract played a role in suppressing the growth of root-knot nematodes. Coniferyl alcohol in kenikir root extract is thought to play a role in increasing the height of celery plants. Kenikir root extract was better than papaya root extract in suppressing the growth of root-knot nematodes.
Analisis Kadar Karbohidrat pada Jenis Sagu Tuni (Metroxylon Rumphil Mathinus) dan Sagu Ihur (Metroxylon Sylvester) di Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Umasangaji, Aminudin; Rijal, M.
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 7 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i7.794

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam hutan yang cukup besar dan tersebar luas di seluruh wilayah nusantara. Sumber daya hutan bukan saja menghasilkan kayu sebagai hasil hutan, tetapi hasil hutan bukan kayu (non kayu). Sagu (Metroxylon spp) merupakan salah satu komoditi hasil hutan yang banyak mengandung karbohidrat. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kuantitatif yakni tentang kadar karbohidrat pada jenis sagu Tuni dan sagu Ihur. Fungsi karbohidrat antara lain: sebagai sumber energi utama, pengatur metabolisme lemak, pemberi rasa manis pada makanan, membantu pengeluaran feses, penghemat fungsi protein (protein sparer), simpanan karbohidrat sebagai glikogen (Flach, 1997). Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa perolehan kadar karbohidrat pada sagu ihur (Metroxylon syivester) sebesar 0,74 ppm dan kandungan kadar karbohidrat pada sagu tuni (Merroxylon rumphi?) sebesar 0,53 ppm.
Pengaruh Level Kotoran Kerbau Sebagai Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Rumput Raja (Pennisetum purpurophoides) Umasangaji, Aminudin; Sairudy, Albertus
Kalwedo Sains (KASA) Vol 6 No 1 (2025): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2025
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav6i1p49-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Level Kotoran Kerbau Sebagai Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Rumput Raja (Pennisetum purpurophoides). Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan dari bulan November sampai dengan bulan Desember 2024 di lahan Hijauan Makan Ternak (HMT) Program Studi Peternakan PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya. Prosedur penanaman meliputi persiapan stek rumput raja, persiapan lahan atau media tanam, pemberian pupuk, penanaman stek, penyiraman, perawatan dan pemeliharaan, dan pengamatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan. Jika terdapat pengaruh yang signifikan, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan. Variabel yang diamati antara lain: jumlah tunas, panjang daun, lebar daun, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 yaitu pemberian 500 gram kotoran kerbau sebagai pupuk kandang memberikan pengaruh yang nyata terhadap rata-rata jumlah tunas, panjang daun, lebar daun dan tinggi tanaman rumput raja.